
Setelah puas jalan-jalan bersama Jeff, Laura kembali diantar pulang ke rumahnya dengan keadaan selamat sentosa tanpa ada satu pun yang terluka. Putih mulus seperti saat mereka pergi tadi.
Tapi ada yang membuat Laura merasa takut ketika melihat bahwa ada mobil kakaknya yang terparkir di halaman rumah mereka saat ini.
"La, apa yang kau lihat" tanya Jeff pada Laura ketika melihat gadis itu yang seperti merasa ketakutan saat ini apalagi ketika melihat mobil yang terparkir di depan mereka. Jeff sendiri menduga bahwa ada tamu yang ditakuti Laura saat ini. Apakah itu mobil kakaknya hingga membuat Laura terlihat ketakutan seperti itu?
"Ini mobil kakak kamu?" Laura menganggukkan kepalanya karena memang itu adalah mobilnya Lucas. Dia tau dan paham betul mobil milik siapa itu.
"Lalu, apa masalahnya? Kamu takut? Jika kamu takut biar aku yang bicara nanti." Lagi dan lagi Jeff menarik tangan Laura begitu saja untuk memasuki rumahnya dan bicara pada keluarganya untuk tidak memarahi Laura karena dia yang mengajak gadis itu pergi keluar.
"Jeff, lebih baik kamu pulang saja dari pada harus menghadapi kak Lucas. Dia bukan orang yang enak diajak bicarakan nanti tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja setelah mengantarkanku, jadi aku mohon pergilah sekarang." Laura berusaha untuk mengusir Jeff dari rumahnya agar laki-laki itu tidak bertemu dengan Lucas.
Tapi bukan Jeff namanya jika dia tidak melawan. Dia bukan laki-laki yang bisa meninggalkan gadisnya begitu saja untuk menghadapi masalnya karena mereka akan menghadapi semuanya bersama.
"Jeff, aku mohon pulanglah. Besok kita akan ada perform, jadi aku mohon pergilah." Laura masih berusaha untuk mengusir Jeff, namun, laki-laki itu tidak mau pergi dari rumah Laura sebelum dia berpamitan pada keluarga gadis itu.
Tepat saat mereka sampai di ruang keluarga, seluruh keluarga Laura sudah menatap ke arah mereka saat ini. Apalagi Lucas, dia menatap adiknya dengan tatapan tajam seolah ingin mengulitinya hidup-hidup.
Sadar akan tatapan Lucas yang seperti itu membuat Jordan langsung mengatakan pada Laura untuk masuk ke dalam kamarnya, Namun, Laura tidak tidak mau pergi karena dia takut jika kakaknya akan berbuat hal buruk pada Jeff.
__ADS_1
Laura tidak khawatir dengan keadaan Jeff, hanya saja dia kasihan jika sampai Jeff menjadi bahan amukan dari kakaknya.
"Masuk sayang, jangan lupa bersihkan diri kamu oke,"
"Tapi Pi-"
"Im oke," bisik Jeff pada Laura hingga membuat Lucas semakin geram untuk itu. Dia takut jika anak perempuan satu-satunya itu mendapatkan perilaku buruk di luar sana.
"Awas kau!" tunjuk Laura pada Jeff dan pergi meninggalkannya begitu saja.
Sedangkan Jeff sendiri berusaha untuk tetap tenang dan menghadapi semua ini. Dia tidak bersalah karena dia membawa Laura pergi tadi dengan berpamitan baik-baik dan batas semuanya jam 10.00 malam. Lalu ini masih jam 10 kurang 15 menit, dia masih memiliki waktu lagi dan dia tidak salah.
"Siapa namamu? kenapa kau berani membawa adikku pergi keluar?" tanya Lucas pada Jeff. Dia takut jika adiknya terjebak dengan dunia malam di luar sana dan itu yang di takutkan olehnya.
"Aku bertanya siapa namamu, bukan nama ayahmu."
"Bukankah itu harus? Aku memperkenalkan diriku sekaligus dengan keluargaku agar anda bisa mencari tahunya dengan begitu mudah. Maaf, jika anda marah karena saya membawa adik anda pergi keluar, tapi Saya tidak melakukan kesalahan Karena saya sudah berpamitan pada papi anda dan beliau mengizinkan saya pergi membawa Laura keluar dengan batas waktu jam 10.00 malam sedangkan ini masih jam 10.00 kurang 10 menit. Saya dan Laura tidak melakukan apa pun di luar sana karena kami hanya pergi ke pasar malam lalu bermain dan membeli makanan. Ini martabak, ada yang manis dan ada yang martabak telur. Aku tidak tau apakah ini enak atau tidak, tapi ini semua Laura yang memintanya. Dia mengatakan bahwa Papa William dan Mama Sarah menyukai martabak manis."
Uhuk...
__ADS_1
William tersedak ketika mendengar apa yang anak muda itu katakan tentangnya. Apalagi dia susah membuka kotak martabak itu lebih dulu dan hampir memakannya. Namun, ketika dia hendak memasukkan martabak manis itu ke dalam mulutnya dia mendengar sesuatu yang keluar dari bibir anak laki-laki itu hingga membuatnya tidak jadi memakan martabaknya.
"Kenapa harus aku?" tanya William ketika mengetahui alasan Laura membelikan martabak manis itu untuk dirinya.
"Aku tidak tau, tapi memang itu yang Laura katakan jadi saya hanya menurutinya saja. Saya juga mau mengatakan maaf karena telah membawa Laura keluar. Kamu hanya pergi ke pasar malam dan jajan, lalu pulang karena Laura bilang bahwa kamu akan perform besok. Jadi kamu harus pulang dan banyak istirahat." Jordan paham betul dengan apa yang Jeff katakan. Dia tau jika anak laki-laki ini tidak bersalah dan tidak melakukan kejahatan apa pun dengan putrinya maka dia menyuruhnya untuk pulang saat itu juga.
"Terima kasih, kamu bisa pulang karena besok kamu kan sekolah. Besok tolong jemput Laura ya, karena kami tidak ada yang bisa mengantarnya."
"Ada Marcel Pi," sahut Lucas yang tidak setuju dengan apa yang papinya katakan namun dengan cepat pula Jordan menendang kaki putranya agar tidak mengatakan hal seperti itu lagi karena Lucas bisa saja menghancurkan rencananya nanti.
"Tidak, besok Marcel ada kegiatan maka dia tidak bisa bersama Laura, jadi biarkan saja Jeff yang menjemputnya. Oke, kamu bisa bukan?" Jordan sengaja mempermainkan kedua alisnya untuk menerima kode pada Jeff hingga membuat anak laki-laki itu mengerti dan langsung berpamitan.
Setelahnya Lucas baru bicara pada papinya tentang semua ini. Apa maksud papinya ini. Jangan bilang jika papinya merencanakan sebuah perjodohan untuk adiknya nanti.
"Yes, apa yang kamu pikirkan itu benar, jadi mulai sekarang papi harus berusaha untuk mendekatkan mereka agar semakin dekat dan mudah untuk memiliki perasaan. Jadi mari kita tutup pembicaraan malam ini dsn pergi ke kamar kalian di atas. Pembantu sudah membersihkannya karena kalian akan menginap. Ingat, jika mau berperang jangan lupa hidupkan peredam suaranya agar tidak kedengaran ke luar seperti suara-suara laknat dari kamar tetangga sebelah."
Byur...
Air di mulut William keluar begitu saja setelah Jordan mengatakan hal itu hingga membuatnya tersedak.
__ADS_1
"Sudahlah, jangan bingung. Aku tidak bermaksud untuk menguping, hanya saja aku tidak sengaja mendengarnya lalu-"
"Kau semakin mendengarkannya bukan? dasar bangsat!" umpat Sarah pada Jordan.