
Karena Dara yang terus aja meminta untuk bertemu dengan keluarganya membuat Jordan mau tidak mau membawa wanita itu untuk bertemu mereka semua.
Tapi sebelum itu Jordan sudah mengatakan bahwa dia harus ikut bersama Dara, karena dia tidak ingin membiarkan wanita itu sendirian menghadapi para lintah darat seperti keluarganya.
Kini mereka berdua masih berada di dalam mobil milik Jordan. Keduanya sudah sampai di depan rumah kakaknya Dara, tapi jaringan belum mengizinkan wanita itu untuk keluar.
" Apa kamu benar-benar yakin untuk bertemu dengan mereka? bagaimana jika mereka menyakitimu nantinya?" Tanya Jordan.
Dia hanya tidak ingin Dara merasa tersakiti dan meneteskan air matanya demi mereka para manusia yang tidak memiliki hati nurani sama sekali.
" Aku akan baik-baik saja dan aku tidak akan merasa tersakiti. Aku hanya ingin mengetahui apa alasan mereka tidak bisa menghadiri acara pemakaman ibu. Mereka semua lah yang begitu banyak menghabiskan harta ayah dan ibu tapi tidak satupun dari mereka mengerti kedua orang tuaku. Dulu, ayah meninggal dan mereka masih kuliah di luar negeri. Lalu saat ibu meninggal mereka juga tidak menghadirinya. Aku dan ibu berjuang sendiri untuk kehidupan kami berdua. Tidak satupun dari mereka yang mengirimkan kabar pada kami." Kedua tangan Jordan mencengkram kemudi mobilnya karena di merasa marah.
Dia memang sering dikatakan anak berandalan karena tubuhnya yang memiliki banyak tato. Tapi bisa diuji dan dibandingkan bahwa Jordan tidak pernah menyakiti hati ibu kandungnya.
Malah mereka berdua terlihat seperti teman bermain karena jiwa Mami Sofia yang begitu luar biasa.
" Lalu apa yang kamu inginkan? katakan kamu jika ingin membalaskan semua rasa sakit dan air matamu pada mereka maka aku akan membalasnya." Dara langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin membalaskan apapun pada keluarganya.
Walau bagaimanapun mereka semua masih keluarganya. Dara hanya ingin mengetahui kenapa dan apa alasan mereka melakukan hal itu.
" Lalu apa yang kamu inginkan?" Tanya Jordan lagi.
__ADS_1
" Aku hanya ingin mereka mengatakan alasan kenapa mereka menjauhi ku dan ibu. Aku juga ingin tau kenapa mereka tidak datang ke pemakaman ibu." Jawab Dara.
" Baik jika memang itu yang kamu inginkan. Hapus air matamu sekarang dan jangan pernah meneteskan air matamu di depan mereka semua. Aku bersumpah Dara, jika kau menangis saat bicara pada mereka maka aku akan membawamu pergi dari tempat itu. Aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengan mereka lagi." Imbuh Jordan.
Dia keluar lebih dulu dari mobilnya baru disusul dengan Dara. Jordan membawa Dara duduk di kursi rodanya dan mendorongnya.
Mereka masuk ke dalam rumah yang sangat di kenali Dara. Saat mereka sampai, Jordan langsung mengetuk pintu rumah yang menurutnya cukup besar.
Tak lama keluar seorang wanita yang memakai kalung emas dua lapis kemarin yang berani menantangnya.
Melihat siapa yang datang ke rumahnya membuat wanita yang sangat di kenal Dara.
" Kak Fara." Ucap Dara saat dia melihat kakaknya.
" Ada apa? mau apa kamu datang kesini? terus kenapa kaki kamu? cacat?"
Deg!
Jantung Dara seperti dihantam batu besar saat mendengar kakaknya yang mengatakan dengan begitu gampang tentang keadaan dirinya saat ini.
Cacat, kata cacat yang di ucapkan kakaknya itu sangat menyakitinya. Sakit sekali hati Dara ketika kakaknya mengatakan bahwa dia Cacat.
__ADS_1
Walau itu memang benar, tidak bisa kah wanita ini berempati sedikit saja terhadapnya.
" Hey, bicara yang sopan dengan adikmu. Kau ini manusia seperti apa? kau dilahirkan dari wanita yang sama, lalu bagaimana bisa kau menyakiti hati adikmu seperti ini." Tanya Jordan yang mulai merasa geram dengan kakaknya Dara.
Wanita tidak bisa dikasihani dan rasanya Jordan ingin meremas bibir merahnya itu agar tidak lagi bicara sembarangan.
Tapi dia tidak mungkin melakukannya karena bagaimanapun dia masih menghargai Dara di sini.
" Siapa kau berani melarang ku?" Tanya Fara dengan an wajah sombongnya.
Jordan sudah tidak menjawabnya tapi Dara mencegahnya untuk tidak mengatakan hal seperti itu.
" Kak, jangan bicara seperti itu dengan Jordan. Dia teman ku."
" Teman mu pa selingkuhan mu? kau juga sudah bercerai dengan Antoni bukan? apa itu karena dirinya?" Tanya Fara lagi yang semakin menyakiti hati Dara.
Jordan terus berusaha untuk menenangkan dirinya agar tidak meledak saat ini juga. Jika sampai dia meledak maka habislah mereka semua.
Entahlah, terkadang Jordan berpikir bagaimana bisa Dara memiliki hati seluas samudra seperti itu.
Luar biasa sekali hati wanita itu.
__ADS_1
Bersambung ❤️