Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Merajuk


__ADS_3

Seharian ini, Laura benar-benar dibuat kesel oleh papinya. Dia pikir dia akan bisa belajar dengan tenang tapi ternyata tidak sama sekali karena teman-temannya terus hanya mempertanyakan tentang keberadaan papinya. Apalagi dia satu kelompok dengan gadis-gadis yang terlihat ganjen dan itu membuatnya kesal karena mereka terus saja mempertanyakan sesuatu yang tidak seharusnya mereka tanyakan. Banyak hal yang ingin diketahui oleh mereka. Apalagi pertanyaan yang sering didengarnya adalah apa Laura tidak takut jika papinya digoda wanita-wanita ganjen di luar saya sementara mereka yang mempertanyakan hal itu juga sudah termasuk ganjen bukan.


Jordan sendiri tahu jika saat ini putrinya pasti sedang kesal padanya maka dari itu dia memilih untuk datang ke dalam kamar Putri kecilnya itu dan mau minta maaf dengan apa yang dilakukannya.


"Sayang ..." panggil Jordan dengan mengetuk pintu kamar putrinya. Dia hanya membukanya saja dan tidak berani masuk ke dalamnya sebelum mendapatkan izin dari Laura. Sedangkan Laura yang melihat papinya seperti itu hanya bisa menghela nafasnya dengan pasrah.


"Masuk pi," jawabnya hingga membuat pria itu langsung terlihat sangat bersemangat untuk masuk ke dalam kamarnya. Jordan langsung menghampiri Laura dan naik ke atas tempat tidur putrinya karena dia ingin bercerita dan meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya tadi.


"Ada apa papi datang ke kamar Laura?" tanya gadis itu lagi karena dia tahu pasti ada yang ingin papinya bicara dan saat ini. Jordan sendiri langsung menghilangkan kepalanya karena dia juga bingung harus memulai dari mana.

__ADS_1


"Begini sayang, tapi hanya ingin minta maaf sama kamu jika memang papi membuat kamu kesal. Papi tidak bermaksud melakukan hal itu karena papi hanya ingin membuat teman-teman kamu merasa nyaman di rumah kita. Tapi jika apa yang dilakukan salah maka pasti minta maaf oke," jelasnya pada sang Putri karena dia memang ingin mengatakan hal itu.


"Papi tidak pernah bermaksud untuk membuat kamu kesal dengan apa yang telah kami lakukan tapi papi benar-benar bersumpah bahwa semua itu tapi lakukan untuk kamu sayang. Kamu datang bersama teman-teman kamu untuk belajar kelompok jadi tapi memesan makanan banyak itu untuk kalian semua dan membagikannya kepada para tetangga kita juga. Papi minta maaf ya sayang," Jordan sampai mengatupkan kedua tangannya pada sang putri karena dia tidak bermaksud seperti itu. Dia benar-benar takut jikalau orang marah dan malah menjauhinya. Terdengar helaan nafas berat dari Laura. Dia juga merasa bahwa apa yang dilakukannya saat ini sudah sangat keterlaluan.


"Papi gak salah, seharusnya Laura yang minta maaf sama papi. Laura tahu jika papi melakukan hal ini untuk Laura tapi tidak perlu sampai seperti ini Pi. Lagi pula kenapa papi selalu berpenampilan seolah-olah papi itu masih muda? teman-teman Laura terus saja mempertanyakan di mana keberadaan papi dan mereka juga mengatakan bahwa papi itu keren. Laura marah Pi, Laura kesal mendengarnya." adunya dengan manja. Jordan sendiri sadar jika putrinya merasa marah dan merasa cemburu karena dia berpikir bahwa mereka semua ingin mencari perhatian bapaknya. Sebagai seorang ayah Jordan tahu betapa penting posisinya sebagai seorang ayah yang memiliki putri cantik seperti Laura. Banyak yang mengatakan jika cinta pertama seorang putri adalah ayahnya jadi Jordan ingin memposisikan dirinya dengan begitu baik di sisi Laura.


"Maaf, sudah membuat kamu kesal sayang. Pau minta maaf." Jordan memeluk Laura dan memberikan begitu banyak kecupan di keningnya. Entah mengapa rasanya Jordan merindukan saat-saat di mana Laura masih kecil dulu. Jordan begitu mengingat apa yang pernah terjadi dalam hidupnya selama menjalani pernikahan bersama Dara. Banyak hal yang telah mereka lewati bersama. Suka dukanya begitu sangat terasa sekali dan membekas di hatinya.


"Ya Pi?" jawab Laura dengan suara lembutnya. Posisi mereka saat ini masih saling memeluk.

__ADS_1


"Apa kamu tau, dulu saat kamu kecil kamu tidak pernah ingin tidur bersama mami kamu karena kata kamu mami kalau tidur itu seperti princess. Kamu lebih sering tidur bersama tapi karena kata kamu tapi ini tampan. Kamu juga dulunya sering mengatakan pada teman-teman sekolah kamu jika kamu memiliki papi yang sangat tampan dan papi yang sangat baik. Apa kamu tahu betapa bahagianya papi saat itu? papi benar-benar sangat bahagia sekali sayang karena papi begitu sangat dicintai oleh Putri papi. Saat kamu masih kecil dan kamu masih dalam masa pertumbuhan tapi begitu merasakan kebahagiaan yang luar biasa sampai di mana kamu mulai remaja di sanalah kamu mulai menjaga jarak dengan papi. Awalnya papi merasa biasa saja namun semakin lama semakin kamu dewasa tapi merasa bahwa hidup api sekarang menjadi hampa. Kakak Kamu sudah menikah dan sebentar lagi kamu akan lulus SMA lalu kuliah. Papi takut jika kamu benar-benar akan mewujudkan cita-cita kamu sebagai seorang dokter dan memilih untuk kuliah ke luar negeri. Papi takut semakin merasa kesepian sayang." Jordan mulai menceritakan kegundahan hatinya selama ini. Dia juga menjelaskan dan menceritakan segalanya pada Laura bahwa apa yang dilakukannya saat ini hanya untuk menarik simpati dari putrinya agar mau kembali bermanja dengannya. Semenjak Laura SMP hingga SMA saat ini, jangan begitu banyak kehilangan momen yang bersama sang putri tercinta. Banyak hal yang ingin dia ceritakan pada Laura tapi dia sadar bahwa saat ini putrinya memiliki privasinya sendiri yang tidak mungkin dimasuki olehnya.


Sebagai orang tua Jordan juga tahu di mana posisi dia harus masuk ke dalam kehidupan putrinya dan di mana dia harus menjaga Putri kecilnya dari belakang.


"Maafin Laura Pi,"


"No! kamu tidak salah sama sekali sayang karena papi juga mengetahui bahwa kamu memiliki privasi dan ruang pribadi kamu sendiri. Tidak selamanya papi itu menjadi satu-satunya pria dalam hidup kamu. Papi kita harus mulai mempersiapkan diri tapi untuk melepaskan kamu suatu saat nanti bersama pasangan hidup kamu Laura." terlihat bahwa saat ini mata Laura sudah berkaca-kaca mendengar apa yang papinya katakan. Dia tidak menyangka jika papinya bisa mengatakan hal seperti ini padanya.


"Papi kenapa ngomong kayak gitu?" tanyalah orang yang merasa sedih karena papinya sudah berpikir jauh untuk masa depannya.

__ADS_1


"Jelas tapi harus mulai memikirkannya dari sekarang. Suatu saat kamu memang harus pergi meninggalkan papi bersama pasangan hidup kamu yang baru. Pria itu, tapi harap dia adalah Jeff. Tapi, jika kamu tidak menyukainya jangan pernah memaksakan semua itu demi kebahagiaan kami sebagai orang tua. Pilih pasangan hidup yang bisa membawa kamu ke dalam kebahagiaan, bukan malah ke dalam kesengsaraan." ucap Jordan.


__ADS_2