Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Pertemuan


__ADS_3

Jordan langsung juga sekolah putrinya ketika mendapatkan kabar jika putrinya terlibat permasalahan dengan kedua orang pria di kantin. Entah apalagi yang terjadi saat ini tapi yang pasti Jordan harus melihatnya lebih dulu dan dia tidak membiarkan istrinya mengetahui semua ini. Jika sampai Dara mengetahuinya nanti, maka habislah dia.



Dia sudah sampai lebih dulu di sekolah putrinya dan langsung berjalan dengan begitu gagahnya memasuki pekarangan sekolah internasional tempat di mana Laura belajar. Sepanjang perjalanan menuju ruang kepala sekolah, Jordan menjadi pusat perhatian banyak orang. Apalagi ketika dia melihat bahwa ada seorang pria yang juga baru saja datang tak lama setelahnya.



"Hallo, selamat siang semuanya, Saya adalah Romano Orion, Papanya Stevan Orion," Jordan menatap pada pria yang baru saja datang ke ruangan ini dan itu artinya dia salah satu orang tua dari salah satu siswa yang terlibat dengan Laura. Jika tidak, mungkin dia berada di sini. Apalagi ketika mereka sudah duduk di kursi yang tersedia di sana ada seorang pria lagi yang datang.


"Permisi," sapa pria dewasa itu ketika masuk ke ruangan kepala sekolah. Dia adalah Erlando Smith, Daddy-nya Jeff Smith.



"Dad?" panggil Jeff yang tidak percaya karena melihat Daddy-nya yang datang ke sekolahnya. Sebelumnya pria itu tidak akan pernah mau datang dan berurusan apapun dengan kegiatan sekolahnya karena yang dipikirannya hanya bagaimana cara mengembangkan bisnisnya dan bermain dengan banyak wanita di luar sana. Sedangkan Stevan sendiri, dia hanya menatap biasa saja pada Papanya yang juga sudah hadir di sini.


Satu-satunya orang yang terlihat terkejut dengan kehadiran orang tuanya adalah Jeff karena dia tidak pernah mengira jika Daddy-nya mau datang untuk mengurusi permasalahannya yang seperti ini.

__ADS_1


"Maaf, terlambat." ucap daddy-nya Jeff ketika baru sampai di sekolah putranya.


Kini, anak mereka bersisi di belakang orang tuanya masing-masing dan di situlah mereka baru mengetahui orang tua dari 3 siswa yang terlibat perkelahian di kantin.


"Begini bapak-bapak, informasikan saja pada anda, jika ketiga anak ini bermasalah di kantin. Lebih tepatnya Jeff Smith dan juga Stevan Orion, mereka berkelahi di kantin dan kabarnya mereka merebutkan Laura."


"Maaf sebelumnya pak, saya bukan barang yang bisa direbutkan begitu saja dan perlu saya tegaskan di sini bahwa saya tidak tertarik dengan mereka berdua. Saya juga tidak bersalah di sini, lagi pula Stevan yang mengganggu saya lebih dulu, lalu Jeff membantu saja dan malah dia yang mendapatkan pukulan dari Stevan hingga terjadi perkelahian di sana. Saya sudah berusaha untuk melepaskan dan memisahkan mereka berdua tapi saya tidak bisa. Bahkan Stevan dan teman-teman yang mengeroyok Jeff hingga seperti itu." jelas Laura. Dia tidak ingin disalahkan dan tidak ingin di ikut campurkan dalam permasalahan ini tapi dia ingin menjelaskan pada kepala sekolahnya bahwa yang bersalah lebih dulu adalah Stevan.


Dia datang untuk memberi pelajaran pada Jeff, tapi tiba-tiba saja Stevan datang dan mengganggunya bahkan dengan berani memegang lengannya.


"Benar seperti itu Jeff? Stevan?" tanya kepala sekolahnya karena dia ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di sini.


Stevan menatap datar pada Jeff seorang di tengah menyimpan perasaan dendam pada pria. Permasalahan selesai dengan keadaan damai dan kepala sekolah yang mendamaikannya. Di luar ruangan kepala sekolah para orang tua itu juga saling bersalaman satu sama lain dan berkenalan ternyata mereka di ruang lingkup yang sama, yaitu urusan bisnis.


"Dad, go home!" ucap Jeff yang langsung menarik Daddy-nya dan dia menaiki motornya, namun di larang oleh Daddy-nya karena dia ingin bicara dengan putranya.


"Let your motorbike be taken by the driver and we have to talk,"

__ADS_1


"No! there's nothing to talk about anymore." jawab Jeff yang duduk di dalam mobilnya. Dia memakai sabuk pengaman dan langsung memejamkan kedua matanya karena dia merasa lelah saat ini.


Dia tidak merasa dekat sama sekali dengan Daddy-nya dan juga kakaknya karena dunia dia dan mereka berdua.


"Your mom will come home, So don't get into trouble with her."


"No! She's not my mom. Aku tidak memiliki ibu seperti itu. Terserah Daddy ingin hidup seperti apa, tapi aku tidak akan pernah menganggapnya sebagai ibu, karena ibuku hanya Elizabeth Moen, bukan Venita Benetta!" jawab Jeff karena sampai kapan pun dia tidak akan pernah menganggap Venita, ibunya sang kakak sebagai ibunya. Walau dia hanya anak haram dari hubungan terlarang daddy-nya, tapi dia tidak akan pernah mau menerima Venita sebagai ibunya karena memang dia bukan ibunya.


"Lalu apa yang kau inginkan? kenapa tidak ada satupun dari kalian yang bisa mengerti Daddy?"


"Because of you Dad. Jika saja Daddy tidak tergila-gila dengan semua ini maka tidak akan seperti ini! Lagi pula ada apa dengan Daddy? Come on dad, sebentar lagi kakak akan menikah dan Daddy juga akan menjadi kakek, tidakkah berpikir bahwa rambut putih itu sudah tidak bisa di menjadi pengingat? Ayolah Dad, this isn't a joke!" ucap Jeff dengan sangat kesal. Dia kesal dengan Daddy-nya yang selalu saja berbuat sesukanya seperti ini.


"Oh, come on son, not everything Daddy does is bad. So get on the bright side."


"Dari mana? katakan pada Jeff dari mana Jeff akan mengambil sisi baiknya? Jika bisa memilih lebih baik Jeff di asingkan seperti kemarin, lalu kenapa ayah menjemput Jeff dan membawa Jeff kembali, jika hanya untuk memperlihatkan sisi buruk Daddy?" Dad Orlando tidak tau harus bagaimana lagi menyikapi sikap pemberontak putra bungsunya ini. Jika Joshua itu sangat pendiam dan dingin, maka berbeda sekali dengan Jeff yang sering memberontak seperti ini padanya.


"Daddy tidak ingin tahu, kamu harus pulang ke rumah dan tidak lagi tinggal di apartemen! Pulang dan jangan membuat ibumu menangis!"

__ADS_1


"She's not my mom!" sentak Jeff lagi karena memang dia tidak pernah menganggap wanita itu sebagai ibunya.


__ADS_2