Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Jalan keluar


__ADS_3

William benar-benar merasa frustasi saat ini ketika mengetahui bahwa dirinya berada di atas tempat tidur bersama seorang wanita yang benar-benar ingin dijauhinya.


Sarah adalah wanita yang paling ingin dijauhi oleh William karena dia tidak ingin terlibat apapun dengan wanita bergelar dokter tersebut.


Seperti saat ini, keduanya sudah sama-sama berpakaian dan mereka akan membicarakan kelanjutan dari masalah yang mereka hadapi saat ini.


"Apa yang kau inginkan?" tanya William pada Sarah yang melihat sejak tadi wanita itu terus saja diam tanpa ingin mengatakan sepatah kata pun dari bibirnya.


Sarah sendiri melihat ke arah William lalu membuang pandangan yang begitu saja setelah dia melihat wajah pria itu. Menurutnya William adalah pria yang paling sombong di dunia ini, walau sarah juga tidak memungkirinya jika William itu memiliki wajah yang tampan. Tapi tetap saja ketampanannya itu kalah dengan sikap angkuh dan sombongnya.


"Kau bertanya padaku apa yang aku inginkan lalu bagaimana dengan dirimu sendiri. Aku tidak ingin mengatakan apapun jika itu akan membuatmu tetap menuduhku sebagai seorang wanita yang telah menjebak mu." jawab Sarah pada William yang membuat pria itu langsung terdiam.


William tidak menyalahkan Sarah atas apa yang telah terjadi pada mereka saat ini, tapi yang membuatnya tidak habis pikir adalah bagaimana bisa mereka berada di sebuah hotel dan bahkan yang lebih parahnya lagi berada di atas tempat tidur yang sama dalam keadaan tidak berpakaian.


"Jika memang aku telah melakukan hal itu padamu aku siap bertanggung jawab," ucap William dengan yakin tanpa memikirkan akibatnya nanti.


Deg!


Jantung Sarah berdebar kencang ketika mendengar bahwa William akan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya terhadap Sarah. Dia tidak ingin mempercayai ini semua tapi semuanya benar-benar sudah terjadi.


Dia atas tempat tidur yang sama, Sarah melihat dengan kedua mata kepalanya sendiri jika di atas tempat tidur tersebut ada bekas noda darah yang menempel di atas sprei berwarna putih tersebut.

__ADS_1


Dia tidak yakin dengan apa yang telah terjadi di antara mereka berdua. Tapi jika mengingat bagaimana mereka yang berada di atas tempat tidur tersebut membuat Sarah langsung menolak apa yang William katakan.


"Aku tidak yakin dengan apa yang di antara kita berdua. Jika pun kita sudah melakukannya, aku pasti akan merasakan sakit di daerah inti tubuhku. Tapi kenyataan yang sangat enak tidak merasakan sakit apapun." ucap cara yang membuat William semakin tidak mengerti dengan apa yang wanita itu katakan.


Jujur, William adalah pria paling bodoh dan paling buta jika berurusan dengan wanita apalagi dengan hal-hal seperti ini. Sungguh, dia benar-benar tidak mengetahui apapun tentang dunia seperti ini selain bekerja. Maksudnya bukan William tidak tau bagaimana cara kerja berhubungan badan karena semua pria normal pasti bisa melakukannya. Hanya saja bagaimana cara eksekusinya saja yang berbeda dan itu yang tengah dihadapi William saat ini.


"Katakan dengan jelas apa maksudmu Sarah. Aku tidak mengetahui apa yang kau maksud." jawab William karena memang dia tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya saat ini. Yang ada di pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya dia bertanggung jawab pada Sarah atas apa yang telah dilakukannya walau Sarah mengatakan dia tidak yakin dengan apa yang telah mereka lakukan.


"Kita akan memeriksakan dulu keadaanku untuk mengetahui apakah benar kita melakukannya atau tidak. Aku tidak ingin kau bertanggung jawab atas apa tidak pernah kau lakukan sama sekali." ujar Sarah yang membuat William akhirnya bisa bernafas meninggal setelah dia mendengar penjelasan dari wanita itu.


Sejenak William terpanah dengan sikap Sarah, namun tidak bertahan lama saat dia mendengar kata-kata yang kembali keluar dari bibir wanita tersebut.


"Jangan terus menghadap ke arahku juga tidak ingin kau jatuh cinta. Kelebihanku sendiri bisa membuat banyak pria jatuh cinta padaku hanya dengan mereka menatapku saja. Jadi jangan pernah menatapku jika tidak ingin menjadi pria selanjutnya yang jatuh cinta padaku." ucap Sarah yang membuat William langsung mengumpat dengan kesal.


"Kecuali Jordan." lanjut Sarah dalam hatinya karena memang hanya jawaban saja yang tidak jatuh cinta padanya walau banyak hal yang bisa dilakukannya untuk merebut perhatian pria itu. Namun cinta yang dimiliki oleh Sarah kalah dan kini dia kembali dikalahkan oleh cinta yang Dara miliki untuk Jordan.


Tapi itu tidak masalah sama sekali dengan Sarah karena dia sudah ikhlas dengan semua ini.


"Terserah kau saja. Sekarang aku akan mengantarkan kau pulang ke rumahmu."


"Terima kasih." ucap Sarah pada William yang hanya di tanggapi dengan anggukan kepalanya saja.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju tempat dimana Sarah tinggal, tidak ada sepatah katapun percakapan diantara kedua anak manusia yang berada di dalam mobil yang sama tersebut. Keduanya memiliki pemikiran mereka masing-masing dengan apa yang telah terjadi pada mereka tadi malam karena mereka yakin bahwa ada jalan di balik semua kejadian ini.


Tapi siapa? siapa yang tega melakukan hal ini pada mereka padahal Sarah tidak pernah menyakiti hati orang lain.


"Jangan terlalu memikirkan apa yang tidak seharusnya kamu pikirkan. Aku akan mengurus semuanya dan aku pastikan padamu bahwa aku akan menemukan tersangkanya. Aku akan membawa tersangkanya padamu." ucap William yang berusaha meyakinkan cara agar wanita itu tidak banyak berpikir tentang hal ini lagi karena biarkan dia saja yang mencari tahu semuanya ini.


"Terima kasih." ucap Sarah dengan tulus saat mobil William sudah mengantarkannya sampai di depan rumah.


Kali ini dia tidak pulang ke apartemen melainkan ke rumahnya karena memang mungkin saja saat ini dia membutuhkan suasana rumah agar bisa lebih tenang. Itu pun jika jika dia bisa tenang.


"Hubungi aku jika membutuhkan sesuatu." ucap William lagi sebelum Sarah turun dari dalam mobilnya yang di antarkan oleh supir.


"Dengan apa? telepati?" tanya Sarah karena dia tidak memiliki nomor ponsel milik William.


"Aku pernah menghubungi nomor ponsel milikmu saat Dara sakit. Lalu apa susahnya?" tanya William yang tidak habis pikir dengan tingkah Sarah.


"Apa kamu pikir hanya kamu saja yang menghubungiku? aku ini seorang dokter, jadi banyak nomor yang masuk ke ponsel kerjaku. Jadi aku tidak tau yang mana nomor ponselmu saat menghubungiku beberapa waktu yang lalu."


Brak!


Sarah turun dari William dengan membanting pintu mobilnya lalu meninggalkan pria itu sendirian di dalam mobilnya.

__ADS_1


William sendiri membiarkan Sarah pergi meninggalkannya. Setidaknya disini William bisa memastikan bahwa Sarah sudah sampai di rumahnya dalam keadaan baik.


__ADS_2