Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Tidak Adil


__ADS_3

"Apa ini?" tanya Dara ketika melihat suaminya yang menunjukan motor baru miliknya.


"Bagaimana dengan motor baru ini sayang?" tanya Jordan pada istrinya.


Dara sendiri hanya bisa menghela nafasnya dengan berat ketika mendapatkan pertanyaan dari suaminya.


"Untuk apa membeli motor? tanya Dara ketika dia melihat suaminya yang sudah duduk di atas motor sepagi ini.


Tadi, setelah mereka sarapan Jordan langsung mengajaknya untuk pergi ke halaman rumah sambil menunggu putra mereka yang belum selesai sarapan.


"Kemarin Lucas meminta motor untuk alat transportasinya pergi ke sekolah karena dia bilang malu jika harus diantar menaiki mobil mercy. Tapi aku tidak tahu apa itu motor Var*o yang di mintanya." ucap Jordan pada istrinya karena dia benar-benar tidak mengetahui bagaimana bentuk motor yang diminta oleh putranya itu.


"Astaga sayang, Var*o itu motor matic yang banyak di pakai ibu-ibu disini. Jika motor Var*o aku juga bisa membawanya. Tapi jika motor seperti ini mana bisa aku mengendarainya."


"Eh, aku membeli motor untuk tidak kamu naiki sayang. Bahkan aku berpikir ingin membeli mobil baru lagi agar kamu bisa merasa nyaman untuk di dalamnya. Besok kita akan pergi ke dokter untuk memeriksakan kandungan kamu jadi apa sekarang saja aku mau minta Wiliam untuk mengantarkan mobil barunya?"

__ADS_1


"Tidak!" tolak Dara secara langsung karena dia tidak akan membiarkan suaminya kembali menghambur-hamburkan uangnya.


Motor seperti yang dinaiki suaminya itu saja Dara bisa menilai harganya sendiri lalu bagaimana dengan mobil baru lagi. Entahlah, Dara habis pikir dengan jalan pikiran suaminya.


"Kenapa sayang? padahal kamu juga bisa lebih nyaman untuk bepergian, jadi aku ingin membeli mobil baru saja untuk kamu," ucap Jordan yang langsung turun dari atas motornya dan menghampiri wanita yang tengah mengandung buah cinta mereka saat ini.


"Dengarkan aku sekarang. Mobil di rumah kita sudah banyak dan itu ada sekitar 12 mobil dengan berbagai macam model dan juga harga yang pastinya sangat fantastis. Itu yang aku tahu di sini dan aku tidak tahu apa yang kamu miliki di Madrid sana jadi aku mohon jangan lagi mau menghambur-hamburkan uang karena kita membutuhkan banyak uang saat ini. Alangkah lebih baiknya jika uang itu kita untuk masa depan anak-anak kita. Saat ini aku tengah mengandung, jadi kita harus menyiapkan banyak biaya untuk masa depan anak-anak kita. Biaya pendidikan itu sangat mahal dan aku tidak bisa memikirkan bagaimana kedepannya berapa banyak biaya yang harus kita keluarkan untuk pendidikan anak-anak." Melihat kekhawatiran istri yang membuat Jordan langsung memberikan pelukan hangat pada wanita itu.


Dia mengerti dengan apa yang dimaksud istrinya karena Dara selalu menerapkan budaya hidup hemat kepada dirinya dan juga anaknya.


Entahlah, Jordan benar-benar tidak habis pikir dengan cara didik istrinya ini. Terlebih lagi yang membuatnya tidak habis pikir adalah Lucas yang menikmati kehidupan yang bersama teman-temannya.


"Aku sudah menyiapkan segala biaya untuk masa depan anak-anak kita sayang. Bahkan saat kamu belum mengandungnya pun aku sudah menyiapkan biaya untuk pendidikan anak kita di masa depan. Bahkan hanya yang kamu kandung saat ini, bahkan aku juga sudah menyiapkan biaya kelima anak kita nantinya. Itu jika kamu mau memiliki banyak anak denganku sayang."


Plak!

__ADS_1


Mami Sofia langsung memukul kepala putranya dengan koran lagi yang baru di bacanya tadi.


"Mami!" teriak Jordan saat merasakan kepalanya dipukul dari belakang seperti ini dan tersangkanya adalah sang mami.


"Apa?"


"Kenapa mami suka sekali memukul kepala Jordan? mendapatkan pukulan seperti ini dari mami?" tanya Jordan karena dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran maminya saat ini.


"Itu karena ucapanmu yang tidak masuk akal. Anakmu yang ini saja belum lahir lalu bagaimana bisa kau sudah memikirkan memiliki 5 anak bersama Dara. Apa kau gila?" tanya mami Sofia yang merasa muak dengan semua ini.


"Itu urusan Jordan. Lagi pula istri Jordan juga tidak menolaknya iyakan sayang?" tanya Jorda pada istrinya saat ini.


"Tidak! aku tidak ingin memiliki anak banyak dengan kamu. Cukup dua atau tiga anak saja. Jadi berhenti memikirkan ingin memiliki banyak anak karena itu tidak adik bagiku."


"Hah, apanya yang tidak adik sayang?"

__ADS_1


"Ini jelas tidak adil karena aku yang mengandung dan melahirkan sementara kamu hanya tahu membuatnya saja."


__ADS_2