
Melihat suaminya terlihat kesana kemari seperti sibuk sendiri membuat Dara merasa kesal karena akan ada sesuatu yang dikerjakan pria itu. Lihat, bahkan saat ini terus saja memantau ponselnya tanpa memikirkan bahwa di dalam kamar yang saat ini sudah ada Dara yang melihatnya.
brak!
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?"
"Tidak!" jawab Dara dengan cepat karena dia memang tidak baik-baik saja.
Mendengar jawaban dari istrinya seperti itu membuat Jordan langsung meletakkan ponselnya lalu menghampiri wanita itu
Dia sudah tahu bahwa saat ini pasti ada yang membuatnya marah.
"Sayang, maaf aku harus menyelesaikan pekerjaanku ini dulu." ucap Jordan yang berusaha untuk membuat istri agar tidak marah karena pekerjaan yang dikerjakannya saat ini benar-benar sangat penting.
Dia harus melakukan rencana jahatnya untuk menjebak William dan juga Sarah. Jordan sendiri yakin bahwa sepupunya itu pasti akan menikahi Sarah jika memang sampai sesuatu telah terjadi pada mereka berdua.
"Bukankah kamu sendiri yang sudah mengatakan bahwa saat kamu di rumah tidak ada lagi pekerjaan yang kamu kerjakan? lalu apa saat ini kamu mulai mengingkari janji?" tanya Dara pada suaminya hingga membuat pria itu langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin di katakan ingkar janji oleh istrinya.
"Jika tidak ingin di katakan ingkar janji maka berhenti bekerja. Aku ingin bercerita banyak tentang apa yang aku rasakan saat ini. Bahkan sejak kamu meninggalkan aku di rumah sakit tadi."
"Maaf, sayang. Aku salah," ucap Jordan yang mengaku salah pada istrinya.
"Memang!" jawab Dara dengan ketus karena memang suaminya itu salah. Sejak tadi Dara yang bercerita pada suaminya tapi pria tetap saja sibuk dengan pacarnya padahal dia tidak mengerjakan apapun saat ini.
"Iya maaf, tadi aku sibuk memantau perkembangan rencana jahat-em, maksud ku rencana hebat." Jordan langsung merubah kata-katanya tadi karena dia tau bahwa saat ini sang istri tengah merasa curiga padanya.
"Sayang, sumpah demi tuhan aku tidak melakukan apapun. Aku hanya melakukan sebuah rencana besar untuk William sayang, jadi tolong dukung aku oke." ucap Jordan yang langsung menggenggam kedua tangan istri yang berharap agar wanita itu tidak marah.
__ADS_1
Dara sendiri masih mengharap curiga pada suaminya karena apa yang dikatakannya di awal itu adalah kebenarannya. Dara tetap percaya pada apa yang dilakukan katakan pertama kali tentang rencana jahat.
"Jangan pernah melakukan hal yang tidak masuk akal sayang. Saat ini aku pernah mengandung sayang, jadi jangan pernah melakukan hal yang tidak benar."
"Aku hanya akan membuat William berkencan sayang, hanya itu saja." ucap Jordan yang berusaha untuk kembali meyakinkan istrinya agar dia percaya dengan apa yang dikatakannya.
"Kamu yakin?" dengan cepat Jordan menganggukkan kepalanya karena memang dia yakin untuk membuat William berkencan, walau dalam hatinya berkencan dalam urusan ranjang.
Di dalam hatinya Jordan tertawa jahat dengan rencananya ini. Berharap apa yang di lakukan bisa berhasil karena Jordan tau bahwa William bukan pria bajingan yang akan meninggalkan wanita setelah di tidurinya.
"Awas kalau sampai kamu macam-macam." ancam Dara pada istrinya dan Jordan sendiri langsung memeluk istrinya untuk mengajak wanita tidur karena memang ini sudah malam.
Di saat Jordan tengah memeluk istrinya dan membantu wanita hamil itu untuk tidur, anak buah Jordan langsung beraksi untuk menjebak keduanya.
Jordan yang sudah mendapatkan alamat apartemen milik Sarah langsung mengeksekusinya karena dia juga sudah mengetahui jadwal wanita itu keluar dari apartemennya untuk berjaga malam di rumah sakit.
"Tidak, jika kalian ingin mengambil mobilku ambil saja. Aku akan memberikan kalian apapun barang-barang milikku, tapi tolong biarkan aku pergi." pinta Sarah pada para penculik itu.
"Kau tidak berhak menawarkan sesuatu pada kami, jadi ayo ikut." Sarah dibawa masuk ke dalam mobil dan dibawa pergi setelah dia di berikan obat bius dosis rendah agar tidak membahayakannya.
Saat mereka telah berhasil menculik Sarah, orang suruhan Jordan yang lainnya tengah bersiap untuk melakukan aksi yang menculik William.
Bugh...
William terjatuh ketika mendapatkan sebuah pukulan di batang lehernya hingga membuatnya terjatuh, namun saat dia hendak melawan obat bius kembali di berikan William seperti apa yang mereka berikan pada Sarah tadi.
Kedua sudah sampai di tempat dimana seharusnya mereka berada. Setelah mereka melucuti pakaian William, selanjutnya tim wanita melucuti pakaian milik Sarah hingga membuat keduanya terlihat di atas ranjang yang sama dengan berpelukan.
__ADS_1
Sungguh, rencana yang sangat jahat sekali bukan?
Keduanya langsung ditinggalkan begitu saja setelah mereka berada di atas ranjang yang sama. Jordan yang mendapatkan laporan bahwa keduanya sudah berada di tempat yang seharusnya membuat pria itu langsung tersenyum jahat. Tapi dia tidak bodoh karena dia harus menghapus semua nomor itu setelah berhasil melancarkan aksinya. William bukan orang yang bodoh, jadi tidak ingin menjadi tersangka walau memang dia tersangkanya.
"Akhirnya, aku bisa tidur dengan tenang malam ini." ucapnya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Dia memeluk tubuh istrinya yang sudah lebih dulu tertidur, berharap bahwa malam ini dia akan mimpi indah karena rencana jahatnya sudah terlaksanakan dengan baik.
Pagi harinya, Sarah yang terbangun lebih dulu langsung merasa aneh ketika dia merasa ada angin yang menerpa kulitnya. Lalu saat dia merasa tangannya tengah memegang sesuatu yang keras membuat Sarah langsung membuka matanya saat itu juga.
Betapa kagetnya dia ketika melihat bahwa ada seorang pria yang berada di dekatnya dalam keadaan naked seperti itu dan lebih kaget lagi ketika Sarah merasa bahwa dirinya juga dalam keadaan yang sama.
"Aahk..." Sarah berteriak ketika mengetahui bahwa dirinya berada di atas ranjang dengan seorang pria yang keadaannya juga seperti dirinya.
Mendengar suara teriakan di dekat telinganya membuat William langsung terbangun ketika mendengar suara melengking tersebut.
"Siapa kau?" tanya William yang juga tak kalah kagetnya dengan keadaan mereka saat ini.
Apalagi ketika mengetahui bahwa yang berada di dekatnya saat ini adalah Sarah dokter cerewet itu.
"Kau-" tunjuk keduanya secara bersamaan. Mereka saling menuding hingga membuat Sarah langsung menarik selimut untuk menutupi bagian tubuhnya yang tidak memakai apapun saat ini.
Begitu juga William yang menutupi bagian pinggangnya karena melihat Sarah dengan keadaan seperti itu dan dirinya pun sama.
"Apa yang telah kau lakukan?" tanya mereka kembali bersamaan hingga membuat Sarah semakin marah dengan William.
"Kenapa bertanya padaku?" tanya keduanya lagi yang masih bersamaan tanpa ada yang mau mengalah sedikitpun.
"Seharusnya aku yang bertanya!" ucap William yang tidak ingin di salahkan oleh Sarah.
__ADS_1