
Ini pertama kalinya dalam hidup Lucas bekerja bakti setelah dewasa. Jika dulunya dia sering melakukan hal ini bersama teman-teman sekolahnya tapi semenjak mereka dewasa dan bekerja mereka jarang melakukan hal ini lagi dan kini dia melakukannya di rumah mertuanya. Jika ada yang bertanya apa yang dilakukan Lucas di rumah keluarga istrinya, maka jawabannya adalah kerja bakti membersihkan bekas pesta pernikahan mereka kemarin.
Semua dilakukannya mulai dari menyapu dan membersihkan sampah-sampah yang ada. Bahkan dia juga membantu memasukkan sampah-sampah bekas minuman gelas ke dalam karung karena nantinya akan dijual kembali oleh ibu mertuanya. Entahlah, dia benar-benar tidak habis pikir dengan ibu mertuanya yang bisa-bisanya berpikir ingin menjual gelas bekas minuman seperti itu. Apa orang-orang di rumah ini kekurangan uang atau apa? dia tidak menyangka sama sekali jika semua itu bisa dijual dan mendapatkan uang karena yang diketahui selama ini hanya bekerja di perusahaan dan menghasilkan uang yang banyak. Bukan pelecehan seperti yang dilakukan ibu mertuanya saat ini.
Dahlia sendiri hanya bisa tersenyum saja ketika melihat laut wajah tidak percaya milik suaminya yang melihat tingkah ibunya yang seperti itu. Dia mengatakan pada Lucas untuk tidak menganggap serius dengan apa yang ibunya lakukan saat ini.
"Jangan terlalu dipikirkan, ibu memang seperti itu. Nanti cara dapat uang hasil jualan barang-barang bekas kayak gitu nantinya buat dikasihin ke anak-anak buat jajan. Jadi bukan buat ibu sendiri." Lucas hanya bisa mengganggu-anggukkan kepalanya saja mendengar apa yang istrinya katakan. Setidaknya dia sudah tahu maksud dari ibu mertuanya untuk mengumpulkan barang-barang bekas itu karena akan dijual dan uang yang akan dibagi-bagikan untuk anak-anak. Sungguh mulia sekali keluarga istrinya ini. Dia bener-bener bangga bisa menjadi menantu keluarga ini dan berharap bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. Setidaknya semua di lakukannya karena kewajiban untuk menjadi umat yang lebih baik dari sebelumnya.
"Oh, iya. Ya sudah, aku akan lanjut lagi." mereka semua bergotong-royong membersihkan halaman rumah mereka. Bukan hanya mereka saja yang membersihkannya tapi para tetangga juga ikut membantu karena memang keluarga Dahlia sangat dihormati oleh warga sekitar.
Saat jam makan siang datang, Dahlia membantu para ibu-ibu untuk menyimpan makan siang setelah mereka beres-beres tadi. Nah, ini pertama kalinya lagi bagi Lucas bersama dengan para warga seperti ini karena biasanya dia hanya makan bersama keluarganya atau paling tidak dengan teman-temannya saja. Sungguh hangat sekali keadaan mereka saat ini.
__ADS_1
Mereka makan bersama-sama, lebih tepatnya para laki-laki karena para perempuan makan di dalam apalagi Dahlia yang memakai cadar seperti itu. Makan siang yang sangat hangat sekali, bagi Lucas dan dia merasa bangga bisa menjadi bagian dari keluarga ini bersama para warga yang terlihat begitu kompak.
Setelah semuanya bersih, Lucas berpamitan untuk membersihkan dirinya, karena dia tidak terbiasa dalam keadaan kotor seperti ini. Begitu juga dengan Dahlia yang sudah mengetahui kebiasaan suaminya, karena memang Mami Dara sudah mengatakan bahwa Lucas itu laki-laki yang sangat pembersih dan dia tidak bisa dalam keadaan kotor. Maka ketika melihat suaminya dalam keadaan kotor seperti itu Dahlia langsung mempersiapkan pakaian yang di kamar mereka. Dia tau jika Lucas akan mandi sebentar lagi maka dia menyiapkan segalanya.
Saat Lucas masuk ke dalam kamar Dahlia, sudah melihat ada seorang wanita berambut panjang yang sedang mempersiapkan pakaiannya saat ini. Melihat siluet indah di depan matanya saat ini membuat Lucas benar-benar merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Dia tidak menyangka hidupnya akan saya bahagia ini dan itu bersama Dahlia.
"Mas,"
Deg!
Dahlia sendiri, langsung menghampiri suaminya ketika tidak mendapatkan jawaban apapun dari pria itu. Apa yang membuat Lucas terdiam seperti itu dan tidak menjawab panggilannya. Apa dia tidak mendengarnya atau memang ada hal lain yang membuat pria itu tidak menjawabnya.
__ADS_1
"Mas," panggil Dahlia sekali lagi hingga membuat pria itu tersadar. Lucas benar-benar tersadar dan dia tidak salah mendengar karena pendengarannya masih berfungsi dengan begitu baik. Dahlia benar-benar memanggilnya dengan kata keramat itu. Mas, Lucas sangat menyukai panggilan itu karena menurutnya terdengar sangat manis sekali.
"Ya, Sayang? aku pikir aku salah dengar karena aku takut jika telingaku sudah tidak berfungsi dengan baik lagi tapi ternyata aku salah. Kamu memang memanggilku dengan kata mas, dan itu membuatku merasa bahagia." Dahlia tersipu malu mendengar apa yang Lucas katakan saat ini.
Sepasang suami istri itu merasa malu karena keduanya belum terbiasa dengan kehidupan mereka saat ini apalagi dengan kata-kata mesra seperti itu.
"Ih, sudah sana kamu mandi lebih dulu. Aku tahu jika kamu pasti ingin mandi bukan, maka mandilah setelah ini kita akan pergi untuk berbelanja. Nanti sore akan ada pasar sore seminggu sekali, jadi kita bisa berbelanja di sana nantinya. Lalu, kapan kita akan pindah?" tanya Dahlia lagi. Bukan dia tidak betah tinggal di rumah orang tuanya hanya saja memang dia ingin hidup berduaan bersama suaminya. Memulai kehidupan baru mereka.
"Besok, kita akan pindah besok jika memang kamu menginginkannya. Aku bersiap dulu, tunggu aku di oke." Dahlia menganggukkan kepalanya sementara Lucas sendiri pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena mereka akan pergi berjalan-jalan sore ini. Walau hanya berbelanja di pasar sore saja itu sudah sangat membahagiakan bagi Lucas karena ini adalah kencan pertamanya bersama Dahlia.
"Ya ampun, aku akan berkencan dengan Dahlia. Kenapa rasanya gugup sekali?" tanya Lucas pada bayangan dirinya di depan cermin yang berada di dalam kamar mandi istrinya. Walau hanya cermin kecil yang tergantung di dinding tapi itu bisa menampakan wajah tampannya. Dia berbicara dengan bayangan wajahnya di dalam cermin karena dia merasa sangat bahagia.
__ADS_1
"Sadar Lucas, Dahlia itu sudah menjadi istrimu jadi kamu bebas melakukan apapun bersamanya nanti. Bahkan kamu sudah bisa memegang tangannya saat berjalan jadi tolong siapkan hatimu agar tidak meledak nantinya." ucap Lucas dengan penuh senyuman di wajahnya.
Dia berharap bahwa kencan mereka nanti akan berjalan dengan lancar walau hanya akan terjadi karena mereka akan belanja di pasar sore saja. Tidak masalah, yang penting dia bisa bersama istrinya saja itu sudah sangat membahagiakan sekali baginya.