Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Bukan Jodoh


__ADS_3

"Kau gila!" umpat William saat dia mendengar apa yang Jordan katakan padanya.


"Yang itu benar dan aku tidak gila. Seharusnya kau sudah harus memikirkan dirimu karena usiamu sama dengan usiaku. Menikahlah agar kamu merasakan bagaimana bahagianya memiliki seseorang yang ada di sisi kita." ucap Jordan pada saudara sepupunya itu.


"Aku akan menikah jika aku menginginkannya nanti tapi untuk saat ini aku belum menginginkannya. Menikah itu tidak semudah dengan yang kau pikirkan karena aku belum tertarik sama sekali yang namanya pernikahan tapi bukan berarti aku tidak menyukai wanita. Aku masih sangat normal dan aku benar-benar normal." jelas William.


Dia benar-benar belum ini mau menikah untuk saat ini karena dia belum terpikir sama sekali untuk menikah.


"Ah, terserah kau saja. Tapi satu yang harus kau tahu bahwa Sarah itu adalah wanita baik-baik. Dia teman baiknya Anisa, janjikan memang Tuhan menakdirkan kau berjodoh dengan nama aku adalah orang yang paling bahagia di dunia ini." Jordan pun kembali ke ruangan kerjanya setelah dia bicara dengan teman sekaligus sepupunya.


Entah bagaimana lagi cara menyadarkannya bahwa usia William saat ini sudah sama seperti dirinya dan itu artinya pria itu sudah harus menikah. Tapi sekeras apapun Jordan berusaha untuk membujuk William tetapi tidak bisa karena sekeras-kerasnya Jordan William adalah manusia yang lebih keras lagi.


Saat di dalam ruangan kerjanya, Jordan kembali memikirkan tentang William dan tiba-tiba saja dia mendapatkan ide untuk menyatukan mereka berdua.


"Akan aku pastikan bahwa kau akan menikah secepatnya William. Akan ku buat kau dan Sarah bersatu. Aku pastikan itu." ucap Jordan lagi yang membuatnya semakin bersemangat untuk menyatukan William dan juga Sarah.


Setelah memastikan semuanya berjalan dengan baik Jordan pun memilih untuk kembali melanjutkan pekerjaan yang banyak tertunda.


Dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya karena dia tidak akan pulang larut malam demi istri tercinta.


William sendiri merasa curiga dengan sikap Jordan yang tiba-tiba saja baik padanya dan untuk itu dia harus waspada. Dia tahu jika sebuah punya itu adalah manusia paling licik di bumi ini.


"Kenapa dia bisa berpikir bahwa aku dengan dokter itu cocok? dilihat dari segi manapun kami tidak cocok apalagi dengan mulutnya yang cerewet itu. Tidak, sampai plankton dan tuan krab berbaikan pun aku tidak akan pernah mau menikah dengannya. Aku tidak akan Sudi." ucap yakinkan pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah menikah dengan Sarah.


Di rumahnya, Dara kembali muntah-muntah dan itu membuat mami Sofia panik. Dia tahu bahwa wanita hamil pasti akan merasakan hal itu tapi melihat Dara yang menghadapi mual dan muntahnya yang seperti itu membuatnya tidak tega.

__ADS_1


"Astaga sayang, ayo kita pergi ke rumah sakit ya," Dara menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin pergi ke rumah sakit.


"Lalu bagaimana sayang? kamu mau apa?" tanya mami Sofia yang tidak tega melihat menantu kesayangannya seperti itu.


"Dara mau minum dawet mi, tolong hubungi suami Dara untuk membelikannya." pinta Dara pada mami mertuanya.


Tidak ingin menunda waktu bersama lagi mami Sofia langsung menghubungi putranya dan mengatakan bahwa Dara menginginkan dawet.


"Astaga mami, apalagi dawet itu? tidak bisakah istriku mengidam yang masuk akal saja? tolong katakan pada Dara jika Jordan ini orang kaya jadi istri Jordan bisa meminta apapun pada Jordan mi. Tidak selalu harus makanan murah seperti itu."


"Terserah jika kau tidak ingin memberikannya, kami bisa pergi sendiri untuk membelinya."


Tut!


"Ayo sayang, kita pergi membeli dawet sekali menjemput Lucas. Pasti Lucas akan sangat senang jika kita menjemput dan mengajaknya pergi." Dara pun menurut pada mobil mertuanya dan pergi bersama wanitamu di situ.


Saat mereka sampai di penjual dawet keliling yang selalu mangkal di dekat parkiran membuat Data langsung terlihat sangat antusias sekali.


Dia turun dari mobilnya dan langsung menuju ke tempat penjual es dawet tersebut. Namun, drama kembali terjadi ketika dia melihat bahwa pohon mangga yang berada di pinggir jalan tersebut begitu banyak buahnya.


"Mbaknya mau beli apa?" tanya penjual dawet tersebut ketika dia melihat Dara yang baru saja turun dari mobil mewah bersama ibunya


"Mang, saya mau dawetnya tapi, kenapa mangganya kelihatan seger banget ya?" tanya Dara pada penjual dawet tadi.


Tatapannya terus saja tertuju pada pohon mangga yang buahnya bergelantungan di dahannya.

__ADS_1


"Eh neng, ini mangga gak tau punya siapa. Tapi kalau sih mbak mau juga susah ambilnya mbak," ujar bapak penjual dawet pada Dara.


Pohon ini sangat besar dan tinggi, jadi mereka juga pasti sangat sulit untuk memanjatnya.


"Gini aja deh mang, bukan maksud saya mau ngerendahin si mamang. Tapi bisa nggak saya minta uang untuk ambilin mangganya satu biji aja mang. Soalnya saja lagi ngidam." pinta Dara dengan sangat pada bapak tersebut.


Mendengar bahwa wanita itu sedang mengandung membuat sih bapak penjual dawet tadi langsung memanjat pohon mangga tersebut untuk Dara karena dia kasihan dengan ibu hamil itu.


Melihat bagaimana bapak-bapak tadi memanjat pohon mangganya membuat Dara terlihat sangat bersemangat sekali. Dia sangat bahagia apalagi saat bapak penjual tersebut bisa menggapai mangga yang di inginkannya.


"Ini mbak?"


"Yang mana aja deh pak saja mah gak masalah. Satu biji aja deh pak." jawab Dara.


Akhirnya penjual dawet tadi sudah berhasil membawa turun buah mangga yang Dara inginkan dan langsung memberikannya.


"Ini mbak, mangganya." Dara menerima buah mangga tadi dengan perasaan yang begitu bahagia.


Lalu dengan semangat pula dia membayar dawet milik bapak tadi dan memboyongnya.


"Mbak, ini banyak banget mbak," ujar bapak tersebut ketika melihat uang yang di terimanya dari Dara itu sangat banyak.


"Ambil saja pak, nanti dawetnya bapak bagiin ke orang-orang. Saya borong semuanya dan bapak bisa cepat pulang bawa uangnya untuk istri dan anak bapak di rumah. sampaikan juga salah saya ke mereka pak. Katakan ke keluarga bapak doain saya dan kehamilan saya agar bisa berjalan dengan lancar."


"Pasti mbak, saya pasti akan doain mbaknya. Sekali lagi terima kasih ya mbak, semoga sehat dan lancar kehamilannya sampai lahiran nanti." ucap bapak tersebut dengan wajahnya yang terlihat sangat bahagia sekali dengan apa yang di dapatkannya hari ini. Semua dagangannya habis terjual dan itu berkat Dara hanya karena dia yang kasihan laku mengambilkan mangganya.

__ADS_1


__ADS_2