
"Apa?" pekik Laura ketika mendengar bahwa dia akan dijodohkan dengan Jeff. Tadi, setelah mereka selesai makan malam lalu seluruh keluarga beralih ke ruang tamu untuk membicarakan hal yang tidak masuk akal menurutnya. Apalagi ketika mendengar secara langsung bahwa dia akan dijodohkan dengan laki-laki menyebalkan itu. Jika ditanya apakah Jeff tampan, maka jawabannya Jeff itu tampak dan Laura tidak ingin menjadi gadis yang munafik karena tidak mengakui ketampanan dari pria itu.
Melihat Laura yang berteriak seperti itu membuat keluarganya mulai panik dan mereka merasa tidak enak dengan keluarga Jeff. Sadar kondisi yang semakin tidak kondusif, Akhirnya Jeff berpamitan pada keluarga besok mereka untuk pergi ke taman dan membicarakan hal ini empat mata saja dengan Laura, Karena memang mereka harus bicara.
"Ikut aku," Jeff menarik tangan orang begitu saja setelahnya berpamitan pada keluarga besar mereka. Keduanya berada di taman dan setelah sampai, barulah Jeff melepaskan tangan Laura yang di pegang olehnya tadi.
"Lepaskan!" ucap Laura karena sejak tadi Jeff terus jadi menarik tangannya tanpa memikirkan apa yang diinginkan olehnya.
"Bisa diak tidak? kamu anak orang kaya dan juga kamu berasal dari keluarga yang baik-baik lalu bagaimana bisa kamu memiliki sikap bar-bar begini? tolong ingat Laura Mama kamu adalah seorang gadis keturunan dari keluarga terpandang jadi kamu harus bisa menjaga nama baik kamu dan nama baik keluarga kamu."
__ADS_1
"Lalu, apa kamu pikir kamu sudah melakukan hal itu untuk keluargamu? tidak bukan?" sahut Laura karena memang dia belum pernah melakukan semua itu untuk keluarganya. Terutama Daddy-nya sendiri karena memang hubungan mereka tidak sedekat itu.
"Ya, aku memang belum pernah melakukan hal itu untuk keluargaku karena aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Terlalu banyak luka yang sudah kurasakan sejak kecil dan aku juga tidak tahu luka mana yang harus kau obati obat apa yang harus kamu minum untuk menghilangkan semua rasa sakit itu. Sedangkan kamu, keluarga ini benar-benar sangat luar biasa dan mereka semua menyayangimu lalu bagaimana bisa kamu bersikap seperti ini seolah-olah kamu tidak membicarakan nama baik mereka." balas Jeff lagi hingga membuat Laura terdiam dan tidak berani mengatakan apa pun lagi saat ini.
Setelah cukup lama mereka berdiam diri akhirnya Jeff kembali memulai pembicaraan di antara mereka berdua karena mereka memang harus bicara tentang perjodohan dan keluarga mereka lakukan.
"Kau tahu tentang perjodohan ini?" tanya Jeff pada Laura dan gadis itu langsung menjawab dengan gelengan kepalanya saja karena dia memang tidak mengetahui tentang semua ini. Apalagi perjodohan ini.
"Lalu bagaimana jika aku tidak ingin menolaknya dan aku akan menerima perjodohan ini denganmu."
__ADS_1
"Ayolah Jeff, kita masih terlalu muda untuk membicarakan hal ini. Masa kapan kita masih panjang lagi dan kita harus meraih mimpi cita-cita kita bukan malah terjebak dengan perjuangan seperti ini." ujar Laura lagi karena dia tidak ingin Jeff berpikir dan memutuskan hal ini dengan begitu mudah karena banyak hal yang harus mereka pertimbangkan untuk setuju dengan perjodohan dia telah keluarganya tentukan untuk mereka berdua.
"Di menerima pencegahan bukan berarti kita tidak bisa meraih impian dan cita-cita kita. Aku dia masih ingin bersekolah dan meraih cita-citaku karena aku ingin membuktikan pada Daddy jika aku juga bisa membanggakannya walau rasanya juga tidak mungkin. Kau harus mengetahui nilai rezeki saat mau benar-benar menyayangimu dan aku ingin mengatakan bahwa aku menerima perjodohan ini. Kita bisa menjalaninya dengan santai sambil meraih impian dan cita-cita yang ingin kita raih. Ayolah Laura, aku rasa perjodohan tidak bisa mengerikan itu. Jadi ayo kita coba."
Plak!
Laura sengaja memukul bahu Jeff karena dia sudah sangat kesal dengan laki-laki itu. Bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti ini dengan begitu mudahnya. Sungguh luar biasa sekali bukan?
"Hey! Apa yang kau lakukan?" tanya Jeff yang tidak terima jika dia di pukul oleh Laura.
__ADS_1
"Biar! Biar isi kepala mu berkerja dengan dan tidak kosong lagi!"