
" Astaga Mami..." Betapa kagetnya Jordan saat melihat Maminya sudah berdiri di depan pintu kamar yang saat ini.
Sementara Mami Sofia hanya bersikap biasa saja seolah dia tidak melakukan hal apapun, karena pada dasarnya dia memang tidak melakukan hal apapun.
Mami Sofia hanya berdiri diam di depan pintu kamar putranya dan Jordan sendirilah yang kaget saat melihatnya.
" Mami, apa yang Mami lakukan di depan pintu kamar Jordan? lihat, jika jantung Jordan bukan buatan Tuhan maka bisa saja saat ini sudah lepas dari tempatnya." Ucap Jordan dengan segala perasaan kesalnya.
Jelas dia merasa kesal saat ini. Lagi pula untuk apa pagi-pagi seperti ini maminya sudah berdiri di depan pintu kamarnya?
" Mami, ayo katakan sesuatu apa yang Mami lakukan di sini. Mami tidak akan mungkin berdiri di tempat ini jika tidak ada perlunya bukan?" Tanya Jordan lagi.
Dia sudah tahu bagaimana tabiat wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini. Maminya tidak akan mungkin berdiri di sini dan menunggunya jika tidak ada sesuatu yang ingin diketahuinya. Sudah pasti saat ini ada hal yang ingin di tanyakan olehnya.
__ADS_1
" Apa kamu yakin ingin mengetahui apa yang akan Mami tanyakan?" Jordan diam saja.
Tapi tatapannya mengatakan seolah dia ingin mengetahui apa yang ingin ditanyakan maminya.
" Baik jika kamu penasaran dengan Mami tanya. Langsung saja, apa yang kamu lakukan di dalam kamar dari tadi malam setelah kamu membawanya masuk ke dalam kamarnya. Mami berada di depan pintu kamar darah selama 15 menit dan kau belum juga keluar dari sana. Katakan pada Mami apa yang terjadi di dalamnya." Tanya Mami Sofia.
Tidak salah bukan jika dia mengkhawatirkan semua ini? Mami Sofia hanya takut jika putranya itu akan melakukan hal yang tidak pantas pada Data sebelum mereka sah sebagai sepasang suami istri.
" Kamu harus ingat Jordan bahwa budaya Indonesia tidak sama dengan budaya kita di Madrid sana. Wanita Indonesia begitu sangat dihargai dan dihormati di kalangan pria harus menghargainya. Jangan sampai kamu--"
Mendengar penjelasan dari putranya membuat Mami Sofia menatap penuh menelisik pada Jordan.
Dari tatapan matanya seolah mengatakan bahwa dia tidak mempercayai putranya saat ini. Merasa baha Maminya tidak percaya dengan dirinya membuat Jordan pergi meninggalkan wanita keturunan asli Madrid itu karena dia malas berurusan dengan Maminya.
__ADS_1
" Terserah Mami..." Jordan pun pergi meninggalkan Maminya dan berinisiatif untuk pergi ke dalam kamar Dara untuk melihat apakah wanita itu sudah siap tau belum karena dia akan membantunya untuk turun ke meja makan.
" Hey, Jordan. Mau kemana kamu?" Tanya Maki Sofia yang melihat Jordan ingin membuka pintu kamar Dara.
" Sudah jelas jaringan ingin masuk ke dalam kamar Dara Mi. Ini sudah waktunya untuk sarapan. Jordan tidak ingin Dara terlambat makan. Apalagi saat ini Dara menempati kamar di lantai dua bulan? lali siapa yang akan membantunya untuk turun nanti?"
" Mami ikut! Biar Mami yang akan mengetuk pintunya. Atau biarkan Mami yang membantunya bersiap karena bisa saja Dara baru selesai mandi. Bahaya kalau kamu yang juga ikut masuk. Bisa-bisa senjata pernah kamu siap untuk tempur pula." Ucap Mami Sofia tanpa rasa bersalah sedikit pun hingga membuat Jordan langsung menjerit memanggil wanita itu dengan kesal.
" Mami...!"
" Apa anak ku sayang? mau *****?"
" Mam!" Teriak Jordan lagi yang semakin kesal dengan Maminya yang terus saja menggodanya sejak tadi.
__ADS_1
" Hahahaha....nanti saja *****-nya sama Dara kalau sudah sah. Sedot sampai habis juga gak apa-apa." Ucap Mami Sofia yang semakin membuat Jordan tidak habis pikir dengan ibunya ini.
Bersambung ❤️