Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Kelahiran Sang Jagoan


__ADS_3

Waktu berlalu dengan begitu cepat hingga membuat mereka yang mengalami harinya dengan penuh senyuman kini berubah menjadi kepanikan tatkala Sarah mau melahirkan.


Jika Dara melahirkan di dalam mobil, maka Sarah melahirkan di dalam kamar mandi ketika dia ingin pergi buang air kecil.


Mendengar kabar bahwa istrinya telah melahirkan di dalam kamar mandi membuat William merasa bahwa dirinya hampir gila ketika mendapati istrinya yang sudah menggendong anak mereka dengan posisi yang terduduk di lantai kamar mandi.


Bahkan yang membuat William kehilangan kekuatan dalam tubuhnya ketika dia melihat lantai kamar mandi yang bersimbah darah. Itu benar-benar membuatnya merasa sangat frustasi.


"Berhenti menatapku seperti itu William! sekarang panggilkan dokter atau bidan terdekat saja karena dia memanggil seorang dokter akan sangat lama. Saat ini anakku sudah harus mendapatkan pertolongannya." William langsung tersadar dan pergi mencari bidan sesuai dengan apa yang istrinya katakan padanya tadi.


Karena tidak sadar dengan apa yang terjadi saat ini, William sampai meninggalkan istrinya yang masih berada di dalam kamar mandi. Sementara Sarah ditinggalkannya begitu saja di dalam kamar mandi.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, William sudah datang bersama bidan yang di bawanya ke rumah mereka saat ini.


Melihat ada bidan yang datang bersama William membuat mami Sofia dan Dara langsung ikut panik karena mereka tidak mengetahui jika Sarah sudah melahirkan dan lebih parahnya lagi kali ini di dalam kamar mandi. Luar biasa sekali bukan?


"Astaga Sarah!" pekik mami Sofia ketika mengetahui menantunya yang di bopong William menuju tempat tidur mereka sementara bidan tadi membawa anak bayi yang diyakininya sebagai anak William dsn juga Sarah.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya mami Sofia yang merasakan ketika melihat menantunya melahirkan di dalam kamar mandi.


"Biar mami bantu." mami Sofia langsung membantu William untuk membuka pakaian Sarah dan menggantinya dengan pakai baru juga memakaikan pembalut khusus untuk wanita yang sehabis melahirkan.


Lalu pelayan juga datang untuk mengganti sprei yang kotor sementara Sarah sendiri masih di gendong oleh William setelah selesai berpakaian.

__ADS_1


"Hati-hati sayang." mami Sofia membantu putranya itu untuk merebahkan istrinya di atas tempat tidur mereka sementara bidan tadi juga membantu Sarah untuk memulai simulasi menyusui sejak dini.


Awalnya Sarah merasakan perih di bagian put*ngnya, tapi mengingat itu adalah makanan terbaik untuk putranya membuat Sarah berusaha untuk menahan semua itu.


Sementara William sendiri masih dirundung rasa kaget yang luar biasa. Apalagi mengingat perjuangan istrinya di dalam kamar mandi untuk melahirkan putranya itu membuatnya semakin tidak habis pikir untuk semua itu.


Plak!


"Mom!" pekik William yang kaget ketika kepalanya di pukul oleh sang mami ketika dia terus saja bengong sejak tadi.


"Apa? sana pergi dekati istrimu dan berikan dia pelukan hangat. Cium keningnya dan katakan kau mencintainya. Setidaknya dia merasa mendapatkan dukungan penuh dari suaminya. Bukan malah bengong seperti orang bodoh!" ucap mami Sofia yang merasa kesal karena William yang tiba-tiba menjadi orang bodoh persis dengan apa yang Jordan alami waktu itu. Sungguh, ini benar-benar membuatnya merasa pusing sebagai orang tua tunggal bagi kedua putranya itu.

__ADS_1


__ADS_2