Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Menginap


__ADS_3

" Tidak! aku tidak ingin menginap di sini Jordan. Ayo antarkan aku pulang. Aku ingin pulang sekarang." Ucap Dara yang terus saja meminta pulang pada Jordan.


Sungguh, dia tidak bisa menginap di sini karena sangat asing sekali baginya.


" Kamu harus mulai membiasakan diri kamu dengan rumah ini Dara. Ingatlah, bahwa kamu itu calon istriku jadi cepat atau lambat kamu juga akan tinggal di rumah ini. Kita akan tinggal di rumah ini bersama-sama. Dimana ada kamu, aku, Lucas dan juga Mami ku. Kita akan hidup bahagia di sini Dara." Ucap Jordan tanpa tedeng aling.


Entah mengapa sepertinya mudah sekali mengatakan hal itu. Menikah tidak semudah yang Jordan katakan.


" Apa kamu tahu bagaimana prosesi pernikahan? semua ikatan pernikahan itu tidak bisa dilakukan secara paksa. Jika ingin menjalin hubungan rumah tangga yang baru maka kedua mulia harus setuju untuk melakukannya. Suami dan istri harus bahasa Indonesia hadapan Tuhan bahwa mereka akan saling menjaga cinta dan kesetiaan. Tidak seperti ini Jordan." Imbuh Dara.


Dia benar-benar sudah merasa pusing sekali. Entah mengapa rasanya menghadapi Jordan ini membutuhkan hati dan kesabaran yang seluas samudra.


Dara yang terkenal begitu sabar menghadapi rumitnya kehidupan saja pun menjadi tidak sabar saat menghadapi Jordan. Lalu bagaimana orang lain di luar sana?


" Aku tahu, maka dari itu aku tinggal melihat yang bersamamu saat ini. Anggap saja ini simulasi untuk acara pernikahan kita. Aku akan berperan sebagai seorang suami yang begitu mencintai istrinya dan kamu juga berperan sebagai seorang istri yang tak kalah mencintai suaminya. Bukankah itu terdengar sangat luar biasa?" Lagi dan lagi Jordan berulah hingga membuat Dara bosan untuk menghadapinya.

__ADS_1


" Oke Fine, jika kamu ingin aku tidur menginap di sini nggak bawa aku pergi ke kamarku saat ini juga. Jika berlama-lama bersamamu di sini maka aku bisa semakin pusing nantinya."


" Let's go Dara..."


" Ahhh... Jordan, kenapa lagi-lagi menggendong ku seperti ini?" Tanya Dara dengan jeritannya saat Jordan kembali menggendongnya.


" Apa kamu ingin tidur di sofa? kamar kamu ada di lantai dua Dara. Jadi kamu harus aku gendong untuk sampai di dalam kamar mu. Apa kamu ingin ngesot untuk menaiki satu persatu anak tangga yang banyak itu untuk mencapai kamar mu?" Dara jelas menggelengkan kepalanya karena rasanya tidak mungkin dia menaiki satu persatu anak tangga itu dengan mengesot. Mau berapa lama dia melakukan hal itu untuk sampai di dalam kamarnya.


Merasa bahwa Dara tidak bisa menjawab pertanyaan yang membuat Jordan merasa bangga dan menang. Setidaknya dia kembali bisa menikmati saat-saat seperti ini.


Anggap saja ini bonus untuknya karena telah menjadi anak yang berbakti untuk maminya.


Sepanjang adegan gendong-gendongan itu membuat Jordan terus saja terbangun ketika mereka tidak sengaja bertatapan hingga kedua mata mereka saling bertemu satu sama lainnya.


" Sudahlah Jordan, jangan terus melihatku seperti itu. Aku malu." Ucapnya yang benar-benar merasa malu saat ini.

__ADS_1


lagi pula siapa yang tidak malu jika di tatap seperti itu oleh Jordan.


Itu dirinya, mungkin jika itu wanita lain maka diri mereka akan meleleh seperti butter yang di panaskan di atas teflon panas.


" Oh, oke. Aku tidak akan melihat mu lagi. Sekarang tolong aku untuk menekan kenop pintunya karena dia tidak bisa melakukan itu karena saat ini kedua tangannya tengah menopang berat badan Dara saat ini.


Keduanya sudah masuk ke dalam kamar yang akan Dara tempati malam ini dan mungkin malam-malam berikutnya karena rumah Dara masih dalam tahap renovasinya.


Melihat pintu kamar Dara tertutup seperti itu membuat Mami Sofia langsung kepo. Dia ingin mengetahui apa yang di lakukan mereka berdua di dalam sana?


" Tidak! ini tidak bisa di biarkan. Aku curiga jika senjata perang Jordan sudah tidak karatan lagi dan itu artinya---?"


" Aaahhhkkk...Aku akan punya cucu lagi" Teriak Mami Sofia.


Sadar jika dirinya yang berteriak dengan keras membuat mami Sofia langsung meninggalkan pintu kamar Dara karena dia tidak ingin calon menantunya itu merasa canggung dengan dia.

__ADS_1


" Kabur sebelum Jordan keluar dari kamar ini. Aku harus segera sembunyi agar tidak keharuan olehnya."


Bersambung ❤️


__ADS_2