Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Penbalasan


__ADS_3

Laura sudah menyiapkan segalanya hari ini karena dia akan memberikan pembalasan pada pria nakal itu. Dia akan datang lebih pagi dan akan melakukan aksi balas dendamnya pada Jeff.


Ya, Laura sudah menyiapkan segalanya dan kali ini dia tidak akan kalah dari pria itu. Jika kemarin dia mencoret kaca mobilnya dengan spidol dan meneruskan nomor ponsel yang tidak penting itu maka kali ini dia akan melakukan pembalasan yang jauh berbeda. Dis tau jika Jeff bukan anak orang sembarangan, jadi jika dia sedikit merusak mobilnya tidak masalah bukan?


Laura tidak percaya jika saat dia ampai di sekolah, Jeff juga sampai di sekolah dan menggambar mobilnya dengan motor sport mahal miliknya itu. Laura tidak ingin memperdulikan semua itu karena rencana balas dendamnya sebentar lagi akan terwujud. Dia akan melakukan aksinya di saat semua siswa belajar nantinya dan dia akan permisi untuk pergi ke toilet sebentar.


"Morning my future wife," sapanya dengan begitu manis hingga membuat Laura ingin muntah saat itu juga. Beruntung dia bukan gadis yang mudah mual, jadi dia bisa menahan semua itu agar tidak muntah begitu saja.


"Hey, kenapa diam saja?" tanya Jeff ketika melihat Laura yang pergi melewatinya begitu saja. Entah bagaimana caranya dia Laura. Jika itu Giselle dan teman-temannya, maka Jeff tidak perlu bersusah payah seperti ini karena mereka sendiri yang mendatanginya. Tapi sayangnya dia tidak tertarik sama sekali dengan mereka karena yang menarik perhatiannya adalah Laura Brussels.


"Lalu kau ingin aku seperti apa? tidak ada bukan, jadi minggir!" Laura kembali melewati tubuh Jeff begitu saja hingga membuat anak laki-laki itu hanya tersenyum saja. Dia sangat menyukai hal-hal seperti ini berbau-bau dengan perjuangan keras karena menurutnya Laura pantas untuk diperjuangkan.


"Laura Brussels, akan ku buktikan padamu jika aku bisa menarik perhatianmu bahkan jika mungkin aku akan menarik perhatian keluarga besarmu karena aku akan-"


"Shut up!" tunjuk Laura dengan kesal pada Jeff yang membuatnya semakin kesal. Jika saja bukan karena rencana jahatnya, nanti sudah Laura balas pria ini. Namun, memikirkan rencananya untuk balas dendam jadi dia lebih memilih meninggalkan Jeff dari pada harus terlibat pembicaraan lagi dengannya.

__ADS_1


Sesampainya di kelas, Laura di datangi oleh Giselle and the Genk, karena dia tahu apa agar permasalahan mereka saat ini karena itu pasti berhubungan dengan Jeff.


"Mengukir dari mejaku jika tidak ingin membuat kalian menyesal. Aku sudah berjanji pada mami dan kakiku untuk tidak terlibat masalah apapun lagi dengan kalian. Aku tidak takut sama sekali dengan kalian, tapi aku harga janji kepada kedua orang tuaku. Jadi, jangan membuatku marah dan kalian akan menyesal nantinya." ucap Laura yang mengeluarkan iPad miliknya lalu memasang earphone di telinganya karena dia tidak ingin menanggapi mereka.


Giselle sendiri memilih mundur mengajak teman-temannya agar tidak menganggu Laura, karena dia tau sekuat apa power papinya yang semakin tua semakin hot itu. Apalagi ketika mereka melihat penampilan papinya Laura yang sangat keren itu. Sungguh, mereka ingin menjerit rasanya memiliki papi yang keren seperti papinya Laura.


Jeff masuk ke ruangan kelas mereka dan mengusap puncak kepala Laura dengan lembut hingga membuatnya kesal dan langsung menunjukkan jari tengahnya ke arah pria itu. Jeff sendiri hanya tertawa saja melihat tingkah Laura yang menunjukkan jair tengahnya.


Tak lama jam pelajaran di mulai, mereka mulai belajar dengan serius dan guru matematika mulai memuji Laura yang semakin giat untuk belajar bahkan mendapatkan nilai yang bagus darinya.


"Saya sudah katakan pada bapak bahwa saya ini bukan bodoh, hanya saja saya ini pemalas, maka jadilah seperti ini. Jika saya bersungguh-sungguh bisa saja saya setara dengan kakak saya yang selalu bapak bangga-banggakan itu. Tapi perlu bapak ketahui, jika Lucas kakak saya itu tidak pernah sekali pun dia mendapatkan nilai di bawah 9, walau hanya sekolah di sekolah umum, tapi bisa di adu dengan siswa internasional seperti ini karena bapak sudah melihatnya secara langsung saat beliau mengikuti lomba matematika Nasional bukan?" guru matematika Laura membenarkan apa yang gadis itu katakan karena Lemos itulah kenyataannya. Dia pernah bertemu langsung dengan Lucas dan dia melihat bagaimana pintarnya anak laki-laki itu. Entah bagaimana cara dia menghitung secepat itu dan menurutnya itu luar biasa.


"Jika seperti itu, saya izin ke toilet sebentar pak, soalnya tadi makan sambel kebanyakan, jadi sakit nih," ucapnya meminta izin pada bapak guru dan akhirnya di beri izin.


Begitu juga dengan Jeff, dia berpura-pura ingin keluar dan pergi ke toilet juga. Namun, di karang oleh gurunya.

__ADS_1


"Kenapa kamu mau ke toilet juga? Jangan-jangan kamu ada apa-apanya sama Laura, hayo ngaku kamu!"


"Pak, saya itu mau pipis, jadi beneran deh. Bukan mau ngapa-ngapain kayak yang bapak tuduhkan." ucap Jeff yang memberi penjelasan pada gurunya.


"Halah, alasan kamu. Sudah sana pergi! jangan lama-lama kamu." akhirnya Jeff mendapatkan izin dari gurunya untuk pergi ke toilet. Dia akan menunggu Laura di sana karena ada hal yang ingin di bicarakannya. Namun, hingga 5 menit berselang, Jeff tidak mendapati Laura yang keluar dari dalam toilet.


Karena merasa penasaran, akhirnya Jeff memilih untuk melihat ke toilet perempuan dan dia tidak mendapati siapa pun di sana.


"Sial! sebenarnya ke mana dia pergi? kenapa tidak ada di toilet?" tanya Jeff merasa penasaran karena tidak melihat Laura yang berada di toilet padahal tadi gadis itu mengatakan bahwa dia ingin pergi ke tempat ini bukan.


Sedangkan Laura sendiri langsung kembali ke kelas setelah berhasil melakukan aksi balas dendamnya pada Jeff. Senyum iblis terukir di bibirnya hingga membuat Laura terlihat sangat bahagia sekali saat ini. Dia kembali ke ruangan kelasnya setelah berpura-pura ke toilet tadi.


Begitu juga dengan Jeff, ketika dia sampai ke dalam kelasnya, dia kaget karena melihat Laura yang sudah berada di bangkunya lagi.


"Nah Jeff, katakan kamu dari mana? Laura saja sudah kembali, laku dari mana kamu?" tanya bapak gurunya pada Jeff hingga membuat pria itu menatap ke arah Laura yang tidak menatap ke arahnya sedikit pun. Jeff sendiri merasa bingung dan penasaran sebenarnya dari mana dia.

__ADS_1


"Maaf pak, tadi perut saja tiba-tiba aja sakit. Soalnya kemaren banyak makan seblak." jawabnya dengan kebohongan. Dia tidak mungkin mengatakan jika dia menunggu Laura di depan toilet perempuan tapi tidak mendapatinya di sana.


"Halah! Alasan kamu." Jeff kembali ke tempat duduknya dan ketika dia melewati Laura, dia seperti mencium aroma cat pilok, tapi mana mungkin Laura bau cat Pilok, jadi dia meyakini jika indra penciumannya yang salah.


__ADS_2