Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Tidak Melihatnya


__ADS_3

Ceklek...


Jordan langsung menutup tubuh istrinya ketika mendengar ada seseorang yang hendak masuk keruangan kerjanya.


"Keluar!" teriak ketika ada seseorang yang ingin masuk ke ruangan kerjanya. Dia guru menutup tubuh istrinya agar tidak terlihat oleh orang yang hendak masuk ke dalam.


Sementara Dara suaminya agar tidak terlihat oleh orang itu. Rasanya males setengah mati dan Dara ingin sekali menenggelamkan dirinya di Palung Mariana karena merasa malu akibat ulah selalu.


"Aku tidak melihat apapun!" ucap William yang langsung pergi meninggalkan ruangan kerja milik bosnya.


Sungguh, apapun yang terjadi di dalam sana tapi saat mendengar suara Jordan yang menggelegar seperti itu dia tahu bahwa ada yang terjadi di dalam sana.


Brak!


William membanting pintu ruangan kerja Jordan sebelum dia benar-benar pergi meninggalkannya.


Merasa keadaan sudah aman, langsung membantu istrinya untuk bangkit dan duduk serta merapikan pakaiannya.


Plak..plak...plak...


Data terus aja memukul di sungai dengan membabi buta karena dia terlalu kesal dengan pria itu. Rasanya benar-benar sangat malu.


"Sayang, sudah hentikan semua ini. William tidak melihatnya jadi kamu tidak perlu khawatir." ucap Jordan yang berusaha untuk menghentikan pukulan istrinya yang semakin brutal.


"Tidak! aku tidak akan menghentikannya sebelum aku merasa puas. Kamu, semua gara-gara kamu. Andai saja kamu bisa menahan hasrat kamu untuk tidak memulai semua ini maka ini tidak akan terjadi. William tidak akan masuk ke ruangan ini dan jika pun dia masuk kita tidak akan terjebak dengan rasa malu karena kita tidak melakukan apapun di dalam sini." ujar Dara. Rasanya ingin mencakar wajah suaminya agar rasa kesalnya terpuaskan. Tapi dia tidak mungkin melakukan itu karena nantinya wajah Jordan akan terlihat jelek.


"Ahh...iya oke, aku minta maaf sayang. Tolong hentikan pukulannya." pinta Jordan.


Akhirnya Dara berhenti memukuli suaminya karena dia juga merasa lelah. Nafasnya naik turun dan itu menandakan bahwa dirinya benar-benar banyak bergerak dan merasa lelah.

__ADS_1


"Aku malu hiks...hiks..." Dara akhirnya menangis karena sudah terlalu kesal dengan suaminya.


Dia benar-benar merasa sangat malu dengan kejadian ini. Seumur hidupnya ini adalah pertama kalinya bagi Dara lakukan hal seperti ini.


Melihat istrinya menangis seperti itu membuat Jordan tidak tega dan langsung memberikan pelukan.


Kata maaf terus aja jangan ucapkan agar istrinya itu mau memaafkannya dan berhenti menangis.


"Maafkan aku sayang, maafkan aku Dara." ucap Jordan.


Dia terus berusaha untuk menenangkan istrinya karena dia yang bersalah.


"Tolong maafkan aku sayang. Aku benar-benar minta maaf Dara."


"Hiks...hiks...aku malu. Aku benar-benar merasa malu. Bagaimana jika William melihat apa yang kita lakukan? tubuhku sudah hampir telanjang setengahnya. Aku malu." ucapnya lagi dengan air mata yang terus saja mengalir dari mata indahnya. Dara tidak bisa berpikir dengan jernih lagi sekarang karena yang dipikirkannya saat ini adalah bagaimana jika William benar-benar melihat tubuhnya.


"Maafkan aku sayang, aku mohon maafkan aku. Aku percaya pada William bahwa dia benar-benar tidak melihatnya. Aku asistenku itu karena dia adalah sepupuku sendiri. Dia mungkin berbohong padaku." ucap Jordan yang berusaha meyakinkan pada istrinya jika memang William tidak melihat apa mereka lakukan.


"Percayalah Dara, aku yakin William tidak berbohong jadi kamu tenang saja oke. Hapus air mata kamu minta maaf atas kejadian ini." Jordan melepaskan pelukannya terhadap Dara dan dia membantu wanita itu merapikan penampilannya.


Sebagai seorang suami dia mengerti apa yang dirasakan istrinya saat ini dan menurutnya itu wajar. Jordan juga membantu istri untuk kembali merapikan penampilannya seperti semula.


"Maafkan aku Dara..." ucapnya lagi yang menghapus air mata sang istri.


Dara menganggukkan kepalanya karena dia juga tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini.


Setidaknya berusaha untuk mempercayai suaminya.


"Sekarang, ayo kita buka makan siang yang kamu bawa tadi. Ayo kita lihat makanan ini." ucap Jordan dengan penuh perhatian.

__ADS_1


Setidaknya dia tau bahwa saat ini istrinya mulai tenang dan Jordan sendiri sangat bersyukur untuk itu.


"Waw, ini ayam kecap dan ada capcay dan puding?" Dara menganggukkan kepalanya menanggapi apa yang di tanyakan suaminya.


"Apa kamu yang memasaknya?" tanya Jordan lagi.


"Aku memasaknya di bantu Mami. Lucas bahkan menghabiskan 4 potong paha ayam tanpa nasi. Putra ku bilang, besok dia ingin membawa bekal ke sekolah dan aku harus memasaknya." ujar Dara.


Jordan hentikan gerakan tangannya ketika mendengar udara yang menyebut Lukas dengan sebutan putraku.


Sungguh, rasanya ketika Dara bisa menerima putranya.


Dara melihat suaminya yang terdiam menatapmu seperti itu langsung membuatnya bertanya apa yang terjadi pada suaminya.


"Kenapa diam?" tanya Dara karena dia merasa bahwa suaminya ini seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Aku memikirkan apa-apa sayang. Hanya saja, aku ingin mengatakan terima kasih banyak karena telah menerima Lucas di antara kita. Bahkan yang paling membahagiakan bagiku adalah saat kamu menyebut nikah putramu dan itu benar-benar membuatku merasa bahagia." jelas Jordan pada istrinya karena dia merasa sangat beruntung bisa mendapatkan wanita seperti Dara yang memiliki hati seluas samudera.


"Kita sudah sepakat untuk membesarkan Lucas bersama-sama. Aku harap, kita bisa bersama-sama membesarkan Lucas agar bisa menjadi anak yang membanggakan untuk semua orang. Sekarang ayo makan karena jam makan siang sudah terlewatkan." Dara mengambil alih semuanya hingga kini Jordan makan di suapi oleh Dara.


Yang paling membanggakan lagi bagi Jordan adalah, bagaimana istrinya yang tidak merasa risih sama sekali karena menyuapinya dengan tangan kosong seperti ini tanpa menggunakan sendok.


Melihat suaminya yang makan dengan begitu lahap membuat Dara merasa bahagia karena Jordan begitu sangat menghargai kerja kerasnya untuk membuat semua ini. Bahkan suaminya itu makan sampai menambah nasinya dua kali dna menghabiskan 3 potong paha ayam kecap yang di bawanya.


"Ya Tuhan, ini enak sekali sayang. Terima kasih dan sepertinya aku harus olahraga malam ini. Aku makan banyak dan aku tidak ingin kehilangan perut berotot ku karena takut kamu akan meninggalkan ku nanti. Aku tau kamu menyukai perut berotot ku bukan?"


Blush...


Wajah Dara memerah seperti tomat yang siap petik karena ulah suaminya. Dia kembali mengingat di mana saat mereka bertempur di atas tempat tidur dan Dara sendiri meraba otot bagian perut suaminya hingga membuat Jordan mendesah nikmat karena jari-jari lentik yang menggerayangi bagia perutnya.

__ADS_1


"Berhenti mengatakan hal seperti itu. Kita sedang menghadapi makanan jadi jangan membahas soal tempat tidur." ucap Dara dengan tegas tak terbantahkan.


__ADS_2