Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Menjauh


__ADS_3

William dan Sarah menata penuh aneh pada sepasang suami yang terlihat tidak bertegur sapa saat ini.


Melihat seperti itu membuat William dan Sarah hanya bisa diam saja karena mereka tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Setelah makan malam selesai, William dan cara lebih memilih untuk menemani mami Sofia bersama dengan Lucas.


"Uncle, kenapa mau mami dan papi terlihat sedang bermusuhan?" tanya Lucas pada William karena melihat kedua orang tuanya yang sedang berjauhan seperti itu. Terlihat dengan jelas bagaimana ****** yang pergi meninggalkan sang mami setelah jam makan malam selesai.


Begitu juga dengan mami Sofia dia penasaran apa yang terjadi pada anak dan menantunya ini hingga mereka berdua terlihat saling berjauhan seperti itu.


"Uncle jika tidak mengetahui apa yang terjadi pada mami dan papi kamu, tapi yang pasti mereka bisa menyelesaikannya dengan baik. Jadi kita lihat saja nanti oke," Lucas menganggukkan kepalanya karena dia menurut saya pada Uncle William.


Sarah sendiri merasa benar sendiri dan dia sampai mencubit kedua pipi Lucas karena terlalu merasa gemas.


"Sayang, jangan mencubitnya seperti itu. Dia bisa sakit nanti. Pipi Lucas sangat sensitif sayang," tegar William pada istri karena memang dia mengetahui dengan jelas bagaimana kondisi kulit Lucas karena memang mereka selalu bersama sejak kecil.


"Hah? benarkah kulitnya sangat sensitif? maafkan mama Sarah sayang, mama tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja Mama terlalu merasa gemas dengan kamu apalagi dengan rambut pirang kamu ini. Astaga, entah kapan aku bisa memiliki anak setampan Lucas."


"Kita akan memiliki nanti sayang dan kamu tenang saja bahwa anak kita bisa lebih tampan dari Lucas. Kamu lihat saja aku pun jauh lebih tampan daripada Jordan." jawab William karena memang itu kenyataannya.


Dia merasa bahwa dia jauh lebih tampan daripada saudaranya itu. Mereka terus aja berbicara ke sana kemari tanpa terasa bahwa jatuh tidak menunjukkan pukul 21.00 malam dan itu artinya mereka sudah harus beristirahat.

__ADS_1


Semuanya membubarkan diri, begitu juga dengan Jordan yang keluar dari ruangan kerjanya saat jam sudah menunjukkan pukul 23.00 malam.


Saat masuk ke dalam kamarnya, kamar itu sudah sunyi, senyap dan gelap.


Langkahnya berjalan dengan perlahan karena tidak ingin mengganggu sang istri, namun dia salah karena istrinya sama sekali belum tidur.


"Jika tidak ingin bertemu denganku lagi jangan masuk ke kamar ini. Tidur saya di ruangan kerja kamu jika memang tidak ingin bertemu denganku." ucap Dara ketika mengetahui bahwa suaminya yang sudah masuk ke dalam kamar mereka saat ini.


Dia sama sekali belum meminjamkan matanya karena dia tahu bahwa Jordan sedang marah padanya hanya karena dia yang mempertanyakan tentang keberadaan Antoni.


"Aku lelah, aku ada pertemuan penting besok pagi jadi aku harus istirahat dengan cepat."


"Terserah!" jawab Dara dan ketika pria itu naik ke atas tempat tidur mereka.


Jordan sendiri juga tidak mengetahui di mana keberadaan pria itu setelah dia membuangnya dan dia tidak peduli sama sekali dengan pria itu karena menurutnya itu tidak penting sama sekali.


Tapi apa daya jika Dara yang terus bertanya seperti itu hingga membuatnya kesal.


Pagi harinya pun seperti itu, jika biasanya Dara bangun lebih untuk menyiapkan pakaian kerja suaminya maka tidak dengan kali ini. Dia bangun kesiangan karena menunggu pria itu untuk masuk ke dalam kamar mereka tadi malam.


Sedangkan joran sendiri langsung berangkat ke Singapura karena dia ada pertemuan penting hari ini dan meninggalkan William di sini untuk mengurus pekerjaannya.

__ADS_1


Saat Dara turun ke bawah untuk sarapan, dia sedang tidak mendapati suaminya yang berada di rumah dan dia tahu bahwa pria itu sudah pergi bekerja.


"Jordan harus pergi ke Singapura pagi ini karena dia harus menghadiri pertemuan penting. Dia sudah pamit denganmu bukan?" Dara hanya menganggukkan kepalanya saja dan tidak ingin menanggapi lebih dengan semua ini karena dia tahu bahwa keluarganya juga tahu apa yang terjadi pada mereka saat ini.


"Dalam hubungan rumah tangga sudah terbiasa adanya pertengkaran pertengkaran kecil seperti ini tapi jangan pula sampai membuat cinta kalian tergoyahkan hanya karena hal sepele seperti ini. Alangkah salah satu dari kalian mengalah dan mencoba untuk menerima semua kenyataan. Terkadang meminta maaf itu bukan menandakan seseorang yang salah tapi kata maaf itu menandakan bahwa seseorang itu mengakhiri semuanya dan tidak ingin memperpanjang lagi dengan masalahnya, jadi saran mami hubungi suami kamu dan katakan kamu mencintainya. Mami yakin saat mendapatkan pesan dari kamu Jordan akan salah tingkah dan langsung melupakan pertengkaran di antara kalian. Percaya pada mami." terlihat Dara yang menghela nafasnya dengan berat, dia lebih memilih untuk sarapan dan menghabiskan makanannya karena tidak ingin memperpanjang permasalahan di antara mereka berdua.


Sarah sendiri langsung mengambil alih beberapa obat yang memang sudah didapatkan dari rumah sakit kemarin dan dia langsung memberikannya pada ibu mertuanya.


"Mami harus minum vitamin ini untuk menjaga stamina tubuh mami. Bukankah mami ingin tetap segar di usia senja?" tanya Sarah dengan sengaja mengedipkan matanya memberiku daripada ibu mertuanya untuk tidak mengatakan hal apapun lagi karena mereka menjaga perasaan ibu hamil itu.


Dara mendapatkan ujian dalam pernikahannya dan mereka tidak mungkin membebani pikiran Dara jika dia sampai mengetahui bahwa mami Sofia mengidap penyakit kanker.


"Oh terima kasih Sarah, betapa bahagianya mami memiliki menantu seorang dokter dan yang satu lagi pandai memasak. Astaga, bahagia sekali hidup mami di masa tua seperti ini memiliki menantu cantik-cantik seperti kalian ini. Semoga kalian selalu dalam berkat Tuhan." kedua menantunya menganggukkan kepala mereka ketika mendapatkan doa dari sang ibu mertua.


Dara coba terlihat sangat bahagia bisa memiliki saudara ipar seperti Sarah yang begitu baik dan perhatian. Setidaknya tidak lagi merasa kesepian di rumah ini karena sudah memiliki teman walau Sarah juga harus bekerja.


"Setelah ini ayo kita menonton film bersama, bukankah Sarah libur hari ini?"


"Benarkah?" tanya Dara dengan antusias ketika mengetahui bahwa saudari iparnya libur bekerja hari ini.


"Benar, jadi ayu ajari aku untuk belajar memasak karena aku ingin mengantarkan bekal siang untuk suamiku nanti. William bilang, malam minggu itu sering sekali memuji masakan jadi aku ingin belajar dengan. Nanti jika berhasil aku akan memberikanmu ice cream, bagaimana?"

__ADS_1


"Oke," jawab Dara antusias karena dia meras bahagia dengan kehadiran Sarah di rumah ini.


__ADS_2