Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Curhat


__ADS_3

Setelah kejadian malam nasi goreng neraka, rasanya Laura merasa dengan yang namanya nasi goreng. Seperti pagi ini, mereka sarapan dengan yang namanya nasi goreng dan ketika melihat itu Laura sendiri langsung kehilangan selera makannya. Dia takut akan terjadi sesuatu pada dirinya jika kamu makan nasi goreng itu. Padahal Laura juga sudah tahu bahwa nasi goreng itu sudah pasti buatan para pembantu di rumah mereka, bukan nasi goreng buatan papi dan juga papa William.


"Di mana Marcel? kenapa dia tidak kelihatan?" tanya Laura ketika dia tidak melihat saudara sepupunya itu ikut sarapan di meja makan bersama mereka.


"Marcel sudah berangkat ke sekolah lebih dulu karena dia mengatakan bahwa dia ada kelas pagi ini. Dia sedang mengurus semua surat-surat untuk pergi ke UK. Marcel sudah memutuskan bahwa dia akan pergi ke sana, tujuannya Oxford, dan menyelesaikannya dalam waktu 3 tahun saja."


"What?" pakai Laura ketika mendengar apa yang Mama Sarah katakan. Dia tahu di kamar saya itu memang benar-benar pintar. Tapi dia juga berpikir menyelesaikan kuliah di Oxford dalam waktu 3 tahun untuk mencapai S1 itu sudah sangat luar biasa. Bahkan menyelesaikannya dalam waktu 4 tahun saja pun rasanya sulit, lalu bagaimana bisa Marcel memiliki target pada dirinya sendiri untuk mencapai semua itu dalam waktu 3 tahun.


"Tidak perlu heboh seperti itu Laura. Kakak, kakak kamu jika menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3 tahun begitu juga dengan papi. Hanya sajak aku memang sedikit jauh lebih malas, sama seperti kamu saat ini," jelas Jordan karena dia kembali mengingat masa lalunya dan Dia merasa bahwa Laura itu benar-benar titisan dirinya. Mereka tidak bodoh, hanya saja sedikit lebih malas.


Jika mereka berdua sudah dalam keadaan terdesak, otak dan pikiran mereka berjalan dengan lancar.

__ADS_1


"Bukan seperti itu, terkadang aku berpikir apakah dia memiliki teman di dunia nyata atau tidak. Dia terus saja bergaul dengan buku dan juga laptopnya. Bahkan aku sendiri pernah diusir dari kamar ketika memegang iPad miliknya. Entah, aku semakin merasa penasaran dengan apa yang ada di dalam iPad tersebut karena Marcel terus dan selalu saja membawanya kemana-mana. Ya, aku akan menculik iPad itu dan melihat isinya," ucap Laura dengan begitu yakin bahwa dia bisa menerobos iPad milik Marcel dan mengetahui apa isinya, walau rasanya sangat sulit. Ibaratnya jauh panggang dari api dan itu adalah kenyataannya.


"Jangan tanyakan apapun tentang laptop dan juga iPad miliknya. Biarkan saja dia bermain dan berteman dengan dunianya asal tidak salah jalan. Sudah, ayah sarapan dan habiskan makanan kalian semua sebelum berangkat beraktivitas dan kamu Laura,"


"Apa sih mama? Laura lapar mama," ucapnya dengan manja ketika Sarah menasehatinya. Dia memang takut dan tidak bersuara makan dengan nasi goreng pagi ini.


"Jika tidak ingin makan nasi goreng lalu kamu ingin makan dengan apa? jika mereka membuat kamu sarapan lagi itu tidak akan terkejar karena kamu bisa telat ke sekolah."


"Buatkan apa yang diinginkannya agar dia bisa segera berangkat ke sekolahnya!" akhirnya mereka semua sarapan dengan tenang setelah kejadian huru-hara nasi goreng dari neraka.


Mereka semua pamit dan pergi untuk beraktivitas masing-masing. Laura juga di antar oleh Lucas pagi ini karena memang dia ingin membicarakan banyak hal dengan adiknya. Lucas bukan tipe orang yang suka berbasa-basi, dia hanya ingin memastikan bahwa adiknya itu benar-benar sudah siap untuk menikah atau belum sama sekali. Lucas tidak ingin jika pernikahan ini dilaksanakan secara terpaksa karena apapun yang dipaksakan tidak akan berakhir dengan baik.

__ADS_1


"La," panggil Lucas dengan suara beratnya. Dia ingin memulai pembicaraan di antara dirinya dan juga Laura. Rasanya sudah sangat lama sekali mereka tidak bertegur sapa dan saling bicara karena menjalani kesibukan masing-masing.


"Ya kak?" jawablah orang yang mengalihkan pandangannya ke arah Lucas beberapa detik dan kembali fokus pada jalanan yang ada di depan mereka.


"Kakak hanya ingin bertanya apakah kamu benar-benar sudah siap untuk menikah atau belum. Pikirkan sekali lagi sebelum kamu benar-benar tidak bisa pergi darinya. Bukan pula kakak tidak menyukai Jeff sebagai calon suamimu, hanya saja yang menjadi permasalahan saat ini adalah usia kalian berdua yang masih sangat mudah dan masih sangat mulia. Jika memang kalian saling mencintai tidak harus menikah dengan begitu cepat seperti ini. Tolong pikirkan bagaimana khawatirnya kakak Laura. Jangan pernah berpikir bahwa kakak itu tidak pernah menyayangimu. Kakak ini benar-benar sangat menyayangimu dan sangat mencintaimu sebagai adik kakak Laura terlepas kita yang terlahir dari rahim orang yang berbeda tapi kita memiliki seorang ayah yang sama. Kakak hanya ingin memastikan kebahagiaan kamu saja, bukan termasuk ingin merusak hubungan kamu dan melarangnya. Tidak, tidak seperti itu sama sekali Laura," ucap Lucas panjang lebar. Dia benar-benar mencurahkan perasaannya saat ini pada Laura dan berharap bahwa adiknya itu bisa mengerti apa yang dikatakannya saat ini bukan karena rasa tidak sukanya. Lucas mempertanyakan hal ini karena dia benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaan pelaporan nantinya karena menurutnya pernikahan itu tidak semudah apa yang mereka bayangkan.


"Kamu tau La, banyak hal yang harus kita korbankan untuk menjalani sebuah kehidupan yang namanya rumah tangga. Walau tidak semuanya, tapi ada yang namanya pernikahan itu berakhir dengan kegagalan dan kakak tidak ingin kamu mengalami hal itu. Kakak mohon La, sekali lagi tolong pikirkan semua ini sebelum kamu benar-benar sah menjadi istrinya." Lucas masih berusaha untuk meyakinkan Laura dan menggoyahkan perasaannya. Berharap bawa apa yang dilakukannya saat ini berhasil dan bisa membuat Laura sadar bahwa menikah muda itu bukan sebuah pilihan. Masih banyak lagi jalan keluar dan pilihan yang bisa diambilnya tapi tidak dengan menikah.


"Kak, aku benar-benar sudah yakin pada hatiku bahwa aku memilih Jeff sebagai calon suamiku dan aku siap untuk hidup dengan yang lahir dan batin. Banyak hal yang ingin kamu capai bersama dan aku harap kakak juga bisa mendoakanku dan mengikhlaskan hubungan kami berdua. Percayalah kak, bahwa Tuhan tidak akan pernah salah memberikan apa yang kita butuhkan karena seperti yang Starla Aurora Borealis, bahwa Tuhan tidak pernah salah memberikan apa yang kita butuhkan karena Tuhan lebih tahu. Tidak semua yang kita inginkan itu menjadi apa yang kita butuhkan. Tuhan lebih tau apa yang kamu butuhkan dari apa yang kami inginkan." jawab Laura pada Lucas hingga membuat kakaknya merasa tidak berkutik lagi karena dia juga bingung harus menjawab apa untuk semua ini.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2