
Semua orang dihebohkan dan dirapatkan dengan persiapan pernikahan William dan juga Sarah. Banyak hal yang lewatin dan mereka perhatikan dengan baik karena mami Sofia tidak ingin ada kekurangan apapun dalam acara putra kesayangannya ini.
Ya, jika Jordan mengatakan bahwa maminya jauh lebih sayang pada William daripada dirinya sendiri maka jawaban yang benar. Kenapa mami Sofia bisa lebih menyayangi William maka jawabannya adalah William yang menurut sementara Jordan adalah anak pembangkang. Jadi sudah tidak heran lagi jika mami Sofia lebih menyayangi William daripada menyayangi putranya sendiri.
Ya, seperti pagi ini, semua dihebohkan dengan acara pernikahan William terutama mami Sofia sendiri. Dia langsung menghampiri putra kesayangannya itu yang masih berada di dalam kamar hotel tempat di mana resepsi pernikahan William dan Sarah akan diadakan.
"Boleh mami masuk sayang?" tanya mami Sofia untuk pertama kalinya ketika dia hendak masuk ke kamar tempat William berada.
Tanpa menunda waktu lama William mampu membuka pintu kamarnya dan membiarkan wanita yang telah membesarkannya selama ini masuk.
"Mom," panggil William ketika dia melihat wanita itu masuk ke dalam kamarnya.
Dia membawa mami Sofia duduk di atas sofa sementara dia sendiri memilih untuk bersimpuh di bawah wanita itu. Wanita yang telah memberinya kasih sayang dan cinta yang luar biasa setelah kepergian kedua orang tuanya.
Melihat putranya yang bersimpuh di bawah kakinya seperti ini membuat air mata mami Sofia yang ditahannya sejak tadi langsung luruh begitu saja. Dia benar-benar merasakan kebahagiaan yang luar biasa kalah melihat putranya sudah menemukan tambatan hati dan siap melangkah menuju kehidupan yang baru bersama istrinya kelak.
"William, sayang." panggil mami Sofia dengan air mata yang jatuh di pipinya.
"Jangan menangis mmo," pinta William dengan menghapus air mata yang membasahi pipi wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.
"Mami bahagia karena kamu telah menemukan pasangan hidup kamu sayang. Mami benar-benar berdoa bahwa kamu bisa menemukan kebahagiaan kamu bersama Sarah." ucap mami Sofia yang ikut merasakan kebahagiaan yang luar biasa dari putranya.
__ADS_1
"Jika mami bahagia dengan apa yang William rasakan maka jangan pernah meneteskan air mata mami. William benar-benar sangat berterima kasih atas apa yang telah mami lakukan untuk William selama ini. Entah apa jadinya hidup William jika tidak ada mami dan percayalah bahwa ibu benar-benar merasa bahagia di sana karena mami telah membesarkan William menjadi anak yang hebat menurut mami," William langsung mendapatkan pelukan hangat dari mami Sofia karena memang dia tidak pernah membedakan apapun antara William dan juga Jordan. Dulu, mami Sofia selalu membelikan keduanya barang yang sama walau berbeda warna.
Setelah mereka dewasa baru mami Sofia tidak pernah membelikan mereka barang-barang lagi.
"Mami jangan menangis lagi, William mohon." ucap William yang juga ikut merasa bahwa matanya basah karena air matanya.
Di saat keduanya tengah merasakan perasaan haru, tiba-tiba saja sang perusuh datang menghancurkan suasana mereka kali ini.
"Berpelukan..." teriak Jordan dengan segala tingkah lakunya agar membuat suasana tidak seperti itu lagi.
Saat dia datang, maminya langsung menghajarnya dengan pukulan agar dia tidak lagi bersikap seperti itu walau mami Sofia juga tau jika Jordan melakukan hal itu hanya karena ingin mengembalikan suasana agar tidak garu biru seperti ini lagi.
"Bisakah kau pergi dari mami setelah menikah? aku ingin menikmati kasih sayang mamiku seorang diri. Aku tidak ingin berbagi kasih sayang lagi denganmu karena itu adalah hal yang paling menyebalkan." ucap Jordan yang membuat senyuman William langsung merekah. Dia ingin tau apa yang akan di dapatkan sepupunya itu ketika mengatakan hal seperti ini padanya di hadapan mami mereka secara langsung.
Walau menyebalkan, Jordan tetap menjadi anak yang terbaik baginya karena apa yang di milikinya. Jordan adalah pria kaya raya dan dia bisa menghabiskan banyak uangnya.
"Hah, menyebalkan tapi tetap memandang kekayaan juga. Sudahlah, biarkan Jordan bicara dengan William sebentar mi, nanti Jordan akan memberikan mami banyak uang," mendengar kata uang membuat mami Sofia langsung menghapus air matanya dan pergi meninggalkan kedua anaknya itu.
Kini William Ganjar dan sudah duduk berdampingan di sebuah sofa yang berada di kamar milik William saat ini.
Keduanya sama-sama terdiam cukup lama sampai pada akhirnya William yang bicara lebih dulu.
__ADS_1
"Terima kasih," ucapnya dengan tulus ketika sebentar lagi statusnya kan berubah menjadi seorang suami.
"Untuk apa?" tanya Jordan saat mendengar William yang mengucapkan terima kasih padanya. Dia tidak tahu entah terima kasih untuk apa yang William mengatakan padanya, tapi yang pasti jauh dan tahu bahwa William berterima kasih atas apa yang telah terjadi pada mereka selama ini.
"Untuk semua yang pernah terjadi di antara kita berdua. Aku, maksudku kita berdua sudah begitu banyak melewati masalah bersama-sama dan aku juga ingin berterima kasih padamu karena telah berbagi kasih sayang denganku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada diriku jika tidak ada makhluk Sofia. Kau telah berbagai segalanya denganku, dan untuk itu aku ingin mengatakan terima kasih banyak atas apa yang telah kita lewati selama ini. Jadi, bisakah aku berlibur selama sebulan?" tanya William pada akhirnya hingga membuat Jordan kaget dengan apa yang saudaranya katakan itu.
"What?" tanya Jordan yang begitu kaget mendengar apa yang William katakan.
"Are you crazy?" tanya Jordan lagi yang belum percaya dengan apa yang kalian katakan bahwa dia ingin meminta libur selama 1 bulan penuh.
"Aku tidak pernah meminta apapun padamu jadi biarkan aku berlibur selama 1 bulan dan tidak diganggu oleh siapapun."
"Enak soalnya kalau berlibur sementara aku bekerja di perusahaan."
"Seharusnya kau juga tahu bahwa aku tidak pernah meminta apapun padamu. Aku minta waktu berlibur selama 1 bulan bersama istriku kenapa sangat sulit sekali?" tanya William lagi yang akhirnya mereka kembali berdebat dengan semua ini lagi.
"Aku tau, tapi tidak harus selama 1 bulan juga. Jika kau ingin berlibur bersama istrimu maka aku akan memberi datang liburan selama 1 minggu penuh dan aku tidak akan mengganggumu."
"Enak saja kau, aku tidak ingin berlibur selama 1 minggu dan aku ingin tetap berlibur selama 1 bulan dan kau tidak bisa mengganggu gugat lagi keputusanku."
"Tapi aku-"
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapian karena aku sudah memutuskannya bahwa aku akan berlibur selama 1 bulan penuh dan kau tidak boleh mengganggunya!"