Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Sarah Positif


__ADS_3

Pagi ini, William disibukan dengan perintah sang istri yang menyuruhnya untuk pergi ke apotek dan membelikan tespek.


Entah apa yang terjadi pada pria itu tapi saat yang jelas dia tidak tahu apa itu tespek dan itu membuat istrinya marah. Bagaimana bisa pria yang menjadi asisten terhebatnya Jordan tidak mengetahui alat apa yang dimintanya itu. Sungguh luar biasa sekali bukan suaminya ini?


"Sayang, aku tidak tahu alat apa yang kamu minta itu tapi yang pasti penjaga apotek yang mengatakan bahwa alat yang kamu katakan itu adalah alat untuk mengetes kehamilan. Mereka bertanya model apa yang aku inginkan, tapi aku tidak mengetahuinya karena kamu-"


"Apa?" tanya Sarah dengan raut wajah kesannya ketika dia mengetahui bahwa suaminya sudah mulai mengerti apa yang diminta olehnya sejak tadi.


Ya, William baru saya tersadar jika yang diminta istrinya tadi adalah alat untuk mengatasi kehamilan dan apa itu artinya saat ini Sarah tengah mengandung anak mereka.


"Sayang, Aku-"


"Cepat pulang dan bawa alat itu untukku segera!"


Tut!


Sarah langsung mematikan sambungan teleponnya begitu saja pada suaminya karena dia sudah terlanjur kesal dengan pria itu. Bagaimana bisa suami seorang dokter tidak mengetahui alat untuk mengetes kehamilan seperti itu. Bukankah itu terdengar sangat lucu? walau Sarah ini hanya seorang dokter gigi saja tapi tidak semestinya suaminya tidak mengetahui apa alat yang dimintanya tadi. Entahlah, Sarah menambahkan habis pikir dengan suaminya.


Sementara William langsung berlari membawa tespek yang berada di genggaman tangannya setelah dia membayar semua itu di apotek. Dia gambar harus segera sampai di rumah karena dia ingin mengetahui apa hasilnya. William benar-benar sudah tidak sabar ingin mengetahui hasilnya apakah benar istrinya itu sedang mengandung anaknya atau tidak.

__ADS_1


"Sarah, sayang kamu di mana?" ntar yang hilang ketika dia masuk ke dalam rumah dan langsung mendapatkan pukulan keras di kepalanya karena sang mami yang melakukan hal itu.


Bugh...


"Aahhkkk...Mom, apa yang mom lakukan?" tanya yang tidak percaya karena dia baru saja datang dan sudah mendapatkan hukuman dari sang suami.


"Dasar tidak punya sopan santun. Seharusnya kamu mengucapkan salam saat masuk ke dalam rumah makan malah berteriak memanggil istrimu seperti itu. Aku tau bahwa kalian kalian ini pria bodoh yang begitu sangat mencintai pasangan kalian tapi tidak harus seperti ini juga. Kalian 96 membuat mami masak pusing." ucap mami Sofia yang merasa frustasi dengan kedua putranya ini.


William dan Jordan benar-benar sering membuat kepalanya pusing dan ingin meledak saat itu juga. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena memang seperti itulah yang sering terjadi di dalam rumahnya apalagi semenjak William yang ikut tinggal di rumah besar ini bersama mereka. Entahlah, semakin hari rumah ini semakin terasa sangat berisik dan penuh kebisingan.


"Mom, kita bicarakan lagi ini nanti oke. Sekarang ada yang harus William kerjakan karena William harus segera menemui istri William. Sarah meminta William untuk segera datang ke kamar dan membawa barang pesanannya."


Cup...


Sesampainya dia di dalam kamar, William sudah bisa melihat wajah cemberut istrinya yang menatap tajam ke arah. Sontak saja William langsung mengatakan permohonan maafnya pada sang istri karena dia benar-benar tidak tahu benda apa yang dimaksud istrinya tadi jika tidak jaga toko tadi aku mengatakannya.


"Sayang, aku-"


"Susah sini!" Sarah langsung merampas barang bawaan suaminya karena dia ingin langsung mengetahui apakah memang benar dia sedang mengandung atau tidak. Tapi cara benar-benar berharap bahwa dia belum memang sudah mengandung dan itu bisa menjadi hadiah terbaik untuk suaminya karena dia tahu bahwa William sangat menginginkan memiliki anak dengannya dan semoga saja Tuhan mengabulkan permintaan suaminya.

__ADS_1


"Ya ampun, kenapa kau payah sekali William? seharusnya kamu mengerti apa yang di maksud istri kamu." ucapnya yang merasa frustasi dengan keadaannya sendiri.


Sarah sudah melakukan semuanya dengan baik sampai saat dia keluar dari dalam kamar mandi, dia langsung membawa alat yang sudah digunakannya tadi dan langsung diberikan kepada sang suami. Sebagai seorang istri dan juga dokter walau hanya dokter gigi, Sarah juga ingin mengetes dan menguji kepintaran suaminya apakah benar pria itu mengetahui bahwa ia atau tidak sama sekali.


"Sayang...apa ini?" tanya William ketika dia mendapatkan benda pipih tersebut dari tangan istrinya dan diletakkan wanita itu di telapak tangannya sendiri.


"Lihat dan pahami sendiri." jawab Sarah yang masuk naik ke atas tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya.


William terus saja memperhatikan bunda pipi tersebut sampai dia melihat ada tanda ♥️ tulisan pregnant.


"Sayang, kamu hamil?" tanya William yang terkejut dengan berita ini. Dia bila masih tak percaya dengan apa yang didapatkannya saat ini bahwa istri yang sedang mengandung anak mereka.


William langsung menghampiri sang istri dan memberikannya begitu banyak kecupan di wajahnya hingga membuat Sarah merasa kesal karena suaminya itu terlalu lambat dalam berpikir hal seperti ini. Tapi jika disuruh bekerja maka dia bisa dengan cepat menyelesaikannya.


"Terlambat! aku pikir kamu sudah mengetahuinya saat aku memberikan benda tersebut tapi kenyataannya tidak sama sekali. Kamu tidak mengetahui apa yang aku maksud." ujar Sarah yang sengaja menyelimuti tubuhnya di atas tempat tidur karena dia tidak ingin bicara apapun lagi dengan suaminya. Bahkan kedua matanya agar tidak melihat wajah tampan William yang bisa saja membuatnya lulusan tidak jadi marah nantinya.


"Sayang, aku minta maaf jika aku membuat kamu kesal. Hanya saya ingin mendengar hal yang baru bagiku dan aku tidak pernah melihat benda tersebut jadi tolong maklumi aku. Tapi, apapun itu yang paling utama bagiku saat ini terima kasih atas semua yang telah kamu berikan terhadapku. Semenjak hadirnya kamu dalam diriku begitu banyak perubahan yang kurasakan begitu banyak perasaan yang bisa aku nikmati setiap harinya. Dan sekarang, kamu sudah mengandung dan itu artinya kamu sudah tidak diperbolehkan lagi untuk bekerja dan menaiki mobilmu itu sesuai dengan perjanjian yang telah kita kesepakati." ucap William yang membuat Sarah semakin bad mood ketika mendengar penuturan dari suaminya. Inilah yang menjadi pilihan terbaik bagi negara memang dia juga memikirkan hal itu sejak di kamar mandi tadi karena mereka pernah melakukan kesepakatan jika Sarah mengandung maka dia siap untuk pergi meninggalkan rumah sakit dan berhenti sejenak dan tidak lagi menggunakan mobil impiannya.


"Dan hal itu pula yang membuatku marah dan kesal!" jawab Sarah karena memang itu kenyataannya. Kenyataan di mana Sarah harus siap untuk berhenti bekerja dan mengurus anak dan suaminya saja.

__ADS_1


"Terserah, jadi sekarang katakan apa yang kamu inginkan agar aku bisa pergi untuk mencarinya. Seperti ngidam itu."


"Jangan mengada-ngada karena aku belum merasakan ngidam saat ini dan jangan pernah aku merasakan bagaimana tersiksanya menjadi calon ibu. Jadi berhenti mengatakan hal omong kosong!"


__ADS_2