
Jeff memutuskan untuk bicara dengan Laura karena dia ingin benar-benar bicara berdua saja dengan calon istrinya. Bagaimana pun harus bicara tentang semua ini. Kedepannya, mereka berdua akan menikah dan menjalani kehidupan sebagai suami istri di negara orang. Untuk itu pula keduanya harus benar-benar membicarakan semuanya. Jeff memastikan dengan benar apakah Laura siap menikah dengannya atau tidak. Jika Laura tidak siap, maka Jeff tidak bisa memaksakan kehendaknya.
"La," Jeff memanggil dengan lembut hingga suaranya memecah keheningan di antara keduanya. Mereka berdua berada di taman rumahnya Laura saat ini.
"Ya," jawab Laura dengan tak kalah lembutnya. Dia tahu bahwa akan ada yang dibicarakan oleh Jeff, dan dia siap untuk menjawab.
"Kamu yakin untuk pernikahan kita ini? kamu harus mengerti bahwa menikah itu tidak semudah dengan apa yang kita pikirkan tapi setidaknya aku ingin belajar dan menjalani semuanya denganmu. Pernikahan tidak mungkin akan berjalan tidak mulus di negara orang karena kita sama-sama mengejar cita-cita kita untuk masa depan. Aku harap jika memang kamu siap dan bersedia menikah denganku, makasih aku juga mentalmu untuk hidup bersamaku di negara orang. Amerika tidak semudah dengan apa yang kita pikirkan. Di sana negara bebas dan kamu harus paham tentang hal itu lebih dulu La. Aku tidak akan pernah menuntut dirimu untuk menjadi orang lain, setidaknya jadilah dirimu sendiri dan itu sudah jauh lebih dari cukup untukku. Bisa mengerjakan posisi kita masing-masing saja rasanya sudah sangat berharga bagiku, jadi sebisa mungkin percaya padaku bahwa aku akan berusaha untuk membahagiakanmu."
Laura menatap pada Jeff yang baru saja mengatakan hal itu. Rasanya lara semakin memantapkan hatinya untuk menikah di usia muda. Dia juga yakin bahwa mereka bisa melewati semua itu bersama jika saling percaya.
"Bisa aku mau minta sesuatu padamu?" tanya Laura.
Jeff menjawabnya dengan begitu yakin. "Apa?" jawab Jeff sambil bertanya apa yang diinginkan calon istrinya itu.
__ADS_1
"Kita harus saling terbuka untuk semua hal. Banyak hal yang bisa kita lewati di jalan banyak apa yang akan kita lewati. Cobaan bisa datang kapan saja dan aku harap kita bisa saling melengkapi satu sama lain."
"Itu tidak harus kamu minta aku akan melakukannya. Sebagai seorang suami aku harap aku bisa menjadi yang terbaik untukmu. Kita perlu menunda kehamilanmu nantinya."
Deg!
Jantung Laura seperti berhenti berdetak ketika mendengar tentang kehamilan yang Jeff katakan. Dia pikir jauh ke depan sana tapi dia tidak memikirkan tentang kehamilan sama sekali. Bahkan untuk membicarakan tentang hubungan intim sepasang suami istri saja pun Laura tidak pernah terpikir. Lalu bagaimana bisa dia memikirkan masa depan bla bla bla dan lainnya lagi sedangkan yang akan terjadi di depan mata dia tidak memikirkannya.
"A-apa kita akan melakukan hal itu?"
"Lalu, apa aku akan hamil?" pembicaraan mereka kali ini mulai berganti topik yang tadinya tentang kepercayaan dan lainnya kini berganti dengan kehamilan. Entahlah, pembicaraan mereka memang sangat di luar nalar. Tapi tetap harus dibicarakan karena bagaimanapun itu kenyataannya dan itu yang harus mereka hadapi nantinya.
"Maka untuk itu aku mengatakan padamu menunda kehamilan. Kita masih sama-sama harus belajar menyikapi bagaimana keadaan rumah tangga kita nantinya apalagi di sana kita sambil belajar dan menempuh pendidikan. Jadi aku ingin kamu bisa menyikapinya dengan baik La. Bicarakan ini dulu dengan kedua orang tua kamu dan yakinkan mereka jika kamu siap menikah denganku dan begitu juga denganku. Aku siap menikah denganmu dan mari kita jalani kehidupan ini dengan baik." ucap Jeff dengan tegas. Laura sendiri semakin terpanah dengan sosok Jeff. Laki-laki yang akan menjadi suaminya ini benar-benar sangat luar biasa sekali dalam menyikapi semua hal. Di usianya yang masih sangat muda, Jeff bisa berpikir dewasa seperti ini dan rasanya itu membuat Laura percaya, bahwa pernikahan mereka memang sudah di takdirkan oleh Tuhan.
__ADS_1
"Jika begitu berjanjilah untuk tidak pernah menyakiti hatiku. Sekali saja kamu menyakiti hatiku, maka aku akan pergi meninggalkan kamu. Aku akan pergi darimu dan tidak akan pernah kembali lagi."
"Begitu juga dengan aku. Aku memintamu untuk setia bersamaku dan kita akan mel Wati setiap rintangan dan cobaan di dalam pernikahan kita nanti. Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu La," jawab Jeff karena memang dia sangat mencintai Laura dan dia juga sudah yakin dengan hatinya.
"Aku juga Jeff," keduanya tersenyum dan Jeff memberikan sebuah kecupan manis di kening Laura sebagai tanda perpisahan mereka malam ini sebelum Jeff kembali ke apartemennya bersama dengan mom Veni. Keduanya kembali ke dalam rumah dan mereka melihat jika para orang tua sudah selesai bicara dan tanggal pernikahan mereka juga sudah di tetapkan.
"Baik, tanggal pernikahan sudah kita tentukan dan kalian berdua akan menikah satu hari setelah kelulusan. Pernikahan hanya akan dihadiri oleh keluarga yang bisa saja seperti keinginan kalian berdua dan kehidupan rumah tangganya dengan baik. Jangan pernah saling menyakiti dan harus saling percaya satu sama lain." Jordan memberi pesan pada pada Jeff dan juga Laura sebelum mereka melepas masa lajang keduanya. Pembicaraan antar keluarga juga sudah selesai dan saatnya Jeff kembali ke apartemen bersama dengan mom Veni.
Jeff dan mom Veni berpamitan pada keluarga Laura untuk pulang ke apartemen mereka. Di dalam perjalanan pulang, mom venu bertanya apakah Jeff benar-benar yakin dengan pernikahan ini dan Jeff menjawabnya dengan begitu yakin.
"Mom, Jeff yakin dengan pernikahan ini dan Jeff juga akan meminta hak Jeff pada Daddy! Besok Jeff akan datang ke rumah Daddy dan meminta uang! Bukan untuk pernikahan Jeff dengan Laura, tapi meminta uang untuk tabungan Jeff di Amerika nanti. Jeff juga tidak akan mengatakan pada Daddy tentang pernikahan Jeff dan Laura."
"Lakukan apa yang menurut kamu benar dan mom akan selalu mendukungmu sayang. Tapi, alangkah baiknya bicara pada Daddy tentang pernikahan kamu. Walau bagaimana pun dia tetap ayah kamu dan itu kenyataannya. Bicara padanya baik-baik dan katakan yang sejujurnya. Mom harap kamu bisa menekan ego kamu demi mom."
__ADS_1
"Walau mom tersakiti dengan semua ini?" tanya Jeff dan mom venu hanya bisa diam saja.