Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Tidak sengaja


__ADS_3

William seharian berada di apartemen miliknya dan dua terus saja memikirkan apa yang telah terjadi antara dirinya dan juga Sarah. Banyak hal yang sudah di lakukan ya termasuk mencari tau cctv dari tempat dimana dia berada sampai di akhirnya tempat dimana dia tinggal bersama Sarah malam itu dan herannya tidak ada satupun cctv yang bisa di dapatkannya.


Jelas William tidak bisa mendapatkannya karena semua itu sudah di atur oleh Jordan yang meminta bantuan pada anak buah teman baiknya, Elang untuk melakukan semua ini demi menembak sepupunya.


"Ahk..." William menjerit sambil menjambak rambutnya karena dia merasa frustasi dengan masalah yang tengah di hadapinya saat ini. Sungguh, ini adalah pertama kalinya William merasakan beban berat seperti ini bahkan beban Jordan yang dikerjakannya saja tidak seberat ini.


"Apa yang harus aku lakukan tuhan? kenapa berat sekali yang ku rasakan saat ini?" tanya William sambil terus berpikir tentang masalahnya saat ini hingga tiba-tiba saja perutnya terasa lapar dan dia baru sadar jika ini sudah malam dan dia belum juga makan sejak pagi karena memikirkan semua ini.


"Kenapa tidak ada makanan yang bisa ku masak disini?" tanya William saat tidak mendapati apapun lagi di apartemennya yang bisa di olahnya menjadi makanan malam ini.


Merasa lapar dan juga frustasi dengan semua ini membuat William memilih untuk keluar keluar dari apartemen miliknya. Akhirnya William memilih mencari makanan yang bisa di makannya sampai kenyang.


"Sepertinya aku harus mencari makanan berat untuk mengenyahkan perutku." ucap William lagi yang langsung meluncur menggunakan mobilnya untuk mencari makanan yang bisa di makannya malam ini.


Ini sudah jam 9 malam dan biasanya jam segini banyak penjual makanan di pinggir jalan yang bisa dinikmatinya dan William berhenti di sebuah rumah makan seafood ongan bersama nasi uduk yang sudah tercium aromanya yang menggugah selera.


"Astaga, aku sudah lapar saat mencium aromanya." ucap William yang langsung turun dari mobilnya untuk memesan makanan dan membawanya pulang.


Brugh...


William di tabrak seseorang dari belakang saat dia hendak masuk ke dalam tempat makan pinggir jalan tersebut. Dia sudah hendak mengumpat namun saat melihat bahwa yang menabraknya adalah Sarah William tidak jadi mengumpat dan malah memberikan senyuman kaku miliknya pada Sarah yang di tanggapi ekspresi aneh oleh Sarah karena senyuman William terkesan kaku dan di paksakan.


"Jangan tersenyum jika tidak ikhlas, kesannya jadi senyum terpaksa dan aneh." ucap Sarah yang langsung membuat senyuman William luntur begitu saja.


Dia memang tidak pernah senyum pada orang lain, jadi dia tidak tau bagaimana caranya senyum untuk orang lain dan ternyata senyumannya di anggap aneh oleh Sarah.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak tau bagaimana caranya tersenyum,"


"What?" tanya Sarah yang tidak percaya dengan apa yang William katakan bahwa dia tidak tau bagaimana caranya tersenyum.


"Kenapa?" tanya William karena dia melihat reaksi Sarah yang terlihat kaget dengan perbuatannya yang mengatakan bahwa dia tidak tau bagaimana caranya tersenyum.


"Astaga, sudahlah, aku lapar." Sarah lebih dulu meninggalkan William di sana karena di merasa lapar.


Di tinggalkan oleh Sarah seperti itu membuat William langsung menyusulnya dan duduk di meja yang sama dengan Sarah hingga memancing reaksi wanita itu yang terlihat aneh menatap ke arahnya.


"Aku tidak punya teman, jadi bisakah aku duduk disini untuk makan malam bersamamu?"


"Apa selain tidak bisa senyum kau juga tidak memiliki teman?" tanya Sarah dan william langsung menjawab dengan anggukan kepalanya karena memang dia tidak memiliki teman.


"Are you seriously?" tanya Sarah yang benar-benar tidak percaya dengan jawaban pria di hadapannya ini.


"Oke, aku menerima penjelasan darimu dan menurutku itu tidak buruk." tak lama setelah itu pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka.


"Kau yang akan membayarnya." ucap Sarah yang langsung di jawab william dengan anggukkan kepalanya.


"Aku ingin pesan ayam goreng pahanya 2, nasi uduknya 1, cumi goreng, kepiting saus Padang dan gurame bakar, jus jeruknya 1 dan air mineralnya satu." William kaget dengan pesanan Sarah yang begitu banyak. Bukan masalah jumlah yang harus di bayarnya, tapi yang menjadi masalah baginya saat ini adalah apakah Sarah bisa menghabiskan semua ini?


"Dan kau?" tanya Sarah pada William yang terlihat melamun seperti itu.


"Aku nasi uduk satu dan ayam goreng saja. Tolong tambahkan jus jeruk 1 hangat dan air mineral. Jangan tambahkan gula di dalamnya dan satu lagi, aku ingin udang goreng." pesanan mereka langsung di catat oleh pelayan tersebut dan dia pergi meninggalkan sepasang kekasih itu.

__ADS_1


Banyak orang yang menganggap merek sepasang kekasih karena menurut mereka Sarah dan William sangat cocok dan pesanan mereka yang luar biasa.


Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya pesanan mereka datang di hidangkan di meja makan.


Mereka berdua langsung tergugah selera untuk melahapnya namun Sarah yang menyuruh William untuk memimpin doa di meja makan mereka satu ini.


"Selamat makan," ucap Sarah setelah melihat William yang selesai dengan doanya.


Keduanya mulai menyantap menu makan malam mereka dan yang membuat William kagum adalah Sarah yang tidak takut sama sekali dengan tangannya yang kotor akibat lumuran sambal di tangannya serta kuku indah miliknya.


"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Sarah saat mengetahui bahwa William yang terus saja menatap ke arahnya.


"Tidak ada, hanya saja aku baru pertama kalinya melihat wanita yang makan tanpa rasa canggung di dihadapan seorang pria dan lagi pula kau makan dengan menggunakan tanganmu tanpa takut jika kukumu rusak. Itu sebuah keajaiban menurutku karena biasanya wanita yang ku lihat mereka akan cenderung meminta di ratukan saat makan makanan seperti ini dengan alasan takut kuku mereka rusak."


"Itu mereka bukan aku. Jadi jangan samakan mereka dengan aku. Aku nyaman dengan diriku yang seperti ini, jadi aku tidak peduli dengan penilaian orang lain terhadap ku. Seperti yang kau katakan tadi, aku tidak perlu bergabung dengan dunia yang bukan menjadi duniaku dan inilah aku." jawabnya tanpa rasa ragu dan itu membuat William tiba-tiba saja tersenyum dan kali ini senyuman William membuat Sarah tersedak karena dia melihat senyuman William yang terlihat sangat manis tanpa di paksakan olehnya seperti tadi.


Uhuk...


"Sarah, kau baik-baik saja?" William memberikan minuman miliknya tanpa sadar dan itu di terima oleh Sarah.


"Kenapa aku meminum minuman milikmu?" tanya Sarah ketika dia sadar bahwa yang di minumnya saat ini salah minuman milik William.


"Tidak masalah asal kau baik-baik saja."


Deg!

__ADS_1


Jantung Sarah berdebar kencang ketika mendengar jawaban dari William hingga membuatnya terdiam seketika.


__ADS_2