
plak!
"Ahkkk..." keduanya langsung mendapatkan pukulan dari sang ibu ketika melihat anak-anaknya yang sedang bercerita apa yang mereka ceritakan tentang istri mereka. Terutama Sarah, istrinya William sendiri.
"Mami, apa-apaan ini?" pekik Jordan ketika dia mendapatkan pukulan keras dari sang mami.
"Apa?" tanya mami Sofia dengan kedua tangannya yang berkacak di pinggang.
"Kalian ini, seharusnya kalian sudah masuk ke dalam kamar dan menemani para istri kalian, bukannya malah menggosipkan mereka di tempat ini. Lagi pula apa yang kalian ceritakan itu termasuk akal. Kalian menceritakan tentang para istri kalian yang mengalami ngidam ini dan itu." ujar mami Sofia yang membuat kedua anaknya itu langsung diri mereka karena mereka tidak ingin terlibat masalah apapun dengan wanita itu.
Setelah melihat anak-anak yang pergi meninggalkan kolam renang membuat mami Sofia bisa bernafas dengan lega karena tadinya dia tidak ingin menghampiri mereka berduanya, tapi ketika dia melihat kedua anaknya itu terus saja menceritakan istrinya dengan segala tingkah laku mereka membuat Mama Sofia kesal mendengarnya.
"Astaga, anak-anakku mengalami hal apa yang suamiku alami dulunya. Bagaimana bisa mereka memiliki istri yang seperti itu, terutama William. Istrinya mengerikan sekali" ucap mami Sofia yang melihat bekas kissmark di bagian leher sang putra.
Karena tidak ingin terus memikirkan hal ini, akhirnya mami Sofia lebih memilih kembali ke kamarnya karena hari sudah sangat malam.
Keesokan paginya, meja makan kembali ramai karena William yang kembali mendapatkan kesialan karena dia terlambat pagi ini.
"Kenapa sangat buru-buru sekali?" tanya mami Sofia ketika melihat William yang baru saja duduk di meja makan lalu mengambil susunya dan segera pergi dari sana.
"William harus menyelesaikan semua pekerjaan ada meeting penting pagi ini Mom. Nanti malah juga ada acara temuan yang tidak bisa dihadiri Jordan karena Dara baru saja melahirkan, jadi biar William yang pergi bersama Sarah. Saat ini sarah juga belum bangun dari tidurnya jadi tolong siapkan sarapannya."
"Pergilah, mami akan menjaganya nanti." jawab mami Sofia.
__ADS_1
William harus berangkat ke Singapura pagi ini dan sore nanti dia juga harus sudah sampai di sini untuk menghadiri acara pertemuan nanti.
"Aku berangkat mom," William pun pamit pergi untuk pergi bekerja hari ini.
Sesampainya di sana, dia langsung mendapatkan panggilan telepon dari sang istri karena Sarah tidak mengetahui sama sekali jika suaminya berada di Singapura saat ini.
Tapi ada hal yang membuat William seperti merasa bahwa dunianya kembali normal ketika mendapatkan pesan dari sang istri. Dia berharap bahwa setelah ini tidak ada lagi kamu sama istrinya yang membuatnya tidak bisa hidup dengan tenang.
"Kenapa tidak mengatakan padaku jika kamu pergi ke Singapura untuk bekerja? aku tahu kamu pergi ke Singapura aku akan meminta sesuatu padamu." ucap Sarah hingga membuat William merasa bahwa dirinya kembali hidup dengan semua ini.
"Maaf sayang, tapi aku tadi terburu-buru jadi aku tidak sempat berkomentar denganmu. Lalu kata-kata aku apa yang kamu inginkan?" tanya William karena dia berharap bahwa istri yang menginginkan sesuatu dan dia bisa mencarikannya nanti sebelum dia kembali ke Jakarta dan malamnya mereka akan pergi ke sebuah pertemuan.
"Aku dengar di sana ada laksa yang sangat terkenal jadi bisa tolong belikan itu untukku? tolong bawakan dalam keadaan hangat."
"What?" pekik William ketika mendengar permintaan istrinya meminta laksa dalam keadaan hangat. Tapi bagaimana caranya pikir William.
"Bukan seperti itu sayang, tapi -ah oke iya baiklah. Aku akan mencarikannya untuk kamu dalam keadaan hangat." ucap William hingga membuat Sarah terlihat sangat bahagia hanya karena keinginannya yang di kabulkan oleh sang suami.
"Baiklah, jika begitu aku harus bekerja lagi sayang. Love you my lovely sunshine." Sarah tersenyum ketika mendengar kata-kata yang suaminya ucapkan hingga membuat mami Sofia yang berada di dekat menantunya menatap heran pada wanita sedang mengandung saat.
Tadi dia bisa terlihat menyeramkan dengan wajah kesalnya, lalu tiba-tiba sedih dan kini malah terlihat tersenyum. Sungguh luar biasa sekali bukan menantunya itu.
"Dara, apa kita harus memanggil dokter untuk datang ke rumah kita?" tanya mami Sofia karena dia merasa ada yang aneh dengan menantunya yang satu itu.
__ADS_1
"Dara rasa kita membutuhkannya mi, soalnya Sarah-"
"Hey! apa-apaan ini? aku sehat dan aku baik-baik saja. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan keadaanku karena memang tidak terjadi apa-apa. Selama ini kalian yang selalu mengatakan padaku bahwa ngidamku itu tidak normal dan saat aku bersikap seperti ibu hamil pada umumnya kalian malah mengatakan membutuhkan dokter karena aku ngidam. Sebenarnya apa yang kalian inginkan?" tanya Sarah dengan raut wajah kesalnya.
Dia tidak habis pikir dengan kedua wanita yang berada di dekatnya saat ini karena mereka selalu saja mengganggunya.
"Bukan seperti itu Sarah, hanya saja kami memang sedikit merasa aneh dengan kamu yang tiba-tiba saja menginginkan makanan. Bukannya biasa kamu yang menginginkan suamimu?"
"Hais, kau ini Dara. Seharusnya kau tidak mengatakan seperti itu. Apalagi dengan mami, lihat sekarang mami sudah penasaran dengan apa yang terjadi dengan kami kan?" ucap Sarah yang sedikit kesal dengan Dara saat ini.
"Penasaran apa? tidak merasa penasaran sama sekali karena mami sudah melihat dengan jelas apa yang telah kamu lakukan terhadap William. Kamu telah menodai anak mami yang paling polos Sarah. Bahkan mami juga sudah melihat maha karyamu di Batang lehernya William, lalu apa lagi? apa ada hal yang lainnya lagi?"
Blush...
Wajah Sarah tersimpan ketika mendengar apa yang memi Sofia katakan tentangnya. Itu artinya mami Sofia juga sudah mengetahui apa yang terjadi antara dirinya dan juga William kemarin.
"Ahhh...Mami, jangan begitu." ujar Sarah yang merasa malu dengan semua yang ibu mertuanya katakan tentang mereka.
Begitu juga dengan Dara, dia juga merasa malu dengan kenyataan ini. Apalagi Dara pernah mendengar percakapan mesum antara Sarah dan juga William.
Melihat Dara yang tersenyum seperti itu membuat Sarah langsung mengembalikan kata-katanya tadi.
"Sepertinya yang membutuhkan dokter saat ini itu Dara, bukannya Sarah mi. Lihat, dia tersenyum sendiri sejak tadi dan itu membuat Sarah merinding melihatnya." ujar Sarah hingga membuat Dara langsung mencebik ketika mendengar apa yang saudaranya katakan tentang dirinya saat ini.
__ADS_1
"Hah, kamu itu menyebalkan Sarah."
"Kamu lebih parah!" jawab Sarah yang tidak ingin kalah dari Dara karena memang wanita itu juga sangat menyebalkan menurutnya.