Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Belajar


__ADS_3

Mendengar suara langkah kaki kakaknya membuat Laura sudah bersiap untuk menerima hukuman dari pria itu.


Brak!


Laura terkejut ketika kakaknya melemparkan sebuah buku ke meja hingga membuatnya merasa ketakutan.


"Kerjakan itu dalam waktu 25 menit." titah kakaknya hingga membuat Laura menatap dengan tatapan memelas pada kakaknya.


Namun Lucas sama sekali tidak ingin menatap adiknya karena dia tidak ingin merasa kasihan dengan adiknya. Lucas sengaja melakukan hal ini agar Laura bisa lebih giat lagi dalam belajar.


"Kakak..."


"Tidak Laura! kerjakan saja soal itu jika kamu bisa menyelesaikannya lebih cepat, maka lebih cepat pula kamu keluar dari tempat ini. Jadi kerjakan saja semuanya dengan cepat Laura." ucap Lucas hingga membuat Laura mau tidak mau menyelesaikan tugas dari sang kakak.


Sedangkan Lucas sendiri, dia sibuk dengan pekerjaannya saat ini tapi matanya tetap mengawasi setiap gerak-gerik adiknya yang mencurigakan.


"Jika kamu menjumlahnya dalam bilangan bulat, maka buat juga pecahan dari bilangan bulat yang kamu dapatkan itu." ucap Lucas tanpa ingin melihat ke arah adiknya.


Laura sendiri langsung menghempaskan ponselnya begitu saja ketika mendengar kata-kata yang keluar dari mulut kakaknya. Jika sudah begini maka Laura harus bisa mengeluarkan kekuatan terpendamnya untuk menyelesaikan semua soal itu.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar kedua orang tuanya, sepasang suami istri itu sedang memikirkan bagaimana nasib Putri mereka yang berada di ruangan kerja Lucas. Melihat Laura yang kesulitan seperti itu membuat mereka juga tidak tega, tapi jika pun mereka ingin menolong Laura itu sama saja mereka bunuh diri karena itu akan membuat Lucas marah.


Jordan mengerjakan kekhawatiran istrinya tapi mereka juga tidak bisa menolong Laura karena apa yang Lucas lakukan itu untuk kebaikan adiknya. Jadi biarkan saja putra mereka itu mengajari adiknya.


"Sayang, apakah kamu yakin jika Laura bisa menyelesaikan semua soal yang diberikan kakaknya? " tanya Dara ada suaminya para jamak ajarkan keadaan putrinya yang sedang belajar bersama Lucas.


"Dara, percayalah bahwa Lucas bisa menangani Laura. Jika bukan Lucas yang mengalirnya lalu siapa lagi? Laura hanya takut dan bisa belajar dengan kakaknya, bahkan profesor sekalipun tidak bisa mengajarinya dengan baik. Tapi jika bersama kakaknya, dia bisa melakukan semua itu dengan begitu baik." jawab Jordan.


Dara sendiri kembali memikirkan semua itu karena apa yang suaminya katakan itu memang benar bahwa hanya Lucas yang bisa mengajari Laura dengan baik. Jika bukan Lucas maka tidak ada lagi yang bisa mengajari Putri mereka.


"Baiklah, jika seperti itu. Aku berharap bahwa Putri kita benar-benar bisa belajar dengan baik bersama kakaknya. Entah bagaimana lagi cara mengajari Laura. Dia tidak bodoh, hanya saja sifat malasnya itu yang membuat aku kesal setiap kali mendapatkan pesan whatsapp dari gurunya bahwa Laura mendapatkan nilai 4 atau 5. Aku tidak berharap banyak jika putriku bisa mendapatkan nilai yang tinggi, setidaknya Laura bisa mendapatkan nilai rata-rata saja itu sudah jauh lebih baik." ucap Dara pada suaminya.


"Tapi, bukankah usia putra kita sudah cukup dewasa? apa dia belum bercerita dengan kamu apakah dia memiliki wanita pujaan atau tidak? apa kita jodohkan saja dicas dengan salah satu Putri rekan kerja kamu?" Jordan langsung menatap ke arah istrinya ketika dia mendengar apa yang wanita itu katakan.


Menjodohkan Lucas adalah hal yang sangat mustahil karena putra mereka itu sangat dingin. Bahkan dengan sekretarisnya saja pun dia tidak pernah menaikkan pandangannya.


Dia tidak terlalu suka bertatapan dengan seseorang apalagi itu berlawan jenis. Entahlah, Jordan tidak tau harus bagaimana menyikapi putra mereka.


"Aku malah pernah menemukan buku tuntunan sholat umat muslim. Apa Lucas menyukai seorang wanita muslim?" tanya Dara pada suaminya.

__ADS_1


Mendengar membuat Jordan kembali berpikir bahwa Lucas memang menyukai seorang wanita muslim. Dia juga mengetahui dengan jelas jika seorang pria muslim dilarang dan diharamkan bertatapan dengan seorang wanita agar tidak melakukan zina mata.


"Bagaimana jika memang Lucas menyukai seorang wanita muslim?" tanya Dara lagi yang mulai resah dengan semua ini.


Sementara Jordan sendiri, dia hanya bisa memasrahkan semua itu pada putranya karena mereka sudah berjanji bahwa mereka tidak akan pernah memaksakan kehendak mereka terhadap anak-anak mereka. Jadi jika suatu saat Lucas mengatakan bahwa dia menyukai dan mencintai seorang wanita muslimah kejar dan tidak akan melarangnya. Bahkan putranya ingin masuk ke agama wanita itu pun dia tidak akan pernah melarangnya.


"Aku tidak tahu apa yang akan kita lakukan nantinya tapi jika memang putra kita mencintai wanita itu maka sebagai orang tua kita harus. Apapun agama dari wanita itu aku akan tetap menyetujuinya jika memang itu yang terbaik bagi putraku. Setidaknya Lucas mencintainya dan wanita itu juga mencintai Lucas, jadi ada yang salah dengan semua itu." jawab Jordan.


Jawaban dari suaminya membuat Dara sebagai seorang istri dan ibu untuk anak-anak nya hanya bisa pasrah untuk semua itu.


Setidaknya dia bisa merasa tenang karena suaminya tidak menentang semua itu yang nantinya bisa membuat hubungan antara anak dan orang tuanya hancur karena hal seperti itu


"Sudah ayo istirahat. Nanti kita akan membicarakan hal ini lagi dengan Lucas. Jika memang dia menyukai wanita itu maka aku akan menerima untuk langsung melamar wanita itu."


"Aku mohon jangan pernah membebani anak-anak kita dengan peraturan itu. Siapa pun jodoh yang mereka pilih nanti, apapun agama yang mereka anggap jika memang mereka mencintai anak-anakku maka aku akan merasa diri mereka. Aku akan merestui anak-anakku untuk memilih pasangan hidup mereka jika memang itu yang terbaik." Jordan menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang istrinya katakan karena memang itu yang diinginkannya.


Siapa pun pasangan hidup yang akan dipilih anak-anaknya maka mereka hanya bisa merestuinya sebagai orang tua karena Restu orang tua adalah yang terbaik dalam hidup.


"Sudah, ayo tidur. Percayalah bahwa aku tidak akan pernah membebani apapun pada anak-anaknya. Mereka berhak memutuskan apa yang menjadi keinginan mereka tapi harus sesuai dengan kriteria kita. Sebagai orang tua aku hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anakku karena di dunia ini tidak ada orang tua yang menginginkan hal buruk bagi anak-anaknya begitu juga dengan diriku. Jadi apapun yang menjadi pilihan mereka maka aku akan merestuinya dan aku akan menyetujuinya. Aku tidak akan pernah menentang mereka dengan pilihan mereka sendiri asal memang pilihan mereka itu baik maka aku akan setuju." jawab Jordan.

__ADS_1


__ADS_2