Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Kebersamaan


__ADS_3

William dan Sarah benar-benar menikmati kebersamaan mereka saat ini. Hari ini, setelah mereka melewati satu malam di kota Hallstatt, kini keduanya kembali menikmati keindahan salah satu pintu surga dunia.


Lihat, bahkan saat ini Sarah sudah terlihat sangat antusias menikmati keindahan tempat di mana mereka berada saat ini.


Melihat istrinya begitu menikmati pemandangan kota kecil ini membuat William tidak ingin melewatkan sedikit permohonan bersama Sarah. Seperti saat ini, dia mengambil sebuah foto istrinya yang tengah menikmati pemandangan danau di tempat mereka berada sekarang.



"Auh..." Sarah langsung mengangkat kedua ketika kakinya di patuk oleh angsa yang berenang di danau.


"Sayang, ada apa?" William langsung menghampiri Sarah ketika mendengar teriakan kecil dari istrinya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya William ketika menghampiri istrinya yang terlihat kesakitan.


"Tidak masalah, hanya di patuk angsa saja. Lagi pula di patuk angsa tidak sesakit di patuk kamu. Jadi biasa saja."


deg!


Jantung William kembali diserang Sarah hanya dengan kata-kata sederhana seperti itu tapi terdengar sangat menusuk jantungnya. Entah bagaimana cara William menghadapi istrinya yang ternyata jauh lebih mesum daripada Jordan sendiri.


Dia tahu seberapa besar otak mesum Jordan tapi ternyata ada yang jauh lebih mesum lagi dan itu adalah istrinya. Jika membicarakan hal seperti ini maka Sarah adalah ahlinya. Istrinya itu sangat antusias sekali jika membahas soal seperti ini dan itu sangat luar biasa.

__ADS_1


"Sayang, berhenti mengatakan hal seperti itu. Ini di tempat umum dan mereka bisa saja melihat ke arah kita."


"Memangnya mereka mengerti apa yang kita bicarakan saat ini? saat ini kita menggunakan bahasa Indonesia bukan bahasa Inggris jadi aku rasa mereka tidak akan mengerti apa yang kita katakan saat ini jadi kamu tidak perlu khawatir dan merasa ketakutan seperti itu." jawab Sarah karena memang mereka saat ini memakai bahasa Indonesia bukan bahasa Inggris seperti orang-orang lainnya lagi.


Lagi pula mereka membicarakan hal yang masuk akal menurutnya. Mereka sudah berstatus suami istri dan itu artinya biasa saja jika mereka membahas hal seperti itu tapi kenapa suaminya ini terlihat belum bisa beradaptasi dengan keadaan mereka sekarang?


Entahlah, Sarah benar-benar tidak habis pikir dengan suaminya ini. William terlalu polos menurutnya tapi jika dia sudah bermain maka Sarah harus bertahan selama hampir 1 jam dan itu sangat menyenangkan menurutnya.


"Sudahlah, ayo kita berjalan lagi. Aku mulai lapar karena kita menghabiskan banyak waktu tadi malam."


"Itu karena tadi malam kamu yang terus saja memintanya. Lagi pula aku sudah lelah tapi kamu terus saja meminta untuk bermain. Jadi aku bisa apa?" ujar William karena memang mereka bermain hingga hampir pagi tadi malam.


"Semua permainan kamu mengeluh. Aku mengajakmu bermain mobile legend kamu mengeluh, bermain kuda-kudaan kamu juga mengeluh. Entah apa yang bisa membuat kamu tidak mengeluh." gerutu Sarah karena memang dia merasa heran dengan suaminya yang terus saja mengeluh dengan keadaan mereka saat ini.


"Maka dari itu ayo." Sarah menari tangan suaminya untuk berjalan bersamanya Dan mereka benar-benar menikmati kebersamaannya.


Tidak pernah sekalipun Sarah berpikir bahwa dia bisa menikahi pria seperti William. Pria yang telah menjadi suaminya ini benar-benar pria yang sangat luar biasa. Kesabaran dan cinta yang di milikinya sangat besar untuknya, maka dari itu Sarah merasa beruntung dinikahi pria seperti William.


"Sayang,"


"Ya?" jawab William pada istrinya ketika mendengar Sarah yang memanggilnya.

__ADS_1


"Apa aku boleh mengatakan terima kasih padamu?"


"Untuk apa?" tanya William lagi karena dia tidak tahu rasa terima kasih apa yang ingin diucapkan istrinya.


"Aku ingin mengatakan terima kasih karena telah memilihku menjadi pendamping hidupmu. Apa kamu tahu bahwa aku pernah bermimpi aku ingin bergandengan tangan bersama suamiku kelak dan berjalan menikmati suasana tempat dimana kami berada. Keinginanku sangat sederhana karena aku ingin memiliki suami yang bisa mencintaiku apa adanya. Tidak perlu dia kaya setidaknya dia bertanggung jawab untukku karena aku siap bekerja untuk menghidupi rumah tangga kami asal dia bisa mencintaiku dan mencintai anak-anakku. Aku pernah berpikir seperti itu tapi ternyata Tuhan memberikanku lebih. Tuhan memberikanku banyak sekali keberkahan dalam hidupku dan salah satunya itu kamu." jelas Sarah. Dia menceritakan apa yang pernah diimpikan dulu sekarang Tuhan mengabulkan keinginannya bahkan memberi lebih pada dirinya.


"Apa seperti itu? maksudku aku benar-benar berarti dalam hidupmu?" tanya William karena dia merasa tersentuh dengan setiap kata-kata yang keluar dari bibir istrinya.


"Ya, memang seperti itu kenyataannya. Aku bukan wanita yang mudah mengatakan perihal cinta pada pria tapi jika aku sudah mengatakannya maka itu benar-benar yang aku rasakan saat ini. Kamu, kamu adalah anugerah dari Tuhan untukku William dan aku harap kita bisa terus bersama melewati semua yang akan kita hadapi nanti. Sekarang kita sudahi pembicaraan ini karena aku ingin digendong." Sarah melepaskan tahu tantangan mereka berdua dan dia langsung berdiri di belakang punggung suaminya dan naik ke atas punggung suaminya.


"Hap, ayo gendong aku sayang." ucap Sarah ketika dia sudah naik di punggung suaminya.


Sedangkan William hanya bisa pasrah saja dengan apa yang dilakukan istrinya. Dia tidak pernah merasa keberatan sama sekali atas apa yang salah lakukan saat ini karena dia merasa bahwa istrinya ini sangat unik dan sangat luar biasa.


Setidaknya dia tahu bahwa Sarah bukan wanita yang suka mengobrol janji manisnya pada setiap pria dan meninggalkan mereka begitu saja setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan.


"Apa aku berat?" dan Sarah pada suaminya dan dia bahkan sudah memberikan kecupan manis di pipi pria itu.


Cup...


William tersenyum hangat saat mendapatkan kecupan manis dari istrinya. Hidup bersama Sarah membuat hari-hari William terasa sangat berwarna dan bahagia. Banyak perasaan yang bisa dirasakannya ketika bersama Sarah dan itu tidak pernah dirasakan nya selama ini.

__ADS_1


"Tidak sama sekali, aku masih sanggup menggendong kamu itu artinya kamu tidak berat. Tapi jika nanti aku sudah tidak sanggup menggendong kamu maka itu artinya kamu memang berat. Jadi bisa untuk tidak menambah berat badan kamu?"


"Tergantung, jika aku merasa bahagia bersama kamu seperti ini terus bisa saja aku mengali kenaikan berat badan nantinya." jawab Sarah karena memang seperti itulah yang ada di pikirannya saat ini.


__ADS_2