
Keesokan paginya, Dara terus aja berusaha untuk menghindari Jordan. Dia masih mengingat dengan jelas apa yang pria itu lakukan padanya tadi malam hingga membuatnya tidak bisa tidur.
Dara terus saja memikirkan perbuatan pria itu yang membuat jantungnya berdetak sangat kencang.
Seperti pagi ini, Dara sudah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka tapi hingga saat ini tidak juga turun dan parahnya lagi pembantu di rumah ini mengatakan bahwa mami Sofia bersama Lucas masih tidur.
" Sudahlah sayang, ayo sarapan lebih dulu. Mereka pasti akan turun jika sudah lapar." Ucap Jordan.
Dia sengaja bicara seperti itu pada Dara agar wanita itu mengerti bahwa maminya dan juga Lucas tidak akan pernah turun karena mereka berdua sudah bersekongkol untuk membuat sarapan pagi ini hanya diisi dengan keduanya saja.
" Huh, baiklah." Ucap Dara.
Pagi ini merata sarapan berdua di meja makan dan setelahnya Dara mulai mengatakan apa yang ingin dibicarakan yang bersama Jordan.
" Aghem..." Dara dalam seperti itu agar Jordan fokus padanya.
Jordan langsung fokus pada Dara saat mendapatkan kode seperti itu dari wanita yang akan menjadi istrinya beberapa hari lagi.
" Ada apa sayang? apa yang ingin kamu tanyakan padaku?" Tanya Jordan.
" Lucas sudah berusia 6 tahun dan itu adalah usia yang sangat ideal untuk sekolah. Bahkan banyak anak di bawah usia Lucas sudah bersekolah." Ujar Dara.
__ADS_1
Dia harus membicarakan semua ini dengan Jordan sebagai orang tua kandung dari Lucas sendiri.
Bagaimana pun, mereka harus membicarakan hal ini karena yang lebih berhak adalah Jordan.
" Lucas pernah mengalami trauma di sekolahnya. Dia takut dengan sekolah karena dia takut kembali mendapatkan perlakuan buruk dari teman-teman di sekitarnya. Aku sudah berpikir bahwa Lucas akan menjalani homeschooling."
" Tidak semua tempat itu sama. Jika dulu Lucas mendapatkan bullying dari daerah sekitarnya karena tidak memiliki ibu maka saat ini berbeda. Aku sudah siap untuk menikah denganmu dan aku siap untuk menjadi ibu pengganti bagi Lucas. Aku aku mencintainya seperti anakku sendiri dan aku akan menjaganya serta membantunya belajar untuk menjalani sekolahnya. Kita tidak bisa memberikan lulus kehidupan dengan homeschooling. Aku tidak mengatakan bahwa homeschooling itu buruk, tapi lebih baik Lucas bersosialisasi dengan dunia luar agar dia bisa berteman dengan banyak orang." Jelas Dara.
Mereka gambar membicarakan hal ini tentang Lucas. Sekolah adalah tempat di mana mereka bisa belajar dan bermain. Dara sudah memikirkan semua ini dan dia akan mengantar dan menemani Lucas di sekolahnya.
Entah Jordan harus senang atau sedih saat ini tapi yang pasti dia merasa dia tidak salah memilih wanita yang berada di depannya ini untuk menjadi calon istrinya.
Dara adalah wanita terbaik untuk menjadi calon istrinya dan sekaligus ibu bagi Lucas.
Dia benar-benar ingin memastikan bahwa wanita ini siap untuk menjadi ibu dari putranya. Dara memang belum pernah memiliki seorang anak dan Jordan tidak meragukan hal itu sama sekali. Hanya saja dia memikirkan mental dan kesiapan wanita itu untuk menjadi ibu di saat dia belum pernah memiliki seorang anak.
Tidak mudah bagi seorang wanita untuk menerima anak dari pasangan mereka bersama pasangannya terdahulu.
Banyak terjadi perselisihan di antara kedua pasangan yang sudah menikah dan memiliki kisah seperti mereka.
" Kau harus tahu bahwa pria yang mengajakmu menikah ini adalah seorang duda beranak satu Dara. Aku bukan pria single yang tidak memiliki beban apapun. Aku mencintaimu dan itu kenyataannya. Tapi aku akan mundur jika kamu tidak bisa menerima putraku." Ujar Jordan.
__ADS_1
Bagaimana pun Lucas adalah yang paling utama dalam hidupnya. Dia akan menikahi wanita mana yang bisa mendekati putranya dan hidup bersama putranya. Menyayangi Lucas tanpa harus membedakan kasih sayangnya jika mereka berdua kembali memiliki anak.
" Aku memang belum pernah memiliki anak dan aku mengakuinya. Selama pernikahanku sebelumnya aku dan mantan suamiku menginginkan sebuah momongan diantara kami berdua dengan Tuhan belum memberikan kepadaku. Aku nggak tahu bagaimana caranya bersikap dengan seorang anak karena aku belum pernah memiliki anak sama sekali. Tapi setidaknya biarkan aku mengurus Lucas. Aku hanya meminta jika kita menikah nanti kamu tidak akan pernah membatasi gerakku sebagai seorang istri. Aku ambil alih semua urusan di rumah ini termasuk urusan dapur karena aku sendiri yang akan memastikan makanan yang akan dimakan keluargaku." Jelas Dara.
Pembicaraan mereka pagi ini di dominasi dengan line up utamanya adalah Lucas.
Kedua orang dewasa iru tengah memikirkan masa depan seorang anak laki-laki yang membutuhkan bantuan mereka sebagai orang terdekatnya untuk bisa lepas dari rasa traumanya.
" Deal! jika kau bisa menerimaku dengan baik maka lakukan itu juga pada Lucas. Cintai Lucas sebagaimana kamu mencintai ku."
" Lalu bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku lebih mencintai Lucas daripada dirimu. Aku lebih mencintai putramu daripada dirimu sendiri. Bukan hanya putra mu saja kalau mulai malam ini Lucas akan menjadi putraku juga. Anak kita berdua." Tekan Dara.
Dia tidak akan membiarkan siapa pun melukai putranya karena Dara akan memastikan bahwa dia akan mengurus dan menjaga Lucas sebagaimana di menjaga dirinya sendiri.
Dara Aisha berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menjadi ibu yang luar biasa untuk putranya. Ibu yang menjadi tameng bagi kehidupan putranya sendiri.
" Tidak masalah. Aku menerima syarat dari mu dan bisa aku mengatakan apa syarat ku setelah kita menikah nanti?"
" Apa itu?" Tanya Dara yang mulai meras penasaran dengan apa yang akan Jordan katakan.
" Aku akan mengatakannya nanti setelah kita resmi menikah."
__ADS_1
Bersambung ❤️