
Lucas baru saja keluar dari kamar mandi dan dia melihat bahwa istrinya sudah siap saat ini. Mereka memang memiliki janji, bahwa mereka akan pergi ke pasar sore untuk berbelanja. Jika biasanya para wanita akan mengajak pergi berbelanja ke mall atau supermarket maka tidak dengan Dahlia. Istrinya itu lebih memilih mengajak suaminya pergi berbelanja ke pasar sore karena menurutnya harganya jauh lebih murah dan semuanya jauh lebih segar daripada di supermarket.
"Ayo, Sayang aku sudah siap." ucap Lucas setelah dia bersiap. Begitu juga dengan Dahlia yang langsung mengambil tasnya kenapa mereka akan pergi untuk berbelanja sore ini.
"Apa jauh? aku tidak memiliki uang cash di dompet dan hanya tersisa paling satu juta saja, jadi apa bisa kita pergi ke ATM dulu untuk mengambil uang?" tanya Lucas karena dia takut jika uang mereka tidak cukup untuk berbelanja nantinya.
"Tidak perlu Mas, uang kamu itu sudah lebih dari cukup. Lagi boleh jika uang kamu tidak cukup aku masih memiliki uang jadi tidak perlu ke ATM lebih dulu. Sekarang ayo pergi, nanti kita terlalu sore dan belanjaannya sudah banyak yang habis. Jadi ayo pergi," Dahlia pun mengajak suaminya pergi saat itu juga karena dia tidak ingin ketinggalan pasar sore karena jika mereka terlalu sore nanti maka tidak banyak lagi pilihan yang akan mereka beli. Tidak jauh, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit saja mereka sudah sampai ke pasar sore dan ini adalah pertama kalinya dalam hidup Lucas ketika dia pergi berbelanja dan itu bersama Dahlia.
"Kamu yakin jika kita akan pergi berbelanja di sini sayang? tempat ini ramai sekali dan aku rasa lebih baik kita pergi berbelanja ke supermarket saja." Lucas berusaha untuk mengajak istrinya pergi berbelanja ke supermarket saja daripada harus berbelanja di tempat seperti ini karena menurutnya ini cukup ekstrem. Mengapa ekstrem, jelas jelas ini sangat ekstrem bagi Lucas karena banyak orang uang berbelanja di tempat ini dan mereka juga cukup sulit untuk menggunakan mobil.
"Tidak Mas, sudah ayo turun dan parkiran saja mobil kamu di sini. Mereka akan menjaganya. Ayo turun."Dahlia mengajak suaminya turun dari mobil Karena tujuan mereka saat ini adalah berbelanja sayuran dan buah-buahan karena stok di rumah mulai menipis.
__ADS_1
Tempat pertama yang Dahlia datangi adalah tukang ikan, di sini dia membeli berbagai macam jenis ikan dan juga seafood seperti udang dan juga kerang serta cumi. Bahkan ada kepiting juga dan itu sangat jarang sekali ada maka Dahlia akan memasak sup kepiting nantinya.
"Mas, mau sekilas-sekilo ya semuanya. Udang, kerang, kepiting, cumi, nila, gurame sama ikan tongkol deh. Eh gembung juga boleh, mau di bakar soalnya."
"Siap neng Dahlia, aduh yang baru nikahan kemaren, mamang sama bibi datang loh, tapi sih Eneng udah masuk ke kamar katanya mau sholat, jadi gak ketemu deh." ucap bapak penjual tukang ikan itu dengan begitu ramahnya. Melihat bagaimana interaksi istrinya dengan penjual ikan tersebut membuat mengecas semakin yakin jika istrinya ini benar-benar bidadari surgawi yang sengaja Allah turunkan untuknya dan menemani hidupnya selama di dunia.
"Suaminya juga ganteng neng," daya tersenyum dan menganggukkan kepalanya karena memang suaminya itu ganteng seperti yang mang Ujang katakan.
"Sekarang kita kemana sayang? kamu juga terlihat sangat akrab dengan beberapa penjual di sini. Rata-rata dari mereka itu sangat mengenal kamu dan banyak yang mengucapkan selamat atas pernikahan kita kemarin. Apa kamu mengenal mereka semua?" tanya Lucas pada Dahlia.
"Aku kenal karena sejak aku sudah berbelanja di sini bersama ibu. Lagi pulang mereka-mereka ini ada yang tinggal di kampung kita dan berjualan ke sini. Contohnya saja mang Dadang tukang sayur tadi, ladangnya pas di samping ladang punya ayah, jadi ya memang udah kenal dari kecil sih." jawab Dahlia. Mereka terus saja berjalan sampai ke tukang buah dan di sanalah istrinya mulai memilih-milih buah-buahan yang akan mereka beli. Bahkan Dahlia menerima 1 buah jeruk sebagai tester untuk diberikan pada suaminya apakah jeruk itu manis atau tidak dan ternyata Lucas mengatakan jeruk itu manis.
__ADS_1
"Semua di beli oleh Dahlia dan itu membuat Lucas juga ikut merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa ketika melihat istrinya yang berbelanja seperti itu.
Semua berjalan dengan lancar sampai tiba-tiba Dahlia menawar sebuah pakaian yang di ketahui oleh Lucas itu bernama daster. Baju sejuta umat. Sungguh, dia tidak percaya semua ini jika harga 80 ribu saja pun masih bisa ditawar oleh istrinya. Ini benar-benar sangat gila dan di luar akal sehatnya. Pakaian apa yang harga 80 ribu seperti itu astaga. Kepalanya benar-benar ingin meledak saat ini juga apalagi ketika penjualnya mengatakan bahwa harga pasnya 75 ribu sedangkan istrinya masih meminta harga kurang lagi.
"Sayang, kamu bisa membeli semuanya, jadi tidak perlu harus menawarnya seperti itu." ucap Lucas yang malaikat ketika dia menunggu istrinya yang bermanja. Jika dari tukang ikan lalu ke tukang buah serta tukang sayuran semua masih berjalan dengan. Namun, ketika mereka sampai di sebuah tenda yang menjual pakaian sejuta umat itu di sanalah kepala Lucas ingin meledak.
"Mas, udah ih lagian ini memang harganya cuma 70 tau, masak ibunya jual mahal banget." jawab Dahlia. Lucas yang mendengar semua itu hanya bisa menghilangkan kepalanya saja karena dia tidak tahu harus melakukan apa saat ini. Harga 70 di bilang mahal oleh istrinya dan bahkan hanya karena uang 5.000 saja mereka harus berdebat selama 5 menit. Dia harus menceritakan semua ini pada maminya, jika menantu idamannya itu juga bersikap seperti manusia pada umumnya. Dahlia mempertahankan uang 5000 nya agar tidak hilang hanya untuk sebuah daster yang diyakininya dengan harga 70 ribu.
"Yaudah deh neng, ibu kasih ya. Hitung-hitung buat buka dasar, soalnya baru dagang di sini."
"Nah, gitu dong buk. Biasanya juga 70 kok," jawab Dahlia. Akhirnya, setelah membuang-buang waktu selama hampir 10 menit hanya karena uang 5 ribu, mereka pergi meninggalkan kios tersebut tapi Lucas memberikan uang 20 ribu pada ibu ku karena dia merasa tidak enak karena Dahlia telah mempertahankan yang 5 ribu miliknya hanya karena harga daster yang tidak cocok.
__ADS_1
"Makasih bang," ucap ibu itu. Dahlia tidak mengetahui jika suaminya memberikan uang 20 ribu tersebut karena Lucas memang merasa tidak enak dengan semua itu.