Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Ngidam lagi


__ADS_3

Malam hari, saat Jordan sedang tertidur, tiba-tiba saja dia d bangunkan oleh istrinya yang sedang tertidur.


"Ada apa sayang?" tanya Jordan sambil membuka matanya ketika dia yang dibangunkan oleh istrinya.


Ini masih jam 02.00 pagi, lalu mengapa istri yang membangunkannya pagi ini. Apa ada yang diinginkan wanita itu lagi?


"Aku lapar sayang," jawab Dara yang memang merasa lapar.


"Ingin makan apa?" tanya Jordan dengan mata yang masih mengantuk karena memang dia benar-benar mengantuk sekali.


"Aku ingin-" Dara naik ke atas tubuh Jordan dan menduduki tubuh pria itu.


Melihat aksi istrinya membuat Jordan langsung membuka kedua matanya karena merasa kaget dengan semua ini.


"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Jordan dengan panik karena melihat istrinya tiba-tiba saja duduk di atas perut bagian bawahnya.


Apa yang Dara lakukan saat ini langsung membuat darah Jordan berdesir hebat. Tubuhnya mulai bereaksi kala Dara menjamah tubuhnya saat ini.


"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Jordan dengan suara beratnya. Dia mulai merasakan sensasi sentuhan dari tangan lembut istrinya hingga membuat Jordan meras pasrah dengan apa yang di lakukan Dara saat ini.


"Aku lapar sayang," bisik Dara di telinga istrinya karena memang dia lapar.


Tapi dia bukan lapar ingin makan, karena yang dia inginkan adalah sentuhan dari suaminya.


Ya, semenjak dia hamil Jordan memang sudah jarang menyentuhnya karena memikirkan keadaan dan kondisi Dara yang sedang mengandung saat ini.

__ADS_1


"Dara ehg..." Jordan mulai mengerang merasakan sensasi sentuhan yang luar biasa dari istrinya.


Sungguh, rasanya benar-benar sangat luar biasa sekali sentuhan Dara ini hingga membuatnya merasa di mabuk kepayang.


"Aku menginginkan kamu sayang," bisik Dada lagi hingga membuat Jordan semakin di serang dengan kenikmatan itu.


Apalagi kini bokong istrinya mulai bergerak menggesek di atas daerah terlarang miliknya.


Dara yang mulai merasakan bahwa batangan suaminya mulai mengeras membuatnya semakin menggerakkan bokongnya hingga membuat keduanya semakin di kuasai dengan kenikmatan.


Keduanya sudah mulai berciuman dengan saling ******* bibir pasangan mereka dan tangan Jordan juga tidak ingin tinggal diam karena dia mulai merangsang Dara dengan sentuhannya.


"Ah...sayang..." rengek Dara ketika dia merasakan ketika dadanya di remas oleh Jordan.


Jordan mulai panik ketika istrinya yang semakin naik ke atas pangkuannya dan menduduki sesuatu tepat di bawahnya.


"Sayang, jangan lakukan itu Dara. Aku takut jika kandungan kamu bermasalah nanti ya." ucap Jordan yang tidak ingin membahayakan kandungan istrinya.


Dia bener-bener mengkhawatirkan keadaan keduanya. Dara berubah menjadi wanita nakal saat ini dan Jordan takut. Jika saja keadaan istri tidak sedang mengandung maka jelaskan tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


Kesempatan ini tidak datang dua kali jadi dia tidak akan mungkin menyia-nyiakannya begitu saja. Namun kenyataannya saat ini adalah darah yang sedang mengandung jadi dia tidak bisa dengan mudah melakukan itu karena banyak hal yang harus dipikirkannya.


"Biar aku yang melakukannya dan kamu hanya perlu diam saja."


"Tidak sayang, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kamu dan juga calon bayi kita. Tidak Dara, aku mohon tidak dan jangan lakukan hal itu." ucap Jordan pada istrinya karena memang dia takut terjadi sesuatu pada istrinya nanti.

__ADS_1


"Aku akan melakukannya dengan perlahan dan percayakan semuanya padaku. Aku akan baik-baik saja sayang, percayalah." melihat istrinya yang terus saja mencoba meyakinkan yang seperti itu membuat Jordan hanya bisa pasrah dan membiarkan saja apa yang ingin Dara lakukan terhadapnya.


Wanita itu benar-benar melakukan hal itu panen dan dia melakukannya dengan sangat baik.


"Ah...sayang... Dara," desah Jordan ketika dia merasakan gerakan istrinya yang lembut dan tidak monoton tapi membuatnya merasakan kenikmatan yang luar biasa.


"Em...Jordan sayang," desah Dara juga saat merasakan bagian dadanya yang dinikmati oleh suaminya saat ini. Entah berapa lama mereka melakukan hal itu tapi yang pasti ajarkan benar-benar merasa sangat luar biasa ketika istrinya yang memimpin permainan mereka malam ini.


Kedua benar-benar menikmati penyatuan mereka sampai akhirnya pertempuran itu selesai dengan kenikmatan puncak tertingginya.


"Aahhh..." desah panjang keduanya terdengar memenuhi ruangan kamar mereka. Kedua benar-benar sangat menikmati penyatuan mereka melalui tanpa mereka sadari jika di luar sana ada seorang wanita tua yang baru saja kembali dari dapur dan mendengar semuanya.


Ya, mami Sofia baru saja kembali dari dapur karena dia merasa haus dan saat dia hendak kembali ke kamarnya dia mendengar suara terlarang itu dari kamar putranya.


"Gila, anak dan menantu putus sama sama gila. Mereka bisa melakukan hal itu berdua di jam seperti ini apalagi dengan keadaan Dara yang sedang mengandung. Astaga, aku benar-benar tidak habis pikir saat ini. Entah apa yang terjadi dalam sana tapi yang pasti aku berharap bahwa Dara dan juga anak yang berada di kandungan yang baik-baik saja." ucap mami Sofia yang kembali melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan sepasang suami istri yang baru saja menyelesaikan pertempuran mereka itu, keduanya sama-sama sedang mengatur nafas mereka saat ini. Baik Dara maupun Jordan, mereka sedang berada di atas tempat tidur dengan nafas yang masih tersengal-sengal atas pertempuran mereka tadi.


"Kamu baik-baik saja yang? apa perut kamu merasakan sakit?" tanya Jordan yang menutupi tubuh istrinya dengan selimut. Dia mengusap perut istrinya berharap bahwa semua memang baik-baik saja dan tidak ada yang terjadi sesuatu di padanya.


"Aku baik-baik saja sayang," jawab Dara yang memeluk tubuh suaminya. Dia jangan merindukan sekali saat-saat seperti ini. Saat-saat dimana mereka berdua berpelukan di atas tempat tidur tanpa sehelai benang yang menempel di tubuh mereka.


"Katakan padaku jika kamu merasakan sesuatu sayang. Aku sangat mengkhawatirkan keadaan kalian berdua. Kamu dan Baby, kalian benar-benar sangat berharga dalam hidupku jadi aku tidak ingin terjadi sesuatu apapun pada kalian."


"Percayalah, bahwa kami baik-baik saja sayang. Aku dan Baby, kami berdua baik-baik saja dan kamu tidak perlu khawatir seperti itu. Aku malah merasa senang karena bisa melakukan hal ini lagi bersama kamu. Jika bisa di bilang, aku merindukan penyatuan kita yang seperti ini tapi aku tau kamu menahannya karena tidak ingin membahayakan kami berdua bukan?" Jordan menganggukkan kepalanya karena memang dia takut menyakiti anak dan istrinya jika dia kembali melakukan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2