
Dara sengaja mendiamkan suaminya karena dia berpikir bahwa Jordan memberikan hukuman pada Lucas maka dia sengaja mendiamkan suaminya.
Jordan yang baru saja masuk ke dalam kamarnya menatap aneh pada Dara yang sudah tidur dan bahkan tidak memakai pakaian dinasnya.
"Dara..." Jordan memanggil istrinya, namun yang panggil sama sekali tidak menjawabnya. Bahkan wanita yang terlihat seperti sedang tidur walau Jordan yakin bahwa istrinya tidak tertidur sama sekali.
Dihampirinya sang istri yang sudah lebih dulu berada di atas tempat tidur mereka.
"Maaf." ucap Jordan dengan suara rendahnya. Dia memeluk istrinya dan memenangkan wajahnya di rambut panjang Dara.
Sementara Dara sendiri, dia memang belum tidur hanya saja karena dia malas bicara dengan suaminya, maka jadilah dia yang berpura-pura tidur seperti ini.
"Aku tahu kamu belum tidur, untuk itu aku ingin mengatakan maaf. Aku tidak bermaksud untuk menghukum Lucas, hanya saja anak kita memang harus diberi pengertian bahwa dia tidak boleh sembarangan memukul orang walau dia tidak salah. Apapun alasan, memukul itu tidak baik dan aku tidak ingin putraku dicap buruk oleh orang banyak karena memiliki orang tua seperti itu." ujar Jordan.
Dia terus saja berada di posisinya saat ini dengan memeluk sang istri sambil membenamkan wajahnya di rambut indah milik Dara.
"Kamu tau? jika aku tahu bahwa di sini orang bertato itu dipandang sebelah mata-mata aku tidak akan pernah melakukannya di masa lalu. Tapi sayangnya aku tidak bisa membaca masa depan dan aku juga tidak bisa kembali ke masa lalu. Apa yang telah aku lakukan ini biar menjadi kesalahan untukku dan jangan sampai putraku menanggung hal buruk atas perbuatan buruk masa lalu. Aku tidak ngomong kiri bawa aku bisa dikatakan anak berandalan dulunya dan untuk itu aku tidak ingin Lucas melakukan hal apa yang pernah aku lakukan di masa." ucap Jordan.
Dara sendiri akhirnya membalikan tubuhnya dan dia mulai menatap sang suami. Keduanya saling bertatapan hingga membuat Jordan merasa sangat bersalah pada istrinya.
"Apapun kesalahan anak kita kita tidak boleh memarahinya di depan banyak orang. Pastikan jika ingin memberinya pengertian, perutnya harus terisi dan dia siap mengerti kamu. Jangan pernah membiarkan putraku merasa kelaparan karena aku tidak akan membiarkan itu. Di luar sana, banyak sekali anak jalanan yang tidak bisa makan seperti putra kita jadi jangan pernah membiarkan putraku ikut merasakan apa yang anak-anak di luar sana. Mereka juga ingin bisa makan seperti kita, jadi jika ingin memberi pengertian, berikan contoh yang baik pada putraku. Jangan pernah meninggalkan luka hingga membuatnya trauma." jelas Dara. Apa yang dikatakannya saat ini semata-mata hanya untuk membuat suaminya sadar bahwa apa yang dilakukannya terhadap Lucas tadi itu salah.
Salah besar. Dara marah karena Jordan mengatakan ingin menghukum putranya dengan hukuman tidak boleh makan.
"Maaf sayang, aku salah."
"Memang!" sela Dara. Suaminya ini memang beralasan dan untuk itu Dara bicara seperti ini agar suaminya paham apa kesalahannya.
"Iya, aku salah. Tolong jangan marah lagi sayang." bujuk Jordan berharap agar istrinya tidak murah lagi padanya.
__ADS_1
Dia tidak sanggup jika Dara terus marah padanya dan mengabaikan dirinya seperti ini.
Plak!
"Ada apa sayang?" tanya Jordan yang merasa aneh karena tangannya dipukul oleh istrinya.
"Aku sedang marah jadi jangan coba-coba untuk meraba diriku. Tolong kondisikan tangan nakal kamu itu." ucap Dara yang mulai kesal karena suaminya mulai berkelana.
"Memangnya tangan ku kenapa? aku hanya memegangi saja."
"Aahhh... Jordan hentikan itu." pinta Dara pada suaminya saat pria itu meremas dadanya.
Bahkan saat ini pria itu sudah mempermainkan bagian dadanya hingga membuat Dara mulai mendesah.
"Lihat, kamu bahkan sudah mulai mendesah duluan sayang."
"Aahhh ..hentikan ini sayang..." desah Dara saat merasakan bibir suaminya yang mulai menjalari batang lehernya.
"Sayang..." tubuh Dara sudah menggeliat seperti cacing yang terkenal panas saat suaminya yang mempermainkan dirinya seperti itu.
"Mendesahlah lebih keras sayang, mendesah lebih kencang." ucap Jordan yang terus mempermainkan istrinya hingga membuat Dara lemas ketika dia merasakan ada sesuatu yang ingin meledak dari tubuhnya.
"Aahh...sayangm..aku sampai..."
"Terus sayang, mendesah lagi Dara..."
"A-aaahhh...." desahnya panjang ketika dia merasakan ada yang keluar dari tubuhnya.
Dara seperti du bawa terbang ke awan lalu di hempaskan begitu saja saat merasakan ledakan dahsyat tersebut.
__ADS_1
"Aahhhkk...apa ini?" tanya Dara dengan ekspresi kagetnya ketika dia dibawa duduk di pangkuan sang suami. Dara mulai mengerti bahwa suaminya meminta untuk dia yang memulai permainan ini.
"Lalukan seperti saat kita di kamar mandi sayang. Aku yakin kamu bisa melakukannya. Selebihnya aku yang membantu."
"Tidak! aku tidak ingin berada di atas karena kamu akan lama. Tidak, pokoknya aku-aahhh..." Dara menjerit ketika dia merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam dirinya hingga membuat nafasnya tercekat.
Sesuatu itu benar-benar masuk sepenuhnya.
"Sayang, ini penuh sekali. Aku tidak bisa bergerak."
"Bisa sayang, aku akan membantumu Dara...eeggghhh..." Jordan mulai menggeram tertahan ketika dia mulai merasakan gesekan yang luar biasa dari dinding sempit milik istrinya.
Dara sendiri mulai merasakan sensasinya ketika perlahan rasa sakit itu mulai hilang dan berganti dengan rasa nikmat yang luar biasa.
"Dara...eeggghhhh...." Jordan merasakan kenikmatan yang luar biasa saat Dara yang bergerak lebih cepat lagi di atasnya.
Sungguh, apa yang mereka melakukan malam ini benar-benar sangat luar biasa dengan darah yang terlihat semakin menguasai dirinya.
Kedua tangannya meremas rambut Jordan ketika dia merasakan bibir suaminya yang bermain di bagian dadanya.
Keduanya sibuk mencari kepuasan tersendiri dengan Dara yang menghisap bagian batang leher suaminya hingga meninggalkan bekas di sana.
Mereka sedang tidak sadar, maka mereka tidak tau apa yang akan terjadi nanti setelah pertempuran panas mereka ini. Apalagi Dara, jika besok dia tau bagian leher suaminya meninggalkan bekas dari apa yang dilakukannya pasti akan merasa sangat malu.
"Sayang ..Dara ...aaahhh...." Jordan meremas bokong Dara yang terus menghantamnya hingga membuat Jordan merasakan denyutan yang sangat luar biasa.
Begitu juga dengan Dara yang merasakan bahwa milik suaminya semakin membesar di dalam inti tubuhnya hingga dia mendengar suara erangan panjang dari suaminya dan itu artinya Jordan telah mencapai puncak kenikmatannya.
"Ahhhkkk...Dara...." wajahnya mengarah ke langit-langit kamar mereka dengan memejamkan matanya.
__ADS_1
Jordan benar-benar merasa puas dengan pertempuran mereka malam ini karena Dara berhasil memuaskan dirinya seperti ini.