Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Bangun Pagi


__ADS_3

Setelah makan malam tadi, Laura dan Jeff langsung tertidur karena memang merasa sangat lelah sekali dengan perjalanan menuju New York. Sangking lelahnya mereka, keduanya sampai tidak sadar jika saat ini saling memeluk satu sama lain.


Pagi harinya, Laura sudah terbangun lebih dulu dan dia merasa ada yang aneh saat ini. Tangannya seperti memegang sesuatu yang keras dan padat, dia sangat yakin jika itu bukan bantal guling yang semalam di peluknya. Setelah mengumpulkan semangatnya dia baru membuka matanya dan betapa kagetnya dia ketika melihat apa yang dipeluknya saat ini.


"Ahk ...!" teriak Laura saat dia sadar siapa yang dipeluknya.


Begitu juga dengan Jeff yang langsung terbangun ketika mendengar Laura berteriak.


"Hey, ada apa?" tanya Jeff yang merasa heran karena Laura berteriak seperti itu. Di takut jika terjadi sesuatu pada istrinya.


"Ada apa kamu bilang? kamu, kamu yang menjadi masalahnya. Bukankah tadi malam kita sudah membatasinya dengan guling lalu kenapa bisa kamu memelukku seperti itu?" tanya Laura yang terus menyalahkan Jeff. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah dia yang datang memeluk pria itu. Bukan malah sebaliknya.

__ADS_1


"Aku memelukmu? Apa aku harus menjelaskannya jika yang memelukku lebih dulu itu adalah kamu? Kamu yang mengigau memanggil mami kamu, lalu tanpa sadar kamu malah membunuhku. Apa kamu tau bagaimana rasanya menahan sesuatu yang tidak bisa tersalurkan?" Laura masih terus menata barang pada suaminya yang mengatakan hal seperti itu. Apanya yang tidak tersalurkan?


"Halah, sudahlah. Di jelaskan pun percuma karena kamu tidak akan mengerti. Intinya kamu harus tahu bukan aku yang memeluk kamu. Tapi Kamu sendiri yang mendatangiku, oke!" Jeff menyibakkan selimutnya lalu pergi ke kamar mandi. Sedangkan Laura sendirian aja memikirkan apa yang suaminya katakan. Apa benar jika dia yang memeluk tubuh suaminya?


Dia menatap kedua tangannya, dan pikirannya terus saja melayang-layang memikirkan bagaimana keintiman mereka berdua. Membayangkan hal itu membuat Laura langsung menggeleng-gelengkan kepalanya karena tiba-tiba saja pikiran kotor menghantuinya. Dia mulai memikirkan bagaimana jika dirinya dan Jeff melakukan hal tersebut. Making Love, hal yang sudah sah mereka lakukan karena saat ini mereka sudah menikah. Bahkan di keluar sana juga banyak yang melakukan hal tersebut tanpa adanya ikatan suci pernikahan. Just one night stand, atau memang kebutuhan birahi mereka saja.


"Astaga, aku bisa gila jika terus memikirkan hal seperti ini. Lagi pula aku takut melakukan hal itu walau sudah menikah, tapi tetap saja rasanya aneh. Entahlah, semoga saja Jeff tidak memintanya dengan cepat. Aku akan menyerahkan seluruh hidupku padanya jika aku benar-benar sudah siap untuk melakukannya. Tapi tidak untuk saat ini," kata Laura.


"Maaf, siapa ya?" tanya Laura pada wanita tersebut saat dia datang ke dapur.


Wanita tersebut langsung menghentikan kegiatannya dan menghampiri Laura, selalu mengenalkan siapa dirinya.

__ADS_1


"Saya Mirna non, pembantu yang di siapkan tuan Erlan. Saya baru sampai tadi malam dan saya ketiduran. Maaf, tadi malam saya tidak bisa menyambut kedatangan non Laura dan juga den Jeff," ucapnya yang merasa bersalah. Padahal dia sudah sampai lebih dulu dari pada pasangan suami istri tersebut. Tapi, karena dia kelelahan maka dia tertidur dan tidak bisa menyambut kedatangan mereka berdua.


"Oh tidak masalah. Tadinya saya mau masak, tapi udah ada ibu, jadi saya masuk kamar dulu ya buk. Nanti kapan-kapan saya juga mau belajar masak. Tapi nanti sih," Laura tertawa kecil dan hanya di tanggapi dengan senyuman saja oleh buk Mirna.


"Permisi buk," Laura pun kembali ke kamarnya . Saat dia masuk ke dalam kamarnya, dia melihat Jeff yang menurunkan handuknya begitu saja hingga membuat Laura kembali berteriak dan kth membuat Jeff yang mendengar teriakan tersebut langsung kembali menarik handuknya yang sudah jatuh di bawah.


"Kenapa suka sekali berteriak?" Jeff mulai kesal dengan istrinya yang terus saja berteriak seperti itu.


"Kamu yang salah! Kenapa sembarangan saja menurunkan handuknya" Laura tidak terima di salahkan begitu saja oleh Jeff. Dia tidak salah sama sekali karena yang salah itu Jeff.


"Apanya yang sembarangan? lagi pula aku berganti pakaian di dalam kamar bukan di jalan raya. Apa masalahnya, cepat atau lambat kamu harus memulai membiasakan diri dengan semua ini. Kita sepasang suami istri jadi sah-sah saja jika melakukan hal seperti ini. Jangan terlalu heboh hanya karena hal sepele. Baru melihatku pakai celana dal*m saja kamu sudah heboh. Lalu bagaimana jika melihat benda mati yang bisa hidup!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2