
Setelah kejadian di kolam renang tadi Jordan benar-benar merasa malu saat ini. Apalagi tadi mereka berada di kolam renang dan dia mempertanyakan hal seperti itu pada Jeff. Kini kembali bertemu di meja makan dan itu membuatnya merasa malu dan tidak berani menatap pada menantunya itu.
"Kenapa papi terus saja menunduk seperti itu? Memangnya kenapa?" tanya Laura yang tidak mengetahui apa yang telah terjadi sebenarnya. Tapi ketika mendengar apa yang maminya katakan rasanya Laura langsung mendidih begitu saja.
"Papi kamu baik-baik saja sayang hanya saja dia merasa malu karena telah menuduh kalian berdua melakukan hal yang tidak-tidak!"
"What? maksudnya apa ini Pi?" tanya Laura yang belum mengerti apa yang terjadi sebenarnya saat ini.
"Sayang, kenapa mengatakannya pada Laura. Seharusnya kamu tidak mengatakan hal seperti itu pada Putri kita."
"Memangnya apa? Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Laura yang merasa penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya. Terlebih lagi papinya terlihat salah tinggal seperti itu dan ketika dia melihat ke arah Jeff, suaminya itu juga bersikap aneh seperti papinya juga.
"Kenapa kamu juga terlihat aneh?" tanya Laura pada suaminya. Bagaimana pun dia ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di sini. Kenapa papi dan suami yang terlihat sangat aneh seperti itu terlebih lagi maminya sudah mengatakan hal seperti itu tadi.
"Tidak ada apa-apa La, papi-"
__ADS_1
"Tadi malam papi kamu mendengar suara teriakan dari kamar kamu dan dia berpikir bahwa kamu dan cewek sedang melakukan hal itu."
"Hal apa?" tanya Laura yang semakin tidak mengerti dengan apa yang maminya katakan.
"Sudahlah, jangan dibahas lagi. Papi tidak mengatakan apapun ayo kita sarapan. Setelah ini kita akan pergi ke apartemen untuk mengambil dan membereskan barang-barangku sebelum berangkat ke New York nanti. Ayo, habiskan sarapan kamu sekarang." akhirnya Laura mau mengalah dan Dia menghabiskan sarapannya. Dia tidak lagi mempertanyakan apa yang terjadi sebenarnya di sana walau dia ingin mengetahui segalanya saat ini. Tapi dia harus tetap menghargai suaminya bukan, maka dia tidak lagi mempertanyakan hal itu.
Jordan sendiri benar-benar merasa beruntung saat ini karena dia memiliki menantu yang sangat pengertian seperti Jeff. Setidaknya dia bisa merasa tenang dan tidak lagi menghadapi amarah Laura. Entah apa yang terjadi nantinya jika sampai Laura mengetahui yang sebenarnya. Sudahlah, untuk saat ini dia bisa selamat dan tidak semua berkat menantunya.
Lucas dan yang lainnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mereka saja melihat apa yang terjadi di meja makan saat ini. Sungguh sangat luar biasa sekali memang. Tapi biarlah setidaknya semua masalah ini sudah jelas hanya kesalahpahaman saja.
Setelah sarapan pagi, Laura pergi ke apartemen bersama Jeff karena mereka akan membereskan barang-barang jauh sebelum pergi ke New York.
"La," panggil Jeff pada istrinya yang terlihat sedang menikmati perjalanan mereka.
Merasa dia dipanggil oleh Jeff membuat kamu dan Laura langsung buyar seketika.
__ADS_1
"Ya?" jawabnya sambil bertanya.
"Are you happy?" tanya Jeff pada Laura karena dia ingin tahu apa yang dirasakan istrinya saat ini.
"Happy for what?"
"I don't know, I just wanted to ask whether you are happy or not with this marriage."
"Kita baru menjalaninya selama 1 hari lalu kenapa kamu sudah bertanya apakah aku bahagia atau tidak. Ingat Jeff, jangan berpatokan dengan kebahagiaan di satu sisi tapi carilah kebahagiaan dari segala sisi. Mami selalu bilang padaku jika kita menjalani semuanya dengan ikhlas maka kebahagiaan pun akan selalu menyertai kita dan begitu pula sebaliknya. Jika kamu merasa bahwa hidup yang kamu jalani saat ini adalah beban maka kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan apapun dari dunia ini. Setiap kehidupan pasti memiliki jalan yang masing-masing dan jalan yang kita jalani saat ini baru dimulai. Aku, dan kamu, kita sama-sama baru menjalaninya dan berdoa saja bahwa kita bisa melewati semua itu dengan begitu baik. Percayakan saja semuanya pada kehendak Tuhan." jawab Laura pada Jeff. Bagaimana pun dia harus mengetahui apa yang terjadi saat ini semua karena takdir dan kehendak dari Tuhan. Percaya atau tidak, pernikahan mereka saat ini juga sudah direncanakan oleh Tuhan.
"Berapa usiamu La?"
"What? kamu gila ya?" tanyalah orang yang tak percaya jika Jeff kembali mempertanyakan tentang usianya saat ini. Bukankah usia mereka hanya terpaut satu tahun saja? lalu bagaimana bisa laki-laki itu kembali mempertanyakan hal yang tidak masuk akal seperti ini.
"Aku tidak gila La. Aku hanya bertanya berapa usiamu. Aku hanya tidak percaya saja jika aku bisa menikahi gadis berusia 17 tahun tapi dengan segala pemikiran yang sangat dewasa. Percayalah La, aku benar-benar sangat beruntung bisa mendapatkan gadis seperti mu. Di keluar sana mungkin banyak gadis yang jauh lebih cantik darimu dan jauh lebih pintar darimu, tapi aku hanya tertarik dengan satu orang wanita yaitu kamu La. Kamu yang membuat mataku tidak bisa berpaling untuk melihat gadis lainnya. Sejak saat pertama aku melihatmu aku sudah merasa bahwa kamu adalah gadis yang berbeda dari kebanyakan gadis yang pernah aku temui. Gadis sombong yang tidak memiliki teman sama sekali. Gadis yang selalu berada di taman dengan laptop dan juga earphone miliknya. Gadis yang selalu berdua kemana-mana dengan seorang laki-laki yang aku pikir dulunya adalah kekasihmu tapi ternyata dia adalah sepupumu sendiri. Marcel, aku pikir dia adalah laki-laki yang mencuri hatimu tapi ternyata tidak seperti itu. Apa kau tau La, aku bahkan dulu berpikir bahwa akan merebutmu dari laki-laki itu. Konyol sekali bukan?" Jeff menertawakan kebodohannya dulu ketika kamu berpikir bahwa Marcel adalah kekasihnya Laura. Melihat suaminya yang tertawa dengan begitu lepas rasanya membuat Laura ikut merasakan kebahagiaannya. Dia tahu betul kehidupan seperti apa yang dijalani laki-laki tampannya ini. Laki-laki setengah bule setengah Asia. Wajah tampannya benar-benar membuat Laura menjadi salah satu wanita yang paling bahagia karena memiliki laki-laki hebat seperti Jeff. Dia adalah pemenangnya.
__ADS_1
"Konyol! tapi aku tidak menyalahkan kamu karena bukan hanya kamu saja yang berpikir seperti itu. Aku lebih sering menghabiskan waktu bersama Marcel walau dia terus aja mengobati setiap kali aku mengajaknya pergi ke mall atau hanya sekedar menonton saja. Satu hal lagi, kamu harus tahu jika Marcel adalah partner kriminalku. Banyak kesehatan yang kamu lakukan bersama, termasuk mencuri uang papi ku dan papa William." Keduanya kembali tertawa dengan apa yang mereka ceritakan saat ini. Sungguh, rasanya saat ini kehidupan mereka benar-benar sangat berubah drastis. Tapi ini masih satu hari dan banyak hari-hari yang akan mereka lewati lagi nantinya Dan semoga saja apa yang mereka lewati bisa berjalan dengan lancar.
...****************...