Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Janji Kita


__ADS_3

Setelah mengucapkan janji suci di depan para pemuka agama dan keluarga besar, kini Jeff dan Laura sudah sah menjadi sepasang suami istri. Mereka berdua benar-benar sudah sah menjadi pasangan halal.


Kini, saatnya mereka berdua dipersilakan untuk berciuman. Keduanya sama-sama canggih bingung bagaimana melakukan semua itu karena memang mereka berdua tidak tahu bagaimana cara melakukan hal itu. Jeff memang terkenal dengan ketampanannya tapi dia tidak pernah melakukan hal seperti itu terhadap wanita manapun dan jika ada orang yang mengatakan bahwa dia seorang playboy itu adalah sebuah kebohongan besar karena faktanya Jeff tidak pernah melakukan hal seperti itu.


"Trust me, La. Aku akan melakukannya dengan perlahan. Ikuti saja apa yang aku lakukan dengan perlahan. Kita akan melakukannya setelah ini." Jeff mengatakan hal seperti itu dengan lembut pada Laura berharap bahwa mereka bisa melakukannya dengan baik.


Jeff mendekatkan wajahnya dengan perlahan ke wajah Laura hingga kedua bibir mereka saling bertemu. Ciuman keduanya benar sangat manis sehingga membuat para tamu undangan yang hadir di sana ikut memberikan tepuk tangan yang gemuruh. Sungguh, seluruh keluarga dan para tamu undangan yang hadir dalam daftar vokal dengan pernikahan yang sangat sederhana itu. Walau dikenal dengan sebutan sederhana dan dihadiri para keluarga saja tapi tetap meninggalkan kesan yang sangat mewah. Terlebih lagi Jeff yang menjelma seperti pangeran kerajaan yang sangat tampan hari ini.


__ADS_1


Keduanya mengakhiri ciuman pertama mereka yang dilihat oleh seluruh keluarga besar mereka. Malu, jelas Laura merasa malu karena ini adalah pertama kalinya dia berciuman dengan seorang laki-laki dan itu sudah sah menjadi suaminya sendiri. Dia tidak pernah dekat dengan laki-laki maupun dan sekalinya dekat dia langsung memantapkan hatinya untuk menikah dengan Jeff Smith. Laki-laki yang telah meruntuhkan segala keegoisannya. Laki-laki yang mampu membuatnya yakin bahwa dia siap melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi walau usia mereka masih sangat belia.


"Thank you for everything La," ucap Jeff yang begitu bahagia dengan apa yang mereka rasakan saat ini. Kebahagiaan yang sangat luar biasa dan itu membuat mereka berdua benar-benar merasakan bahwa dunia hanya untuk mereka berdua saat ini.


"Seharusnya aku yang mengatakan terima kasih karena kamu telah begitu banyak membantuku dan membuatku berani melangkah. Kamu tau, aku tidak akan bisa sampai di titik seperti ini jika itu bukan karena kamu. Keyakinan kamu benar-benar sangat luar biasa dan aku menghargainya. So thank Jeff," ucap Laura yang menjalankan betapa bahagianya dia saat ini atas apa yang mereka rasakan.


Keduanya pergi meninggalkan altar pernikahan dan menghampiri keluarga besar mereka. Satu persatu keluarga besar dihampiri mereka untuk menerima ucapan selamat dan wejangan untuk menjalani kehidupan. Tepat saat Jeff berdiri di hadapan Daddy-nya dia langsung mendapatkan pelukan yang begitu erat. Entah mengapa rasanya dad Erlan begitu banyak menyimpan kesalahan terhadap putranya ini. Kesalahan yang mungkin tidak akan bisa ditebusnya bahkan sampai akhir hayatnya nanti.


Caranya membesarkan Jeff dengan penuh kasih sayang dan cinta yang begitu besar adalah keputusannya sendiri. Dia hanya ingin melihat anak yang dibesarkannya tumbuh dengan begitu baik dan bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Dia harap Jeff bisa mencintai istrinya seumur hidupnya dan dia juga berharap bahwa Laura tidak akan pernah merasakan apa yang dia rasakan.

__ADS_1


"Laura, katakan saja pada mom jika Jeff nakal. Mom akan langsung datang untuk memarahinya. Jika perlu mom juga akan menjewer telinganya saat itu juga. Ingat sayang, jangan pernah malu dan sungkan untuk menceritakan apapun yang kamu rasakan pada mommy, karena saat ini kamu juga sudah menjadi anak mommy dan kamu adalah Putri mommy yang sangat cantik. Tuan putri keluarga Brussels." mom Veni memeluk Laura dengan penuh kasih sayang karena dia benar-benar menyayangi gadis itu dengan begitu tulus.


Mom Veni merasa bahwa Laura benar-benar cocok dengan putranya bahkan saat mereka baru pertama kali bertemu ketika gadis itu berkunjung ke rumah mereka untuk menjenguk keadaan Jeff yang sedang sakit.


"Terima kasih mom," jawab Laura karena dia tidak mengerti dan tidak tahu apa yang harus dikatakannya lagi saat ini. Seluruh keluarga besar benar-benar merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa. Laura dan Jeff kembali berlatih dan kini mereka berada di depan papi dan maminya Laura.


Belum mengatakan apa pun Laura sudah menangis di dalam pelukan kedua orang tuanya dan Jeff paham dengan apa yang di rasakan istrinya saat ini.


"Jangan menangis terus sayang, nanti make-upnya jelek," ucap Data yang berusaha untuk menghentikan tangisan putrinya. Dia tahu apa yang Laura rasakan saat ini karena dia pun merasakan hal yang sama. Berat memang untuk menjalani semua ini tapi ini adalah pilihan hidup yang harus mereka jalani.

__ADS_1


"Biarkan saja, biar Jeff tau sekalian. Laura ingin menangis saat ini. Tadi papi melarang Laura untuk menangis dan kakak juga. Papi bilang jikalau orang menangis nanti makan orang akan terlihat seperti monster. Jadi biarkan sajalah orang menangis saat ini karena sudah tidak ada acara lagi. Laura tidak peduli dengan semua itu lagi. Laura-"


"Sudah, jangan menangis lagi sayang. Anak cantik mami tidak boleh menangis. Mami saja tidak menangis, jadi ayo tersenyum. Senyum untuk mami karena mami ingin melihat senyuman indah kamu."


__ADS_2