
Laura yang baru hanya ingin pulang ke rumahnya setelah selesai sekolah tiba-tiba saja mendapatkan panggilan telepon dari kakak iparnya. Dia kaget saat mengetahui bahwa dalil yang menghubunginya karena dia tahu ada hal yang penting yang ingin wanita itu bicarakan nantinya.
"Ya, kak?" suara Laura mulai terdengar di telinga Dahlia saat adik iparnya itu menjawab panggilan telepon darinya.
"Dek, kamu di mana?" tanya Dahlia pada adik iparnya.
"Baru keluar dari kelas kak, ada apa?" tanya Laura lagi. Dia tahu jika kakaknya ini pasti membutuhkan sesuatu.
"Gini dek, kakak kepengen cilok di Deket sekolah tempat kakak ngajar kemarin. Masalahnya di rumah nggak ada orang yang bisa naik motor. Kakak sekarang lagi di rumah ibu kakak jadi nggak bisa pergi. Lagi sekolah kamu tahu bukan jika kakak sedang hamil muda? Jadi kakak kamu tidak akan mengizinkan kakak untuk pergi dengan motor." jelas Dahlia lagi karena dia gambar sangat menginginkan ada di dekat sekolah tempat di mana Dia mengajar dulu, sebelum dia menikah dengan Lucas.
"Boleh kak, sekolahannya di mana biar aku beliin nanti. Sekalian sharelock rumah kakak ya," ucap Laura lagi dan Dahlia mengirimkan pesan pada Laura di mana lokasi sekolah Dahlia dan rumahnya.
Setelah mendapatkan pesan dari kakak iparnya Laura tapi dia melupakan sesuatu bahwa saat ini Jeff masih berada di belakangnya. Laura kembali ke arah laki-laki yang sedang menatap datar padanya dari posisinya yang tadi.
__ADS_1
"Kau baru mendapatkan telepon dari kakak iparmu saja sudah melupakanku. Lalu bagaimana jika nanti kamu mendapatkan telepon dari pria lain. Eh, tapi aku tidak akan membiarkan kau pergi meninggalkanku dengan pria lain karena jika mereka berani mendekatimu maka aku akan mematahkan kaki mereka. Setidaknya aku akan membuat mereka cacat dan tidak diterima oleh keluargamu." ucap Jeff dengan begitu mudahnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Dia sengaja mengatakan hal seperti itu karena tidak ingin Laura dimiliki oleh siapapun karena menurutnya hanya dirinya saja yang bisa memiliki wanita itu. Terserah apa kata Laura untuk menanggapinya tapi yang jelas Jeff benar-benar akan menggagalkan segala cara para pria yang akan mendekati wanita itu.
"Hey, apa-apaan itu?" tanya Laura yang tak percaya dengan apa yang Jeff katakan. Bagaimana bisa laki-laki itu mengatakan hal yang tidak masuk akal sama sekali. Sungguh di luar nalar sekali bukan?
"Terserah. Intinya aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan membiarkan siapapun berani mendekatimu. Keluarga kita sudah sepakat dan setuju bahwa kau akan dijodohkan denganku dan aku menerima perjodohan itu. Kelak, jika aku kuliah ke luar negeri untuk mengejar cita-citaku demi masa depan kita berdua maka kau jangan pernah berani mengkhianatiku. Lihat sampai jika kau berani bermain-main denganku maka aku akan membuatmu mengandung benihku saat itu juga." ancam Jeff pada Laura hingga membuat gadis itu langsung meradang dan memukuli bahu Jeff. Dia tidak menerima ancaman dari laki-laki itu. Menurutnya ancaman Jeff sangat menyeramkan sekali. Dia tidak ingin menikah muda dan dia tidak siap menjadi ibu di usia yang masih sangat muda.
"Hey, berhenti memukuliku seperti ini Laura." Jeff terus saja berteriak karena dia mendapatkan begitu banyak pukulan dari Laura.
Melihat Laura yang pergi seperti itu membuat Jeff langsung menyusulnya. Dia terus saja mengikuti kemana Laura pergi sampai mereka tiba di sebuah sekolah SMA negri dan Laura berhenti di sana untuk membeli cilok pesanan kakak iparnya. Di sini mereka berdua menjadi pusat perhatian banyak orang. Para laki-laki melihat pada Laura dan para gadis melihat ke arah Jeff. Mereka benar-benar menjadi pusat perhatian banyak orang karena memang selain wajah mereka, seragam yang mereka pakai juga menjadi pusat perhatian para siswa yang ada di sana. Mereka seragam yang di pakai dua orang itu berasal dari sekolah mana. Itu berasal dari sekolah internasional.
Bisik-bisik mulai terdengar di telinga Laura dan juga Jeff tapi mereka tidak ingin mengambil pusing untuk itu karena niat Laura datang ke tempat ini hanya untuk membelikan pesanan kakaknya.
__ADS_1
"Pak, ini punya kakak ipar saya. Dulu katanya Dia ngajar di sini, namanya kak Dahlia. Jadi saya nggak tahu apa pesanannya tapi katanya si bapak udah tahu apa yang harus dibuat." ucap Laura pada penjual cilok yang ada di depan sekolah ini.
Penjual itu memang sudah hafal dan dia langsung mengerjakan pesanan Laura ketika mengetahui bahwa gadis cantik ini adalah adik ipar dari bu guru solehah yang sekarang sudah tidak lagi mengajar di sekolah ini karena sudah menikah.
"Siap neng cantik cantik, mamang buatin dulu ya." ucap penjual tersebut yang langsung menyiapkan pesanannya. Di saat mereka sedang menunggu, tiba-tiba saja datang seorang anak laki-laki berseragam putih abu-abu dengan gaya sombongnya mengambil potret wajah Laura tanpa seizin darinya. Melihat Laura yang tidak nyaman dengan semua itu membuat Jeff langsung bereaksi. Dia mengambil ponsel laki-laki itu dan menghapusnya saat itu juga. Namun apa yang terjadi lagi malah membuat Jeff tidak bisa menerima semua itu karena dia kembali megambil potret Laura tepat di depan wajahnya.
Prak!
Jeff membanting ponsel itu hingga hancur ke tanah dan menginjaknya dengan sepatu mahal yang di pakainya saat ini. Tidak hanya itu saja, saat anak laki-laki tersebut ingin menghajarnya beberapa dari mereka langsung menghalangi anak SMA tersebut agar tidak mencari keributan dengan sekolah paling elit di kota mereka saat ini.
Jeff sendiri tidak takut, dia malah menuliskan sebuah alamat rumahnya bahkan dia juga menuliskan alamat kantor daddy-nya agar anak itu bisa menerima ganti atas ponselnya yang sengaja Jeff rusak.
"Datang ke alamat itu dan aku akan mengganti ponselmu dua kali lipat. Katakan saja apa yang kau inginkan. Bahkan saat ini ponselmu itu tidak sebanding dengan sepatu yang ku pakai saat ini." ucap Jeff dengan tak kalah sombongnya. Mendengar perkataan Jeff seperti itu membuat mereka kembali menjadi pusat perhatian banyak orang karena saat ini para siswa SMA tersebut langsung melihat ke arah sepatunya dan juga Laura yang ternyata couple.
__ADS_1
"Lagi pula aku heran, anak yang masih berlindung di balik nama besar keluarganya saja sudah bersikap arogan sepertimu. Aku bahkan bisa menunjukan padamu apa yang ku miliki, jadi jangan terlalu sombong lebih dulu dengan apa yang kau miliki saat ini."