Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Setelahnya


__ADS_3

William terbangun dari tidurnya setelah merasa bahwa istrinya tidak ada di atas tempat tidur bersamanya karena sisinya sudah kosong.


"Sarah, sayang?" panggil William yang merasa panik dengan cepat turun dari atas tempat tidur dan dia melihat bahwa ada noda merah di atas sprei tempat tidurnya bersama Sarah.


"Oh, god apa ini darah Sarah?" tanya William dengan panik dan dia langsung turun dari atas tempat tidur untuk mencari isterinya.


Dia mengingat dengan jelas bahwa katanya jika wanita yang baru saja melepas mahkotanya itu akan terasa sakit dan perih maka dari itu dia ingin mencari istrinya karena dia berpikir bahwa Sarah pasti sedang kesakitan saat ini.


Namun, kekhawatirannya tidak terjadi sama sekali karena yang terjadi tidak seperti itu. William sudah panik bukan main, tapi lihat istrinya itu. Dia berjalan seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka tadi malam.


"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya William yang langsung menghampiri istrinya ketika melihat wanita itu yang baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah terlihat segar dengan handuk kecil yang ada di kepalanya saat ini.


Aroma shampo menguat begitu saja hingga menembus Indra penciuman William.


"Memangnya kenapa?" tanya Sarah yang langsung melingkarkan kedua tangannya di leher sang suaminya dan dengan begitu mudahnya Sarah memberikan kecupan di bibir pria itu.


Cup...


"Astaga, aku belum mandi sayang kenapa sudah menciumiku seperti ini?" tanya William yang merasa tidak nyaman dengan keadaan mereka saat ini. Apalagi dia yang belum mandi dan istrinya yang sudah terlihat segar dengan rambut basahnya.


"Memangnya kenapa? bukankah kita sudah sah menjadi pasangan suami istri? lalu di mana salahnya?" tanya Sarah pada suaminya lagi.


Dia melepaskan belitan tangannya di leher sang suami dan pergi untuk mengambil pakaian yang memang sudah di bawahnya dari rumah kemarin.


William kaget ketika melihat istrinya yang bisa berjalan dengan lancar tanpa merasakan sakit sedikitpun. Bahkan cara berjalannya pun seperti tidak terjadi sesuatu tadi malam di antara mereka, padahal tadi malam keduanya sudah melakukan hal itu bersama, lalu bagaimana bisa Sarah terlihat biasa saja?

__ADS_1


"Sayang, kenapa jalan kamu biasa saja?" tanya William yang penasaran dengan istrinya yang terlihat biasa saja tanpa merasakan sakit.


Melihat istrinya yang menatap penuh pertanyaan padanya membuat William kembali bicara dan berusaha untuk menjelaskan pada istrinya dengan apa yang di pikirannya.


"Maksudnya bukan begitu sayang, aku hanya khawatir dengan keadaan kamu karena apa yang telah terjadi di antara kita tadi malam."


"Astaga, kamu pikir aku kesakitan atas apa yang telah terjadi di antara kita? aku baik-baik sayangku, jadi sudahlah. Sekarang ayo mandi dan bersiap. Kita akan pergi untuk sarapan pagi ini." terpaksa William harus pergi meninggalkan Sarah di sana yang sedang mencari pakaian.


Dia dalam kamar mandi William terus saya memikirkan bagaimana bisa istrinya sekuat itu. Padahal dia sudah bersiap bahwa dia akan menjadi pahlawan bagi istrinya dan menolong wanita itu untuk pergi ke kamar mandi seperti yang Jordan katakan padanya saat pertama kali dia melakukan hal itu bersama Anisa.


"Ah, sudahlah aku harus pergi bersiap karena aku tidak ingin membuat istriku marah nantinya." ucap William yang langsung membersihkan dirinya karena dia tidak ingin membuat Sarah menunggu lama.


Kini keduanya sudah sama-sama siap dan kini mereka bersiap untuk pergi sarapan bertemu keluarga besar.


Dari apa yang William lihat saat ini dia benar-benar yakin bahwa sebentar lagi Jordan akan mengejeknya habis-habisan dan mempertanyakan apa yang telah dilakukannya pada Sarah.


"Bagaimana? apakah sudah melakukan hal itu padanya?" bisik Jordan di dekat sepupunya itu. Jujur dia benar-benar merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi antara William dan juga Sarah.


Apa sepupunya itu telah berhasil melakukan hal itu atau tidak. Sedangkan William sendiri, diam dan merasa jengah dengan sepupunya ini. Bagaimana kisah jodoh mempertanyakan hal itu padanya di depan banyak orang seperti ini walau dengan berbisik. Tapi tetap saja semua itu membuatnya merasa kesal dan juga malu.


"Kau ingin diam atau aku akan merobek mulutmu itu." ancam William pada Jordan karena dia tidak ingin kau lihat sama sekali.


"Biarkan saja dia ingin mengatakan apa. Sekarang jamu harus makan yang banyak karena kita telah menghabiskan malam panjang bersama."


Duar...

__ADS_1


William seperti mendapatkan ledakan dari bom atom ketika mendengar apa yang istrinya katakan pada mereka.


"Wah...wah...wah..., ternyata istrimu jauh lebih hebat darimu ya? aku benar-benar tidak menyangka ini." timpal Jordan yang membuat William semakin merasa mu dengan apa yang terjadi di meja makan ini.


Sungguh, rasanya William benar-benar ingin menelan sepupunya ini hidup-hidup. Jordan nggak bisa terus dibiarkan begini. Dia bahkan ingin menenggelamkan Jordan di segitiga bermuda agar pria itu tidak terus mengganggunya seperti ini. Tapi will yang tidak sehat itu karena dia masih memikirkan bagaimana keadaan Dara yang tengah mengandung calon anaknya bersama pria itu.


"Kalian berdua mau makan atau tidak? jika tidak ingin makan maka pergi dari sini dan tinggalkan meja makan." titah mami Sofia karena dia ingin makan dengan tenang tanpa mendengar pertengkaran di antara kedua anaknya ini.


"William duluan mi," tunjuknya William karena dia tidak ingin di salahkan oleh maminya lagi.


"Enak saja kau. Seharusnya kau sadar jika kau yang salah." sindir William karena memang bukan dia yang bersalah melainkan Jordan sendiri.


Brak!


Mami Sofia memukul meja makan hingga membuat kedua anaknya itu langsung terdiam dan tidak ada yang berani mengatakan sepatah katapun lagi.


Merasa bahwa keadaan sudah baik-baik saja membuat mami Sofi langsung memulai kegiatan sarapan pagi mereka kali ini.


Sementara yang lainnya juga sibuk dengan kegiatan mereka sendiri tanpa memikirkan lagi apa yang terjadi dengan mereka lagi.


"Sarah, kamu baik-baik saja sayang?" tanya mami Sofia yang juga mulai penasaran dengan keadaan wanita ini.


Dia menikah kemarin dan mereka menggelar acara pesta yang sangat mewah dan mungkin saya tadi malam juga mereka sudah melakukan pertempuran panas, tapi kenapa semua terlihat baik-baik saja dan tidak terjadi sesuatu.


"Kenapa kalian semua terus itu mempertanyakan hal itu padaku? aku baik-baik saja dan tidak ada yang terjadi padaku walau kami sudah melakukannya. Jadi berhenti untuk mempertanyakan hal itu lagi karna aku baik-baik saja." mami Sofia menganggukkan kepalanya karena memang dia percaya dengan apa yang menantunya ini katakan karena memang Sarah terlihat baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2