Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Penguntit


__ADS_3

"Astaga, hanya ingin mencari perhatian anaknya aku harus mendekati ayahnya lebih dulu. Oh God, apa yang harus ku lakukan saat ini?" tanya Jeff ketika dia sampai di bengkel tempat di mana papinya Laura sering datang untuk melihat-lihat motor dan tempat nongkrong laki-laki keren itu.


"Eh tapi tunggu, apa yang akan katakan pada papinya Laura nanti jika aku datang ke sini. Dia bukan pria sembarangan yang tidak mengetahui apa maksud dan tujuanku untuk datang. Bahkan dia juga mengetahui jika aku menyukai putrinya, oh God, apa yang harus aku lakukan saat ini?" Jeff bingung dan penasaran karena dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Karena merasa bingung dan canggung akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk datang ke bengkel ini. Dia memilih untuk pergi berjalan-jalan saja, Namun, ketika dia berada di jalan, dia melihat mobil Laura yang melaju dengan cukup kencang.


"Hais, aku bisa gila jika seperti ini terus. Tapi lihat, sekarang dia mata hitam dengan mengemudikan mobil sport miliknya, gila, ini sangat gila!" ucapnya lagi. Jeff menarik gas motornya lagi dan melakukannya lebih cepat lagi untuk mengejar sang pujaan hati.


Jeff mengejar Laura sampai di mana mobil wanita itu berhenti di sebuah gedung olahraga dan di atas apa yang akan dilakukan gadis itu di dalam sana. Apalagi dengan perlengkapan tennis miliknya, sudah pasti Laura akan berlatih di sini.


"Waw, aku menemukan ide yang bagus!" tiba-tiba saja ide cemerlang muncul di kepala Jeff hingga membuatnya langsung menyiapkan segalanya.


Dia menghubungi seseorang untuk melancarkan aksinya. Tujuannya hanya satu, yaitu membuat Laura kesal karena Jeff sangat menyukai wajah kesalnya Laura. Jeff tersenyum jahat ketika aksinya sebentar lagi terwujud. Dia tetap ada posisinya saat ini sampai di mana orang-orang suruhan yang datang membawa apa yang dia minta.


"Nah, kalian masuk ke dalam sana dan katakan bahwa kalian membawa bunga untuk gadis bernama Laura. Ini fotonya." Jeff mengeluarkan ponselnya dan dia memperlihatkan foto Laura pada mereka yang sedang memegang raket tenis miliknya.

__ADS_1



"Nah itu dia dan ayo beraksi." ucap Jeff pada anak-anak itu. Senyum jahat terus saja terukir di bibirnya dan dia menjauh dari tempat itu dan menunggu anak-anak tadi di taman untuk menyelesaikan aksinya.


Sedangkan Laura yang sedang berlatih tiba-tiba dia merasa kesel karena didatangi beberapa anak kecil yang membawa bunga mawar berwarna merah dan juga putih. Tidak sampai di situ saja, mereka juga mengatakan bahwa ini bunga dari penggemarnya. Sosok pria ganteng dengan motor besar miliknya. Anak-anak tersebut juga mengatakan jika kakak tampan itu juga orang kaya memberikan mereka uang sebesar rp50.000 hanya untuk mengantarkan bunga-bunga ini padanya.


Mendapati hal seperti ini benar-benar membuat Laura marah dan kesal. Dia marah karena ini pasti ulahnya Jeff. Dia yakin itu.


"Di mana orang gila' itu?" tanya orang pada anak-anak yang mengantarkan bunga tersebut untuknya. Sedangkan anak-anak tersebut hanya menggelengkan kepalanya saja karena mereka tidak tahu di mana Kaka tampan itu menunggu.


"Hais, sudah sana dan katakan pada orang yang menyuruh kalian untuk memberikan ini padaku bahwa aku tidak menyukai ini semua. Lihat saja, aku akan membalasnya nanti!" Laura pergi meninggalkan anak-anak tersebut dan dia kembali dengan teman-teman yang untuk berlatih. Wajah sudah tidak bisa disembunyikan lagi dan itu membuat teman-teman berlatihnya merasa heran. Seharusnya Laura merasa bangga dan bahagia mendapatkan kejutan bertubi-tubi seperti itu dari kekasihnya. Mereka berpikir bahwa Laura mendapatkan kejutan dari kekasihnya.


"La, are you okay?" tanya salah satu temannya ketika melihat Laura yang kesal seperti itu.

__ADS_1


"Aku, kesal karena anak-anak itu membawa bunga-bunga ini yang membuatku kesal. Mereka mengatakan bahwa yang menyuruh mereka adalah kakak tampan dan aku tahu siapa yang menyuruh mereka. Aku akan membalasnya nanti. Lihat saja!" ucap Laura dengan perasaan kesalnya.


Sungguh, entah bagaimana cara dia menangkap basah laki-laki itu dan di akan membalasnya nanti.


"Seharusnya kamu bahagia mendapatkan kejutan spesial seperti ini dari kekasih kamu. Anak-anak tidak mungkin bohong karena mereka itu sangat jujur. Jika mereka mengatakan bahwa kakak itu tampan maka 70% kebenarannya memang seperti itu. Aku jadi penasaran seperti apa tampannya kekasihmu."


"What the hell? aku tidak memiliki kekasih dan dia bukan kekasihku! Kalian harus menggaris bawahi ini bahwa aku tidak memiliki kekasih." jawab Laura.


"Lalu siapa? Apa itu Stevan? Anak basket itu?"


"Tidak! Apalagi itu, anak sombong yang selalu saja menyombongkan harta keluarganya. Jika ingin sombong aku juga bisa sombong tapi aku tidak melakukannya. Aku bisa mendapatkan apa pun yang aku inginkan hanya dengan meminta pada Papi. Tapi aku tidak melakukannya karena kedua orang tuaku selalu mengajarkan bahwa apapun yang kamu inginkan mereka akan memberikannya tapi dengan satu syarat. Harus ada timbal balik dari apa yang mereka berikan pada kami. Misalnya, jika aku ingin ini, maka aku harus bisa melakukan hal yang lain untuk keluargaku. Begitu," jelas Laura. Temen-temennya menganggukkan kepalanya mereka karena mereka juga mengetahuinya jika Laura ini anak orang kaya tapi tidak manja. Dia juga tidak malu menaiki ojek online saat ke sekolah ataupun ke tempat latihan seperti ini.


Sedangkan Jeff di taman, dia tersenyum puas ketika mendapatkan laporan dari anak-anak suruhannya tentang Laura yang marah-marah tadinya.

__ADS_1


"Jadi, apa yang di katakannya? Apa dia marah?" tanya Jeff yang penasaran.


"Iya, kata kakak cantik yang memberikan ini semua adalah orang gila tapi kami mengatakan bahwa kakak tidak gila. Kami mengatakan bahwa yang memberikan ini semua kakak tampan, dan kakak cantik tidak percaya itu. Dia terus aja marah-marah dan mengomel hingga wajahnya memerah, bahkan dia membuang bunga-bunga yang kamu bawa ke tempat sampah." jawab anak-anak itu. Bukannya marah, Jeff malah tertawa puas karena dia yakin jika wajah Laura pasti sangat menggemaskan saat marah seperti itu.


__ADS_2