
Stelah pulang dari rumah sakit, mereka semua bergotong-royong untuk membantu Dara mengasuh anaknya yang baru beberapa hari dilahirkan. Seperti kali ini, Sarah yang memegang Baby Laura karena Dara sedang makan.
Tidak masalah bagi mereka untuk membantunya karena memang Sarah menyukai anak-anak, jadi tidak masalah baginya jika membantu Dara bukan?
Saat Sarah tengah menggendong putrinya Dara, tiba-tiba saja dia teringat akan sesuatu yang memang ingin dibicarakannya dengan wanita itu.
"Dara," panggil Sarah pada wanita yang sedang memakan nasi serta lauk pauknya bahkan saat ini buah-buahan sudah tersaji di hadapannya karena memang semenjak Dara memberikan ASI untuk baby Laura, wanita itu terus saja makan tiada henti.
"Ada apa Sarah?" jawab Dara pada temannya di rumah ini karena saat ini hanya ada mereka saja di dalam rumah ini.
"Apa aku boleh menjadi ibunya Laura juga? maksudku, aku membantumu untuk mengurusnya karena aku tidak bisa bekerja di rumah sakit lagi akibat ulah suamiku itu. Sebenarnya aku juga merasa kesal dengannya karena dia membuatku tidak bisa bekerja dan melakukan apapun lagi selain berdiam diri di rumah seperti ini. Padahal aku juga baik-baik saja dan aku juga tidak mengidam bukan? lalu masalahnya dimana?" tanya Sarah yang masih tidak habis pikir dengan sikap suaminya yang terkesan berlebihan itu. Entahlah, Sarah juga bingung harus bagaimana lagi menyikapinya.
__ADS_1
"Mungkin William mengkhawatirkan keadaan kamu dan calon anak kalian Sarah. Aku memang tidak pernah bekerja di luar selama menikah, jadi aku tidak tau bagaimana rasanya bekerja lagi. Lagi pula aku bekerja hanya sebagai seorang sekretaris dulunya, jadi terkadang aku merasa bosan karena setiap harinya akan bertemu dengan orang yang sama tidak seperti kamu yang bertemu banyak orang. Tapi tunggu dulu, apa hingga saat ini kamu juga tidak merasakan ngidam?" tanya Dara yang merasa penasaran dengan apa yang Sarah rasakan hingga saat ini dan ketika melihat jawaban Sarah dengan gelengan kepalanya membuat Data hanya bisa menghela nafasnya dengan berat.
Mungkin enak sekali menjadi Sarah yang tidak merasakan apapun saat mengidam dan itu sangat luar biasa. Tidak seperti dirinya yang lebih sering meminta hal-hal aneh pada suaminya hingga terkadang membuat Jordan terlihat kesal tapi tidak bisa mengeluh apalagi marah dengan perlakuannya. Tapi tetap saja Dara merasa bahwa dia tidak pantas melakukan semua itu. Pada kenyataannya juga tidak bisa karena yang menginginkan semua itu anak mereka.
"Benar-benar tidak menginginkan sesuatu?" Sarah tetap menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak pernah menginginkannya.
"Hanya saja aku lebih suka jika dia tidur tanpa mengunakan pakaian. Aku juga lebih sering tidur di atas dadanya dan mencium aroma tubuhnya terlebih lagi jika dia dalam keadaan berkeringat. Itu terlihat jauh lebih seksi jika dia baru selesai mandi dan menggunakan handuk saja. Aku bahkan suka melihatnya jika telan*ang di dalam ruang bilas. Itu akan terlihat semakin seksi di mata ku." ucap Sarah dengan begitu mudahnya mengatakan hal seperti itu pada Dara tanpa beban sama sekali.
Di saat kedua wanita itu sibuk bercerita kesana kemari, di tempat lain lebih tepatnya di perusahaan, William sedang berada pusing dan kurang tidur akibat ulah istrinya dan itu membuat Jordan kasihan dengan sepupunya itu.
Bukan hanya kali ini saja, bahkan dia sudah mulai terasa tubuhnya tidak fit selama sebulan ini.
__ADS_1
"Apa kita harus konsultasi ke dokter lebih dulu?"
"Tidak. Aku baik-baik saja. Aku hanya tidak habis pikir bagaimana bisa istriku menjalani kehamilannya tanpa ngidam sama sekali dan yang lebih parahnya lagi, Sarah itu terlihat semakin agresif saja. Bahkan kemarin dia sengaja masuk ke dalam kamar mandi hanya karena penasaran dan ingin melihatku mandi tanpa busana. Luar biasa sekali bukan?"
"What?! Sarah melakukan hal itu padamu?" William menganggukkan kepalanya lagi karena memang istrinya begitu.
"Menyeramkan sekali istrimu itu. Ngidamnya sangat ekstrim, apa kau pernah di perkos*nya juga?" kedua bola mata William langsung membulat sempurna karena setiap malam dia harus menahan hasratnya akibat tangan Sarah yang selalu saja menggerayangi tubuhnya. Entahlah, William tidak tau harus menjawab apa lagi.
"Astaga, kau tidak berani menjawabnya dan itu artinya memang benar istrimu melakukan hal itu?" tanya Jordan yang asih tidak ingin di jawab oleh William karena jawabannya Jordan sudah mengetahuinya sendiri.
...****************...
__ADS_1
Kalian semua jangan lupa mampir di lapak Devan dan Aluna di bang Paijo ya🙏🏽