
"Kenapa harus di tutup?" tanya Sarah ketika turun dari mobil matanya di tutup dengan kain hitam oleh William.
"Jika terbuka maka itu namanya malam pertama."
"Cih, berlagak seolah kamu sudah tau padahal masih polos seperti bayi." sindir Sarah karena jawaban William sangat tidak sesuai dengan kenyataannya.
"Susahlah, ayo biar aku bantu jalan." ucap William yang menggenggam tangan Sarah dan membawanya masuk ke tempat acara yang sudah disiapkannya.
Sepanjang jalan menuju tempat acara salah terus saja menggerutu dengan semua ini karena dia paling tidak suka hal-hal yang seperti ini karena menurutnya itu menyusahkan.
"Tidak bisakah diam saja? aku sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik untukmu, lalu kenapa terus saja mengomel sejak tadi?" tanya William pada wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
Dia benar-benar sangat berharap bahwasanya bisa membuka hatinya dan menerima cinta yang dimiliki William, karena William sudah yakin dengan hatinya bahwa dia mencintai Sarah dan Sarah lah orang yang dicari selama ini.
"Sudah apa belum?" tanya Sarah ketika dia belum juga dibuka ikatan di matanya.
"Bersabarlah, sebentar lagi kita akan sampai jadi kamu ini jangan terlalu cerewet." ucap William pada Sarah. Mereka kembali berjalan sampai di mana William berhenti dia kebersihan untuk memberikan kejutan pada Sarah.
"Jangan buka matamu sebelum aku menghitungnya sampai 3."
"Banyak sekali dramanya." jawab Sarah karena dia sudah tidak sabar dengan kejutan yang sakit yang William berikan padanya.
__ADS_1
"Kau harus tetap menutup matamu sampai aku selsai menghitung satu sampai tiga, jika tidak maka aku akan-"
"Iya!" jawab Sarah hingga membuat William akhirnya mengalah dan dia mulai menghitungnya.
Bukan Sarah saja yang gugup, tapi William sendiri pun merasa gugup dengan semua ini.
Keduanya sama-sama gugup sampai saat William mulai menghitung, disanalah puncak kegugupan mereka berdua.
Rapat saat hitungan William yang ketika, dia langsung membuka ikatan di mata Sarah dan saat itu juga Sarah membuka matanya.
"Kamu suka?" tanya William yang memberikan kejutan untuk Sarah.
"Ya, ini untuk kamu. Apa kamu suka?"
"Terima kasih karena telah memberikan semua ini. aku benar-benar bahagia mendapatkan semua ini." ucai Sarah pada William karena pria ini telah memberikannya kejutan.
Bahkan yang membuatnya tidak percaya lagi bawa di sini ada ayahnya dan juga ada mami Sofia beserta Jordan dan istrinya.
__ADS_1
Sungguh luar biasa sekali memang pria ini, William benar-benar memberikannya kejutan yang tidak pernah didapatkan dari pihak manapun di dunia ini.
William sendiri adalah pria pertama mencari hubungan dengan sarang dan memberikannya kejutan atau disebut lamaran yang begitu sangat luar biasa.
Sungguh, ini benar-benar sangat berkesan sekali bagi Sarah, karena dia sama sekali tidak pernah berpikir bahwa dia akan mendapatkan hal ini dari pria sekaku William.
"Terima kasihkan karena cinta yang telah kamu berikan padaku William. Terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan, sudah tidak pernah menyangka bahwa aku akan mendapatkan hal terindah. Sekali lagi, terima makasih William." ucap Sarah dengan begitu tulus pada William.
Sedangkan William sendiri juga ikut merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena apa yang telah dilakukannya saat berkesan bagi Sarah.
"Aku melakukan semua ini kamu Sarah, siapkah kamu menikah denganku?"
"Ya, aku siap jika kamu juga siap menikah dengan ku. Tapi dengan satu syarat." William mulai pandai karena Sarah memberikan satu syarat pada yang untuk bisa menikahinya.
"Apa?"
"Aku mau jangan pernah meminta untuk berhenti dari dunia yang sangat aku cintai. Aku saya datang menjadi seorang dokter dan aku juga berjanji bahwa aku tidak pernah melupakan kewajibanku sebagai seorang istri. Aku benar-benar akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untukmu tapi tolong, jangan pernah memintaku untuk pergi dari duniaku." pinta Sarah pada William dan William terlihat lemas ketika mendengar syarat dan ketentuan dari Sarah.
"Hanya itu bukan?" tanya William dan Sarah mengangguk.
"Ya, hanya itu." jawabnya.
__ADS_1
"Baik jika memang hanya itu, aku akan menerimanya." jawab William.