
Jordan sudah tidak tahu lagi bagaimana cara menghilangkan trauma istrinya. Data selalu saja ketakutan setiap kali dia menyentuhnya. Bahkan saat tidur saja pun Dara akan langsung terbangun dan kaget ketika merasakan ada yang memeluknya.
Jika di tanya apa kabar yang sakit hati maka jawabannya tidak sama sekali. Jordan tidak sakit hati dengan istrinya hanya saja dia merasa kasihan karena wanita itu tidak bisa istirahat dengan tenang.
Dara terus aja dihantui dengan rasa ketakutannya ketika disentuh oleh b******* itu. Rasanya Jordan benar-benar ingin melenyapkannya saat itu juga. Tapi karena melihat istri yang sudah menangis ketakutan dan memohon padanya untuk tidak melakukan hal itu, maka Jordan menurutinya.
Tapi lihat imbasnya sekarang, Dara selalu saja merasa ketakutan.
Seperti saat ini, Jordan berusaha untuk membuat istrinya pulih dari traumanya terhadap sentuhan pria.
"Sayang lihat aku Dara. Ini aku Jordan, suamimu. Aku disini sayang." ucap Jordan yang berusaha untuk membuat istrinya tenang dengan semua ini.
"A-aku takut. Aku takut jika nanti aku tidak bisa-"
"Ssttt...berhenti membicarakan hal yang belum tentu terjadi Dara. Kita harus memulai ini semua demi dirimu. Demi kesehatan mentalmu yang terus saja ketakutan ketika aku menyentuhmu. Bahkan saat aku naik ke atas tempat tidur saja pun kau ketakutan dalam tidurmu dan langsung sadar. Sungguh Dara, aku benar-benar tidak bisa melihatmu seperti ini. Aku tidak ingin kamu terus-terusan merasa ketakutan dalam tidurmu." ujar Jordan seraya membelai pipi istrinya.
Dia berusaha untuk membuat istrinya tenang sebelum dia memulai semua ini.
"Tapi sayang-"
__ADS_1
"Percaya padaku Dara, aku akan melakukannya dengan baik." ucap Jordan. Awalnya dia memang sedikit kesulitan untuk membujuk istrinya agar mau melakukan hal itu bersamanya.
Jordan melakukan hal ini bukan karena sekedar nafsunya saja. Tapi ini juga hasil konsultasinya bersama Psikiater dan bahkan Dara juga sudah mendapatkan obat penenang agar bisa tidur dengan baik namun tidak juga. Maka dengan itu, Jordan memilih jalan ninja yang akan dilakukannya saat ini.
Melihat istrinya sudah terlihat jauh lebih tenang membuat joran langsung melancarkan aksinya.
Satu persatu kancing piyama tidur istrinya Jordan buka hingga memperlihatkan gundukan yang sangat di sukainya.
Tapi hatinya kembali sakit ketika melihat bekas luka cakaran di bagian atas dada istrinya.
Dara sendiri sudah mulai berkeringat dingin saat bajunya di buka Jordan.
Jordan memberikan kecupan manis di kening istrinya sebelum dia memulai semua itu hingga membuat Dra memejamkan matanya dan menikmati kehangatan dari suaminya.
Perlahan tapi pasti Jordan melakukannya. Semua di mulainya dengan sentuhan yang sangat lembut agar Dara kembali mengenal dirinya dan juga sentuhannya.
"Pejamkan mata kamu dan rasakan bahwa aku ini Jordan sayang, aku akan selalu berada di sampingmu dan aku akan menghapuskan segala hal buruk yang telah terjadi padamu. Percaya padaku Dara." Melihat suaminya yang terlihat begitu tulus mencintainya membuat Dara menganggukkan kepalanya dan percaya bahwa itu adalah Jordan.
Ciuman manis di awali dengan begitu indah. Tidak menggebu dan tidak ada gairah yang membara. Jordan melakukan hal ini benar-benar karena ingin membuat istrinya merasa nyaman. Sungguh, dia akan membuat wanita ini kembali mengingat dirinya dan juga sentuhannya.
__ADS_1
"Ah... Jordan..." desah Dara ketika dia merasakan bahwa bagian dadanya tengah di nikmati oleh pria yang berstatuskan suaminya.
Jordan sendiri terus melakukan hal itu hingga membuat istrinya mulai merasakan kenikmatan dan gairah di antara mereka berdua.
"Sayang, ah.... pelan-pelan." pinta Dara pada suaminya ketika dia merasakan ada sesuatu yang mulai mendesak untuk masuk ke dalam dirinya sampai dia merasa bahwa benda panjang tersebut masuk sepenuhnya hingga tenggelam di dalam kenikmatan yang menjepit dirinya.
Sedangkan Jordan sendiri, dia hanya bisa menggeram tertahan ketika merasakan kenikmatan ini. Kenikmatan yang membuatnya sulit untuk berkata-kata.
"Aku mulai sayang. Buka mata mu dan lihat aku Dara. Aku akan melakukannya sekarang." Dra membuka matanya dan menatap mata pri yang tengah berada di atasnya dan bersiap untuk bergerak.
Melihat istrinya yang sudah siap membuat Jordan langsung menggerakkan pinggulnya keluar masuk hingga membuat Dara mulai terangsang oleh api gairahnya ketika merasakan hentakan demi hentakan yang lembut itu.
Bahkan desahannya semakin keluar dan Jordan tersenyum untuk itu karena istrinya bisa menikmati semua ini tanpa rasa takut lagi.
"Sayang...lebih cepat." pinta Dara pada suaminya sehingga pria itu harus kembali bekerja keras untuk memulai semuanya dan mengakhirinya dengan indah bersama sang istri.
"Ah...sayang..." Dara kaget saat posisi merek berubah karena saat ini Dara yang sedang berada di atas suaminya.
"Bergerak lah sayang...aku menunggumu Dara."
__ADS_1