
Hari ini Dara masih berada di rumah Jordan entah sampai kapan. Dia sedang menemani Lucas bermain di taman bersama dengan Mami Sofia.
Banyak hal yang mereka bicarakan saat ini dari mulai awal perkenalan Jordan dengan Anisa mantan istrinya yang telah meninggal dengan perbedaan agama di antara mereka berdua.
" Sebelum meninggal, Anisa telah menulis surat seolah dia sudah merasakan bahwa dia akan pergi meninggalkan Jordan dan juga anak mereka. Lucas adalah anak yang luar biasa dan dia tidak pernah mengeluh dalam keadaannya dan tidak memiliki ibu. Apa sebuah cerita yang sangat menyedihkan?" Tanya Mami Sofia.
" Jangan diceritakan jika ada menyedihkan Mi. Lagi pula Dara merasa tidak pantas untuk mendengarkan cerita ini." Ucap Dara.
Entah mengapa rasanya dia tidak pantas untuk mendengarkan semua cerita tentang kehidupan Jordan yang menurutnya menyedihkan sekali. Apalagi Lucas yang tumbuh tanpa dampingan seorang ibu.
__ADS_1
" Setidaknya biarkan Mami melepaskan rasa sesak di dada dan selama ini Mami tahan. Jordan sempat terpuruk selama hampir satu tahun. Dia kehilangan arah dan perusahaannya hampir saja bangkrut. Dia merasa bahwa dialah penyebab dari semuanya. Kematian Anisa karena dirinya dan beruntung ajaran bisa bangkit karena dia harus membesarkan anaknya. Satu-satunya yang membuat Jordan sadar adalah saat pertama kali melihat Lucas berjalan. Saat itu Lucas bisa berjalan di usianya yang memasuki 11 bulan dan saat itu juga Jordan sadar. Semangat hidupnya kembali membara, Jordan ingin membesarkan putranya tanpa kekurangan apapun termasuk kasih sayang darinya. Dia berusaha menjadi orang tua tunggal yang hebat untuk putranya. Bahkan hingga saat ini dia tidak mengetahui jika Mami selalu melihatnya yang meneteskan air matanya saat melihat Lucas tertidur. Hati ibu mana yang tidak hancur ketika melihat putranya terpuruk seperti itu Dara?" Air mata Mami Sofia menetes tanpa di sadarinya hingga membuat Dara berusaha untuk mengusapnya dengan jari-jari lentik miliknya.
" Aahhh...aku menangis ya?" Mami Sofia berusaha untuk terlihat baik-baik saja di depan Dara namun dia tidak bisa.
Rasa sakit akan kehilangan yang dirasakan Jordan benar-benar sangat membekas di ingatannya.
" Seorang ibu akan menangis untuk anaknya di saat dia melihat anaknya dalam keadaan hancur Mi. Aku pernah merasakannya dan aku sangat menyesal untuk itu. Tidak seharusnya aku menceritakan apa yang aku rasakan pada ibu. Andai saja saat itu aku--"
Dia ingin Dara benar-benar bisa memilih Jordan. Setidaknya Jordan bisa membahagiakan dirinya karena Mami Sofia tahu bahwa putranya itu benar-benar mencintai Dara.
__ADS_1
" Waktunya tinggal dua Minggu lagi bukan?" Tanya Mami Sofia yang mengingatkan tentang perjanjian mereka.
Dara bahkan lupa bahwa semuanya sudah berjalan.
" Apa kamu tau? bahkan Mami baru menyadarinya bahwa tepat satu bulan perjanjian kita nanti, itu adalah hari ulang tahun Jordan dan seminggu sebelumnya ulang tahun Lucas. Apa kamu tidak berpikir bahwa Tuhan telah mentakdirkan kalian untuk bersama?"
" Dara takut Mi, Dara takut jika Dara tidak bisa sembuh dari kelumpuhan ini dan Dara menjadi beban untuk Jordan. Dia pantas mendapatkan wanita yang lebih dari Dara." Jawabnya yang merasa tidak percaya dengan dirinya sendiri.
" Jika kamu mengatakan bahwa Jordan bisa memiliki wanita yang lebih dari kamu di luar sana maka mami akan mengatakannya iya. Banyak wanita-wanita di luar sana yang menginginkan posisi kamu saat ini. Tapi apa Jordan bisa mencintai mereka seperti dia mencintai kamu? mami rasa tidak! Jordan bisa sembuh dari trauma bayinya dan hidupnya saat ini jauh lebih bahagia dari hidupnya di Madrid dan itu semua karena kamu Dara!"
__ADS_1
Bersambung ❤️