Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Terlihat beda


__ADS_3

Mengetahui bahwa William sudah datang membuat Jordan langsung menuju ruangan kerja sepupunya itu karena ini pertama kalinya dia datang terlambat sepanjang sejarah hidupnya.


brak!


William yang tengah bersandar di kursi kerjanya itu hanya bisa mendesah lelah karena kedatangan Jordan yang pastinya akan menimbulkan kegaduhan nantinya.


"Kenapa kau terlambat? lalu kenapa tidak mengangkat ponselmu, dan kemana kau semalaman saat aku datang ke apartemen untuk mencari mu karena Dara ingin makan seblak kau tidak di sana dan kata ketangga mi kau pergi ke luar sejak satu jam sebelum aku datang. Sekarang katakan padaku kemana kau semalam dan pagi ini hingga bisa terlambat datang ke kantor?" tanya Jordan yang memberondong William dengan begitu banyaknya pertanyaan yang membuatnya merasa kesal.


Lagi pula ini adalah pertama kalinya bagi William datang terlambat bukan, lalu kenapa menjadi masalah baginya. Bukankah selama ini juga William yang mengerjakan 60% dari pekerjaan Jordan, jadi salahkah dia jika sesekali terlambat datang ke kantor?


"Apa aku harus menjawabnya sekarang?" tanya William pada Jordan yang semakin membuat sepupunya itu meradang. Jordan hanya penasaran saja ke mana sepupunya ini pergi dan apa yang dilakukan yang di luar sana.


"Oh, ayolah William. Aku benar-benar penasaran ke mana kau pergi tadi malam dan apa yang membuatmu bisa terlambat seperti ini. Apakah sesuatu yang terjadi, sesuatu yang tidak aku ketahui?" tanya Jordan lagi yang benar-benar dikuasai oleh rasa ingin tahunya yang besar terhadap apa yang sepupunya lakukan.


"Ini adalah pertama kalinya bagiku datang terlambat, lalu masalahnya apa? dan kedua, jika kau mencari di apartemen tadi malam maka jawaban yang aku keluar untuk mencari makan. Aku makan di pinggir jalan dan soal ponselku aku meninggalkannya di dalam mobil. Apa ini sudah cukup?" tanya William yang membuat Jordan langsung menghembuskan nafasnya dengan panjang lalu dia terduduk di kursi yang ada di depan meja kerja milik William saat ini.


Dia terus saja menghadap ke arah pria sehingga membuat William merasa jengah ditatap dan dicurigai oleh Jordan.


"Apa kau tidak memiliki pekerjaan lain? kenapa terus menggangguku?" William terlihat kesal karena sepupunya ini tidak juga pergi meninggalkan ruangan kerjanya.


Bukankah hari ini mereka juga sibuk lalu apa yang dilakukan pria ini di sini?

__ADS_1


"Tidak bisakah kau pergi meninggalkan ruangan kerjaku? lagi pula kau harus mulai membiasakan dirimu dengan pakaian yang rapi Jordan. Aku sudah lelah dikatakan orang sebagai CEO dari tempat ini karena bos mereka sama sekali tidak peduli dengan penampilannya. Aku heran, kenapa kau begitu nyaman dengan pakaianmu terlihat gembel seperti itu walau merk yang kau pakai itu bukan merk sembarangan, tapi tetap saja kebanyakan orang di sini menilai dari penampilan. Jadi, tolong biasakan dirimu dengan penampilan yang baik dan rapi." ucap William yang membuat Jordan semakin penasaran dengan perubahan pria ini.


Tidak biasanya William mempermasalahkan pakaian apa yang dipakainya. Lalu kenapa tiba-tiba hari ini William mengomentari apa yang dipakainya?


"Menurutku ini masuk akal dan tidak buruk."


"Astaga, aku tidak mengatakan pakaian yang kau pakai itu tidak masuk akal dan buruk. Hanya saja tolong rapikan penampilanmu sebagai pemimpin perusahaan Jordan. Jika kau merasa nyaman dengan pakaianmu itu pakai saat di luar tapi jangan di dalam kantor. Bangunlah kepercayaan diri bawahanmu dengan penampilanmu yang berbeda. Aku dikatakan bahwa aku adalah pemimpin dari perusahaan ini." ucap William yang terus aja berusaha untuk membujuk Jordan agar mulai mau memakai pakaian rapi saat pergi ke kantor.


"Oh, bahkan aku sangat ingin jika kamu menjadi pemilik dari perusahaan ini. Bagaimana jika kita bertukar posisi saja? aku yang menjadi sekretaris dan kaulah yang menandai bos?" apa yang Jordan katakan langsung dijawab tidak oleh William karena dia tidak ingin semakin dibebani dengan urusan perusahaan milik Jordan ini.


"Kenapa?" tanya Jordan yang masih penasaran kenapa William tidak mau menjadi bosnya.


Merasa ada yang berbeda dengan William membuat Jordan semakin tidak ingin pergi meninggalkan ruangan ini karena dia belum menemukan jawaban atas apa yang menjadi rasa penasarannya.


"Tidak, aku ingin-eh...kenapa menarik tanganku? apa yang kau lakukan William?" tanya Jordan saat tangannya yang di tarik oleh William dan tubuhnya yang didorong dari pintu ruangan miliknya.


brak!


ceklek...


William langsung mengunci pintu ruangan kerjanya agar Jordan tidak bisa masuk lagi ke dalamnya. Setidaknya biarkan dia tenang menyelesaikan semua pekerjaannya.

__ADS_1


Karena tidak ingin diganggu oleh Jordan, William memutuskan untuk memutuskan sambungan telepon yang ada di ruangan kerjanya dan juga data ponselnya dan dia lebih memilih menyetel lagi dari laptop kerja miliknya.


Karena penasaran dengan apa yang terjadi dengan William membuat Jordan langsung kembali ke ruangan kerjanya dan dia mengecek CCTV yang ada di ruangan kerja sepupunya itu.


Dari apa yang di lihatnya, sepertinya William sedang mendengarkan musik dan itu terlihat sangat jelas dari gerakan tubuhnya yang tidak biasa.


William sendiri tau apa yang sedang dilakukan saat ini dan dia langsung mengacungkan jari tengahnya ke arah kamera CCTV.


Itu menandakan bahwa dia marah terhadap surga dan terus saja ingin mencari tahu apa yang terjadi pada.


Bukan hanya satu, tapi dia mengacungkan kedua jari tengahnya ke arah kamera CCTV agar Jordan bisa melihatnya.


"fvcking you!" ucap William dengan gerakan bibirnya yang bisa di lihat jelas oleh Jordan saat ini.


"Astaga, aku benar-benar penasaran apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Apa yang membuatnya perubahan drastis seperti ini? apa ini ada kaitannya dengan Sarah? jika iya maka aku akan menghubunginya." ucap Jordan yang langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Sarah. Dia harus mengetahui apa yang terjadi pada William saat ini hingga membuatnya terlihat sangat berbeda.


Namun, masalah kembali datang saat dia sadar bahwa dia tidak memiliki nomor ponsel Sarah. Lalu bagaimana caranya menghubungi Sarah?


"Astaga, aku harus menunggu buktinya lebih dulu apa yang menyebabkannya berubah seperti ini?" tanya Jordan pada dirinya sendiri karena dia masih bingung dengan sikap William.


"Semoga saja dia benar-benar sedang jatuh cinta dan wanita itu adalah Sarah. Aku benar-benar sangat berharap dan semoga saja kami merestui hubungan antara William dan juga Jordan. What, kenapa aku bilang Jordan? astaga, aku benar-benar sudah terjangkit penyakitnya William saat ini. Seharusnya aku mengatakan Sarah, bukan malah mengatakan diriku sendiri." ucapnya dengan heran karena apa yang dikatakannya tadi membuat dirinya linglung.

__ADS_1


__ADS_2