Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Terdiam


__ADS_3

"Sarah, tolong aku bisa sendiri. Tanganku emang masih sakit yang sebelahnya tapi yang sebelah sana lagi tidak jadi aku bisa memakai pakaianmu sendiri dan biarkan aku melakukannya. Kumohon jangan membuatku semakin salah tingkah." ucap William pada Sarah karena dia benar-benar tidak kuat lagi menahan semua ini belum hilang rasa deg-degannya saat dimandikan oleh Sarah tadi kini kembali lagi ketika wanita itu yang memakaikan pakaiannya.


Entahlah, William benar-benar tidak tahu lagi harus melakukan apa saat ini karena yang ada di pikirannya hanya bisa lepas dari Sarah saat ini juga.


"Jika ingin lebih cepat selesai maka diam dan jangan banyak bertingkah. Biarkan aku melakukan semua ini dengan baik." ucap Sarah lagi pada William yang terus saya memaksa pada pria itu untuk diam dan tidak bertingkah.


Ketika Sarah membantu William untuk menaikan celananya tiba-tiba saja Mami Sofia masuk ke dalam ruangan tersebut dan dia langsung menjerit histeris karenanya.


"Aahhhkkk..." keduanya langsung melihat ke arah sumber suara ketika mendengar ada suara teriakan seorang wanita yang tiba-tiba saja masuk ke ruangan rawat milik William.


"Mom,"


"Mami," keduanya serentak memangil wanita itu walau dengan panggilan yang berbeda.


Sadar akan calon menantu dan anaknya itu melihatnya membuat Mami Sofia langsung menghampiri William untuk menghajarnya habis-habisan karena dia berpikir bahwa putranya itulah yang memaksa Sarah untuk melakukan hal demikian.


"Apa yang kamu lakukan hah? katakan pada malam ini apa yang kamu lakukan William?" tanya Mami Sofia karena dia takut jika putranya itu melakukan hal yang tidak-tidak tadinya.


"Sumpah demi Tuhan William tidak melakukan apapun mom. William dan saya tidak pernah melakukan hal yang tidak tidak seperti apa yang mom pikirkan saat ini." ucap William yang berusaha menjelaskan pandangannya bahwa dia dan sangat tidak melakukan hal apapun dan yang paling utama adalah William tidak pernah melakukan apapun terhadap Sarah, karena yang melakukan hal sesuatu terhadapnya adalah Sarah sendiri.

__ADS_1


Wanita itu terus saja memaksanya sejak tadi untuk membuat dirinya mandi dan berpakaian hingga saat ini. Entahlah, entah bagaimana cara bila menjelaskan pada maminya bahwa dia dan Sarah tidak melakukan hal apapun seperti apa yang namanya pikirkan terhadap mereka berdua.


"Kamu pikir apa yang mami pikirkan tentang kamu? lagi pula semua orang akan berpikiran seperti apa yang Mama pikirkan jika melihat keadaan kalian berdua dalam posisi seperti itu. Astaga, rasanya mami benar-benar malu sekali masuk dalam keadaan yang tidak tepat seperti ini." ujar mami Sofia yang malu dengan sebuah kejadian ini.


"Mi, mami harus percaya bahwa kami tidak melakukan hal apapun di sini. Sarah William berpakaian secara adil yang bisa melakukan semua itu akibat tangan yang di gips dan sebentar lagi dia akan mengganti perempuannya. Luka-luka yang ada di tubuhnya harus segera dibersihkan dan untuk itu tubuhnya juga harus bersih, jadi tadi Sarah juga membantunya mandi."


"What?" pekik Mami Sofia yang tidak percaya dengan semua ini.


Melihat apa yang terjadi barusan saja sudah membuatnya berpikir yang tidak tidak lalu bagaimana bisa keduanya tadi berada di dalam kamar mandi.


Sementara William sendiri hanya bisa menutup wajahnya dengan sebelah tangannya yang tidak terluka. Entah mengapa rasanya dia seperti ingin tenggelam saat ini atau paling tidak mengungsi ke planet mars mungkin agar tidak menghadapi maminya saat ini.


"Oke!" jawab William.


"Tidak," jawab Sarah karena dia belum siap menikah saat ini juga dengan William.


Dia memang sudah menerima lamaran dari pria itu tapi tetap saja dia tidak bisa menikah secepat ini. Banyak hal yang harus mereka persiapkan untuk sebuah pernikahan dan pernikahan bukan untuk main-main jadi jika Mami Sofia mengatakan bahwa mereka akan menikah saat ini juga maka dengan tegas dia akan menolaknya.


"Kenapa?" tanya mami Sofia lagi pada Sarah karena wanita itu jelas-jelas menolak untuk dinikahkan dengan William.

__ADS_1


Bukan hanya mami Sofia saja yang penasaran kenapa Sarah menolak untuk menikah dengan William, karena William pun seperti itu. Dia ingin tahu apa alasan Sarah menolaknya. Bukankah lamaran yang sudah diterima, lalu kenapa wanita ini menolak untuk menikah dengannya?


Sungguh, William benar-benar ingin mengetahui jawaban dari wanita yang sudah membuat hatinya ingin copot dari tempatnya.


"Aku memang sudah menerima lamaran dari William tapi bukan berarti kami akan menikah secepat ini. Banyak hal yang harus kamu persiapkan untuk melangsungkan pernikahan ini termasuk mental kami sendiri. Sarah tidak pernah meragukan apapun terhadap William jika itu memang memproduksi dengan pernikahan, tapi yang Sarah khawatirkan sendiri adalah perasaan salah terhadap William. Berikan Sarah waktu untuk semua ini dan Sarah berjanji bahwa jika waktunya sudah siap dan Sarah juga siap untuk menikah dengan William maka Sarah akan mengatakannya saat itu juga." jelas Sarah.


Mendengar penjelasan dari Sarah membuat William bisa bernafas dengan tenang karena dia tahu bahwa wanita ini bukan menolaknya. Hanya saja, memang mereka berdua sama-sama membutuhkan waktu untuk semua ini.


"Benar yang Sarah katakan Mom, kami berdoa membutuhkan waktu dan William siap untuk menemui Sarah. Setidaknya William sudah tahu bahwa Sarah menerima lamaran dari William dan siap menikah dengan William nanti, jadi biarkan saja semua ini mengalir sesuai dengan alurnya." ucap William seraya menebarkan pakaiannya lagi dan Sarah membantunya namun dengan cepat William menolaknya karena dia tidak ingin kembali menjadi bahan pemikiran kotor dari ibunya.


"Ya sudah, terserah kalian saja. Mami hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua dan semoga apa yang telah kalian rencanakan bisa berjalan dengan baik serta mendapatkan berkat dari Tuhan." baik Sarah ataupun William sendiri keduanya benar-benar merasa tenang karena Mami Sofia bisa mengerti keduanya.


Ya, mungkin setelah ini mereka akan membicarakannya baik-baik untuk kedepannya kaena memang semua itu akan mereka rencanakan dengan baik kedepannya.


"Sudahlah, mami mau pergi ke ruangan anak nakal yang satunya lagi. Mami ingin melihat apa yang terjadi di sana." ucap Mami Sofia yang langsung meninggalkan pasangan absurd itu.


Sarah dan William di sebut pasangan absurd oleh Mami Sofia karena tingkah konyol keduanya.


Apalagi saat melihat wajah William yang panik ketika melihat kedatangannya. Sudah seperti anak perawan yang baru saja kehilangan mahkota sucinya.

__ADS_1


__ADS_2