Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Keluarga


__ADS_3

Melihat Jordan yang baru saja pulang ke rumahnya membuat Dara langsung menghampiri pria itu karena dia merasa bahwa saat ini papinya Lucas sedang tidak baik-baik saja.


Banyak hal yang tengah di pikirkan Jordan dan salah satunya adalah Dara. Bagaimana caranya dia mengatakan pada Dara bahwa keluarga meminta hak bagian atas rumah yang masih di bangun olehnya untuk Dara.


" Ada apa? kenapa kamu terlihat banyak pikiran seperti itu? apa memang banyak hal yang sedang kamu pikirkan saat ini?" Tanya Dara yang menghampiri Jordan.


Pria itu lalu terbangun saat mendengar suara wanita yang dikenalinya karena itu sudah pasti Dara.


" Apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?" Tanya Jordan.

__ADS_1


Entah mengapa rasanya dia harus membicarakan hal ini langsung dengan Dara. Walau bagaimanapun wanita ini harus mengetahui bagaimana target keluarganya.


" Apa?" Tanya Dara.


Melihat reaksi dari Jordan membuat Dara merasa khawatir saat ini. Dia takut jika ada sesuatu yang sangat penting yang ingin disampaikan oleh Jordan padanya.


" Kemarin Antoni datang ke rumah mu yang sedang ku bangun dan dia mengatakan bahwa ada uangnya di sana. Aku sudah mengatakan padanya jika memang dia memiliki hak atas rumah itu maka aku akan menggantinya tiga kali lipat dari apa yang telah diberikannya. Lalu hari ini masalah baru kembali hadir. Keluarga mu juga datang ke sana dan mereka meminta hak atas bagian mereka di rumah itu. Katakan pada ku Dara, bagaimana silsilah rumah itu agar aku mengetahuinya. Agar aku juga bisa membelamu dari keluargamu dan juga mantan suamimu. Manusia-manusia seperti mereka tidak pantas di perlakukan dengan baik." Ucap Jordan.


Jordan yakin dan berani bertaruh jika dalam sekali kedipan matanya saja, air mata itu akan jatuh membahasi pipi Dara.

__ADS_1


" Dara..." Panggil Jordan ya measa panik ketika melihat reaksi Dara yang seperti itu.


" Bawa aku pada mereka karena aku ingin bicara. Mereka telah begitu banyak meninggalkan luka dalam diriku dan bagaimana bisa saat ini mereka mengatakan bahwa mereka menginginkan hak atas rumah tempat di mana ibuku tinggal selama ini. Jika itu soal Antoni, dia memang pernah memberikan ibu ku uang 150 juta untuk merenovasi rumah itu dan membangun mini garden yang telah kamu hancurkan itu. Lalu jika saudaraku, mereka tidak ada hak apapun atas semua itu karena itu benar-benar uang dari ibu dan masa kerjaku selama aku belum menikah. Aku bekerja keras untuk bisa mencicil rumah itu hingga lunas jadi mereka tidak berhak atas rumah itu kecuali Mas Antoni yang memberikan ku uang 150 juta untuk taman itu." Kedua tangan Jordan terkepal erat saat dia mendengar bahwa Dara masih memanggil Antoni, pria bajingan itu dengan tutur kata yang sangat lembut.


Mas Antoni, rasanya ingin sekali Jordan menghantamkan kepalanya ke tembok agar dia tidak merasa cemburu dengan Dara yang memanggil makhluk pribumi itu dengan panggilan yang sangat menyayat hati Jordan.


" Saat dia telah begitu banyak menggoreskan luka di hatimu kenapa kau masih memanggilnya dengan panggilan Mas Antoni? sebenarnya terbuat dari apa hati mu itu Dara? kenapa kamu bisa setulus dan seluar biasa ini. Pria yang kau sebut tadi tidak pantas mendapatkan apapun dari mu selain rasa benci." Ucap Jordan yang merasa marah dengan Dara.


" Tidak semua hal bisa di lupakan dengan begitu mudah. Bahkan saat kau tergores dengan pisau dan berdarah, kau membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka sayatannya. Lalu bagaimana dengan hati ku? aku juga membutuhkan waktu untuk kembali menyembuhkan hati ku Jordan."

__ADS_1


Bersambung ❤️🚴‍♀️


__ADS_2