
Saat ini William dan Sarah tengah berada di apartemen milik William karena memang dia yang mengajak Sarah untuk berkunjung di sana hanya untuk sekedar melepaskan rasa rindu mereka sebelum besok sampai hari pernikahan nanti mereka tidak boleh bertemu dulu.
"Sarah," panggil William pada wanita yang duduk di sampingnya saat ini sambil memegang iPad milik William saat ini.
"Hem," jawab Sarah karena dia masih fokus dengan iPad milik William karena dia ingin melihat apa yang pria itu kerjakan. Lagi pula Sarah tidak habis pikir bagaimana bisa tanda tangan digital bisa sebagus ini?
"Apa yang kamu lihat hingga tidak mempedulikan aku seperti ini sayang?"
Deg!
__ADS_1
Jantung Sarah berdebar kencang ketika dia mendengar William yang memanggilnya sayang. Sungguh, ini adalah pertama kalinya bagi Sarah dipanggil sayang oleh seseorang dan rasanya sangat luar biasa sekali. William adalah pria pertama yang berhasil membuatnya jatuh cinta dan mau membuka hati setelah sekian lama menutup dirinya dengan yang namanya cinta.
"Apa?" tanya Sarah yang mencoba untuk fokus pada William saat ini. Belum hilang rasa kagetnya tadi saat William memanggilnya sayang ini sudah ditambah dengan sikap pria itu yang dengan begitu mudahnya merebahkan kepalanya di atas pangkuan Sarah.
"Kenapa seperti ini?" tanya Sarah lagi karena kembali di kagetlah dengan tingkah laku William yang tidak pernah di lihatnya sama sekali.
"Aku hanya ingin merasakan bagaimana di sayang oleh wanita yang akan menjadi pendamping hidupku. Apa kamu ingin mendengarkan cerita dariku?"
"Ini untuk kamu." William kembali memberikan sebuah kotak cincin mewah walau kotak itu memiliki desain yang seperti desain model lama tapi tetap berkelas dan berharga dari apa yang Sarah lihat saat ini.
__ADS_1
"Iya, aku tau ini untukku. Tapi untuk apa?" tanya Sarah yang masih belum mengerti apa yang ingin di ceritakan William padanya.
"Dulu, aku ingin sekali bawa ibuku selalu mengatakan jika aku akan mendapatkan wanita cantik saat aku dewasa nanti. Ibu juga mengatakan bahwa aku harus mendapatkan calon istri seorang dokter agar dia bisa membantuku untuk minum obat dan bisa mengobati jika aku terluka. Entah mengapa aku merasa bahwa apa yang ibu katakan dulu padaku itu benar-benar terjadi saat ini. Aku akan menikahi seorang wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter. Doa ibuku bernafas terkabulkan aku memiliki seorang wanita yang bisa membantuku untuk minum obat. Aku benar-benar sangat bersyukur jika memang Tuhan mengabulkan setiap doa yang pernah dipanjatkan ibuku padanya. Aku merasa bahwa saat ini Tuhan sedang menunjukkan kekuasaannya padaku bahwa aku bisa mendapatkan kebahagiaan seperti apa yang diimpikan ibuku." Sarah masih saja dia untuk mendengarkan apa yang akan diceritakan calon suaminya ini. Diamnya Sarah bukan berarti dia mengabaikan William, tapi dia melakukan hal itu karena dia benar-benar ingin mendengar bagaimana kisah kehidupan dari calon suaminya ini.
Apa begitu mengerikannya kisah dan perjalanan hidup calon suaminya? apa mereka berdua dipersatukan oleh takdir yang sangat tidak masuk akal ini?
"Ibu selalu mengatakan padaku bahwa aku harus bekerja keras agar aku bisa membahagiakan wanita yang menjadi istriku kelak. Aku harus menjadi laki-laki hebat untuk bisa melindunginya. Aku merasa bahwa apa yang pernah ibuku ceritakan sekarang Tuhan mengabulkannya dengan kehadiran kamu di sisiku. Aku benar-benar bahagia untuk ini semua Sarah."
"Lalu apa kamu pikir aku tidak bahagia? aku benar-benar bahagia karena bisa mendapatkan pria kaya raya seperti kamu dan memiliki banyak harta, lalu apa lagi?" tanya Sarah yang sengaja mengalihkan pembicaraan karena dia tidak ingin membuat calon suaminya sangat merasa bersedih dengan masalah yang pernah dilewatinya bersama sang ibu.
__ADS_1
"Setidaknya kamu mengetahui bahwa ibu kamu sangat mencintai kamu, kamu harus bersyukur untuk semua ini. Bukan malah tidak bersyukur dengan apa yang telah kamu jalani."