Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Kasmaran


__ADS_3

Sepulangnya dari pantai, Laura terus saja menatap jari manisnya yang dihiasi cincin pemberian Jeff. Dia masih mengingat dengan jelas apa yang saya itu katakan tentang cincin yang dipakainya saat ini. Jeff mengatakan padanya untuk tidak pernah melepaskan cincin itu apapun yang terjadi karena dia menghabiskan seluruh uang tabungannya untuk cincin itu.


"Sayang," panggil Dara ketika melihat putrinya sejak tadi terus jadi tersenyum. Begitu juga dengan Jordan yang menatap aneh pada putri mereka.


"Ya mi?" jawab Laura saat mendengar maminya dan papinya berada di sana. Dia tidak melihat jika kedua orang tuanya berada di sana. Entah sejak kapan mereka berdua ada di sana, tapi yang pasti Laura jika kedua orang tuanya sudah melihat dirinya sejak tadi.


"Kenapa terus aja tersenyum sejak tadi? memangnya ada apa?" Jordan juga ikut penasaran dengan apa yang putrinya lakukan saat ini. Mereka berdua melihat penampilan Laura apakah ada yang salah atau tidak, dan seketika mata tajam Jordan menatap sebuah cincin yang melingkar di jari manis putrinya. Melihat tatapan papinya yang seperti itu membuat Laura menyembunyikan tangan kirinya ketika melihat tatapan sang papi.


"Oh, aku tahu sayang. Sudah ayo kota masuk ke dalam kamar. Putri kita baik-baik saja dan tidak ada yang salah. Jadi ayo kita masuk kamar." Jordan langsung mengajak istrinya untuk masuk ke dalam kamar dan meninggalkan Laura di sana. Sedangkan Laura hanya bisa mengenal nafas yang begitu saja karena dia tahu bahwa papinya itu sudah pasti sudah mengetahui apa yang membuatmu tersenyum sejak tadi.


"Hais, ini semua gara-gara dia. Jika saja dia tidak memberikanku cincin ini maka aku tidak akan menjadi bahan ejekan keluargaku. Tapi jika dipikir-pikir cincin ini juga bagus dan aku menyukainya," ucap Laura dengan semangat. Dia tidak pernah peduli dengan apa yang orang lain katakan tentangnya tapi yang pasti dia benar-benar bahagia saat. Terserah mereka akan mengatakan apa tentang dirinya karena dia tidak peduli sama sekali dengan semua itu.


Di saat Laura sedang berbahagia dengan pemberian cincin dari chef tadi Jeff tadi, lain hal dengan apa yang terjadi di rumah keluarga besar Jeff saat ini.

__ADS_1


"Dari mana?" tanya Dad Erlan melihat putranya yang baru saja pulang. Dia penasaran dan ingin mengetahui untuk apa Jeff mengeluarkan uang tabungannya sebanyak itu.


"Dari luar!"


"Duduk dulu sayang, mommy dan daddy ingin bicara." ucap mom Veni dan itu membuat Jeff langsung duduk di dekat kedua orang tuanya. Bukan hanya dan mom dan dad saja, tapi ada kakaknya juga ada di sana bersama dengan calon istrinya sangat menyebalkan itu menurut Jeff.


"Ada apa? Jeff belum mandi, belum belajar juga karena mulai minggu depan akan diadakan les tambahan untuk ujian kelulusan. "


"Jika tahu belum mandi dan belum belajar untuk apa terus aja kelayapan di luar sana?" sahut Johny yang membuat Jeff langsung meradang. Dia tidak pernah mencampuri apapun urusan kakaknya, lalu bagaimana bisa kakaknya itu ikut campur tentang dirinya.


"Jaga ucapan kamu Jeff!" sentak Johny karena dia merasa tidak terima dengan perbuatan Jeff. Dia merasa direndahkan oleh adiknya itu.


"Apa? aku tidak mengatakan kesalahan sedikit mintalah aku mengatakan kebenarannya. Aku tidak pernah mengurusi urusan kakak sama sekali lalu kenapa kakak ingin tahu tentang apa yang kau kerjakan di luar sana. Setidaknya aku tidak melakukan hal buruk di sana." jawab Jeff lagi yang membuat Johny semakin geram namun, di hentikan oleh mom Veni karena bagaimana pun mereka berdua itu kakak adik jadi tidak boleh bertengkar.

__ADS_1


"Jeff, duduk sayang. Mom dan dad ingin mempertanyakan untuk apa kamu mengeluarkan uang tabungan sebanyak ini? 1.7m itu bukan uang yang sedikit. Pengeluaran kamu sebanyak ini untuk apa nak?" tanya mom Veni pengen mendengar kepastian dari putranya.


"Untuk foya-foya, lalu apa lagi?" sahut Johny lagi hingga membuat Dad Erlan marah.


"Tidak bisakah tidak membuat keributan? dan kamu Jeff, mom dan Daddy hanya ingin tau untuk apa uang sebanyak itu dan di tabungan kamu hanya tinggal 200 ribu? Itu uang jajan tabungan kamu sendiri bukan? Jadi jelaskan pada Daddy kemana uang itu."


"Memangnya kalian harus tau? Tapi untuk apa? Itu uang tabunganku dan aku berhak menggunakannya sesukaku. Terserah aku ingin melakukan yang itu untuk apa karena itu uang tabunganku sendiri. Aku mendapatkan uang itu dari hasil uang jajanku dan uang hasil menang balap liar di luar sana jadi terserahku menggunakannya untuk apa." jawab Jeff lagi. Memang benar itu uang Jeff, tapi mom Veni sebagai ibu ia berhak mengetahui apa yang putranya lakukan di luar sana. Mereka hanya takut jika Jeff itu berbuat hak aneh di luar sana.


"Tapi sayang-"


"Jeff membelikan Laura cincin sebagai hadiah sebelum Jeff pergi Amerika. Jeff memberikannya untuk Laura! Jika tidak ada yang ingin di bicarakan lagi Jeff pergi!" setelah orang yang seperti itu pada keluarganya Jeff langsung pergi ke dalam kamarnya dan meninggalkan mereka semua. Dia tidak peduli lagi dengan apa yang mereka bicarakan saat ini karena menurutnya itu tidak penting sama sekali. Baginya yang terpenting saat ini adalah belajar agar dia bisa mengejar ketertinggalannya. Waktu 4 tahun itu bukan waktu yang lama untuk mengejar sebuah cita-cita di negeri orang, jadi Jeff harus mempersiapkan segalanya lebih awal.


Mom Veni dan dad Erlan merasa bahagia dan sedikit lebih tenang karena mereka tahu ke mana Jeff menghabiskan uang 1,7 m itu.

__ADS_1


"Lihat, bagaimana cara Jeff menunjukkan rasa sayangnya terhadap Laura. Luar biasa sekali bukan?" tanya mok Veni yang memuji sikapnya Jeff yang sangat luar biasa menurutnya. Berbeda dengan Johny yang masih sering bertemu dengan ibu kandungnya, Jeff malah sama sekali tidak pernah bertemu dengan wanita yang telah melahirkannya. Hanya mom Veni yang membesarkannya selama ini.


"Kamu benar sayang, Jeff memang luar biasa."


__ADS_2