Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Sidang tersangka


__ADS_3

Pagi harinya setelah Lucas pergi ke sekolahnya, mami Sofia sedang menyidang anak dan menantunya yang telah kedapatan melakukan hal yang tidak tidak tadi malam.


Sadar akan tatapan maminya yang ingin menelannya hidup-hidup Jordan yakin bahwa ada yang diketahui oleh wanita berambut putih itu. Jika tidak, maka wanita itu tidak akan menatap mata jam seperti ini.


"Mi,"


"Diam!" sentak mami Sofia saat pertama kali mendengar panggilan dari putranya.


Jordan sendiri tidak berani mengatakan hal apapun lagi karena dia tahu bahwa saat ini manusia tidak bisa diajak bicara baik-baik karena yang ada di dalam diri wanita itu hanya api yang membara dan apa itu siap membakarnya hidup-hidup sebentar lagi.


"Mami, kenapa mami seperti ini?" tanya Dara yang belum mengetahui apa yang terjadi pada ibu mertuanya hingga membuat wanita itu terlihat sangat marah.


"Jangan bertanya apapun lagi pada mami kenapa mami bisa seperti ini karena yang membuat mami marah adalah kalian berdua!"


"Kami? memangnya apa yang telah Dara dan suami Dara lakukan Mi?" tanya Dara karena dia benar-benar tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya saat ini.


"Ya, kalian!" tunjuknya pada anak dan menantunya saat ini sementara Jordan sendiri hanya bisa pasrah saja karena dia sudah mengerti apa yang terjadi saat ini.


"Iya memangnya kenapa mi?" Dara terus saja bertanya pada ibu mertuanya karena dia belum mengerti apapun hingga saat ini.


"Kalian berdua, kalian benar-benar tidak bisa dibiarkan begitu saja. Apa yang kalian lakukan di malam hari. Jam 2 pagi Dara, jam 2 pagi mami mendengar suara ******* dari seorang pria dan rasanya itu sangat menyebalkan sekali. Jika aku tidak sabar, maka akan aku ledakan kamar kalian berdua karena kalian benar-benar sangat menggangguku."


Duar...


Dara benar-benar merasa malu saat ini karena dia sudah ketahuan oleh ibu mertuanya. Dara dan Jordan seperti sepasang kekasih yang terciduk telah melakukan hal mesum dan itu diketahui oleh orang tua mereka sendiri.


"Mami, a-apa mami mendengar semuanya?" tanya Dara yang takut dengan semua ini.

__ADS_1


"Ya, mami mendengar segalanya dan rasanya aku benar-benar ingin meledakkan kepala putraku sendiri agar dia tau bahwa apa yang dia lakukan terhadapmu adalah-"


"Dara yang memintanya mi,"


"What?!" pekik mami Sofia ketika mendengar apa yang menantunya katakan bahwa memang dia menginginkannya bukan putranya.


"Katakan itu sekali lagi Dara, katakan jika itu bukan kau yang memintanya." Dara menggelengkan kepalanya karena memang dia yang menginginkan semua ini, bukan suaminya.


"Iya mi, Dara yang menginginkannya bahkan Dara yang lebih dulu meminta hal itu pada Jordan hingga kami berdua benar-benar melakukannya bersama." jawab Dara lagi yang berusaha untuk mengatakan pada mami mertuanya karena memang dia yang meminta hal itu pada suaminya bukan suaminya ya pak minta hal itu padanya.


Seumur-umur, ini adalah pertama kalinya Dara yang memintanya lebih dulu pada Jordan karena dulu pun Antoni lah yang memintanya untuk naik ke atas tubuhnya.


"Astaga, aku juga tidak percaya ini semua Tuhan. Aku benar-benar tidak percaya bahwa menantuku yang lugu dan baik hati ini meminta hal seperti itu pada suaminya lebih dulu. Oh my God, kepalaku ingin pecah saat ini." ucap mami Sofia yang merasa bahwa kepalanya pusing memikirkan semua ini.


"Mami, apa yang terjadi?"


"Apa ini ada pengaruhnya dengan kehamilan Dara? jika iya, aku tidak tau lagi harus mengatakan apa. Bisa-bisanya dia ngidam hal seperti itu. Tapi biarlah, setidaknya ngidamnya tidak merepotkan banyak orang." ucap mami Sofia lagi.


Sementara di meja makan tadi, Dara dan Jordan masih saja memikirkan apa yang terjadi pada mereka.


Terutama Dara sendiri, dia sangat malu dengan apa yang telah terjadi pada mereka berdua tadi malam.


"Sudahlah sayang, jangan terus memikirkan hal itu lagi. Lagi pula kita melakukannya berdua jadi tidak masalah. Sekarang aku harus berangkat ke kantor dulu, karena selama sebulan penuh aku harus bekerja keras karena William libur panjang dan bahkan saat ini saja sudah tidak bisa dihubungi lagi begitu juga dengan nomor ponsel istrinya." ucap suaminya dengan kesal.


Dia benar-benar merasa kesal dengan William yang sudah tidak bisa dihubungi lagi karena mungkin pria itu sudah membawa istrinya pergi berjalan-jalan berlibur keliling dunia.


"Sudahlah, aku harus pergi sekarang. Love you sayang."

__ADS_1


Cup...


Jordan mengecup kening istrinya sebelum dia benar-benar pergi bekerja.


Dara sendiri melepas kepergian suaminya dan dia kembali ke kamarnya untuk menonton drama kesukaannya dan setelahnya baru dia akan menjalani senam ibu hamil.


Sedangkan di dalam pesawat saat ini, William dan Sarah benar-benar merasa bahagia karena mereka akan menikmati kebersamaan setelah pernikahan mereka kemarin.


"Astaga, aku benar-benar wanita kuno." ucap Sarah karena ini adalah pertama kalinya dia menaiki pesawat pribadi dan itu bersama suaminya.


Dia tidak menyangka jika suaminya sekaya itu. William menyewa pesawat pribadi hanya untuk berlibur dengan yang seperti ini dan itu sangat luar biasa sekali bagi Sarah.


"Kamu mengeluarkan banyak uang hanya untuk menyewa pesawat pribadi seperti ini sayang, bukankah itu terlalu berlebihan?" tanya Sarah pada suaminya karena dia berpikir bahwa William menjawab sangat pribadi ini tanpa di ketahui olehnya jika pesawat pribadi ini adalah milik William sendiri.


"Kenapa kamu tersenyum seperti itu?" tanya Sarah ketika dia melihat bahwa suaminya yang tersenyum-senyum seperti itu.


"Tidak ada, hanya saja pemikiran kamu terlalu jauh sayang. Ini bukan pesawat hasil menyewa, tapi ini pesawat pribadi milikku. Milik kita berdua sayang." ucap William yang membuat kedua bola mata Sarah langsung membulat sempurna ketika mendengar apa yang suaminya katakan.


Hanya dengan memikirkan William menyewa pesawat pribadi ini saja sudah membuatnya pusing lalu apa lagi ini? ternyata pesawat pribadi ini adalah milik suaminya sendiri.


"Kamu yakin ini milik kamu?" tanya Sarah yang masih tidak percaya dengan apa yang suaminya katakan.


Anggukkan dari kepala suaminya membuat Sarah semakin tidak habis pikir dengan semua ini.


"Astaga, ternyata aku benar-benar menikah dengan orang kaya. Jika seperti ini bisa aku meminta mobil baru?" tanya Sarah pada suaminya ini karena dia memiliki sebuah mobil impian.


"Mobil apa sayang? katakan saja apa yang kamu inginkan?"

__ADS_1


"Mercy G63." jawab Sarah.


__ADS_2