
Seperti yang sudah mereka ceritakan bahwa Jordan akan datang ke rumah Fahri bersama dengan putranya.
Jordan datang ke rumah Fahri bersama Lucas dengan begitu banyak bawaan mereka.
Mengetahui bawa teman baiknya bersama sampah binatang ke rumahnya membuat Fahri yang masih berada tempat pembuangan sampah lampu berlari begitu saja ketika mendengar bahwa Lucas dan papinya sudah berada di rumahnya.
"Buk, pak." ucap Fahri dengan nafas yang tergesa-gesa ketika mengetahui bahwa Lucas dan papinya sudah berada di rumahnya saat ini.
Lihat, Fahri benar-benar tidak percaya ketika mengetahui bahwa temannya itu sudah berada di rumahnya bersama sang papi dengan begitu banyak bawaan yang mereka bawa ke rumahnya.
"Fahri, ini siapa?" tanya ibunya Fahri ketika melihat bahwa anaknya sudah sampai di rumah mereka.
Fahri sendiri sangat malu dengan keadaannya saat ini karena dia selalu saja menolak ketika Lucas ingin datang ke rumahnya dan melihat keadaannya.
"I-ini temen Fahri sekolah Bu dan ini juga papinya." jawab Fahri dengan suara yang terdengar bergetar karena dia merasa malu didatangi oleh Lucas ke rumahnya seperti ini.
"Ka-kamu tahu dari mana rumah aku? apa dari Arif?" tanya Fahri pada Lucas.
"Aku yang sendiri yang mencari tahu di mana rumahmu karena aku penasaran. Kita sudah bertemu lalu kenapa aku tidak boleh berkunjung ke rumahmu?" tanya Lucas pada Fahri yang membuat anak pemilik rumah yang didatanginya saat ini sangat merasa bersalah sekali karena telah membiarkan Lucas datang ke rumahnya yang tidak pantas di sebut rumah.
Dia takut jika Lucas akan sakit jika datang ke tempat kumuh seperti ini.
__ADS_1
"Mending kamu pulang aja ya Cas, aku gak mau kamu sakit gara-gara datang ke rumah aku." kusir Fahri dengan lembut karena dia sangat mengkhawatirkan keadaan teman baiknya ini.
Lucas dan keluarganya sudah begitu banyak membantu dirinya dan karena kebaikan keluarga temannya ini Fahri dan juga adik-adik yang bisa merasakan berbagai macam makanan enak walau itu sisa dari bekal milik Lucas.
"Kenapa? apa kamu tidak suka karena kedatanganku ke rumahmu?"
"Bukan kayak gitu, aku cuma kamu nggak mau kamu sakit gara-gara datang ke rumah aku. Rumah kamu dan aku itu sangat berbeda Lucas." ujar Fahri lagi.
Dia benar-benar sangat memperhatikan keadaan temannya karena Lucas orang yang sangat baik.
"Fahri, kedatangan kami kemarin hanya untuk berkunjung dan ingin melihat keadaan keluarga kamu. Lucas bilang bahwa kamu tinggal di tempat yang tidak layak untuk dikatakan tempat tinggal jadi kami datang ke sini untuk memberi sedikit bantuan dan ini semua dari Lucas." ucap Jordan yang ikut masuk dalam pembicaraan anaknya saat ini.
Mendengar apa yang papinya Lucas katakan membuat Fahri langsung menangis saat itu juga. Tadi setelah dia pulang sekolah adik-adik yang bertanya apakah ada makanan sisa dari teman kayak kakaknya atau tidak Dan Fahri mengatakan tidak ada karena memang hari ini Lucas tidak membawa bekal.
Tapi lihat, sekarang teman saya kakaknya itu membawakan mereka begitu banyak makanan enak yang bisa mereka makan kapanpun yang mereka inginkan.
"Makasih om, makasih banyak, makasih udah mau datang ke rumah aku." Fahri sampai berlutut di bawah kaki ketika melihat begitu banyak barang bawaan yang papi temannya yang dibawa ke rumahnya.
Bahkan saat ini Fahri sambil bersujud di depan Jordan dan menangis tersedu-sedu dengan apa yang di alaminya saat ini.
Melihat Fahri yang bersujud di depannya membuat Jordan langsung menghampiri anak laki-laki itu dan memeluknya.
__ADS_1
Dia sangat bersedih melihat syahdan Fahri dan keluarganya apalagi ketika melihat ayahnya Fahri yang tergeletak di atas kasur yang terletak di lantai seperti itu.
Miris, sungguh miris sekali hati Jordan melihat keadaan rumah teman sekolah putranya.
"Begini Fahri, om dan Lucas datang kemari hanya ingin mengatakan bahwa kamu tidak perlu putus sekolah karena mulai sekarang dia sekolah kamu dan adik-adik kamu nanti akan ditanggung oleh perusahaan milik om. Kamu bisa sekolah di manapun kamu inginkan dengan satu syarat,"
"Kamu dan adik-adik kamu nanti harus benar-benar belajar dengan baik dan berikan hasil yang terbaik bagi Om. Soal tempat tinggal, kamu bisa tinggal di rumah maminya Lucas untuk tinggal di sana dan memeriahkannya. Kalian akan bekerja di sana untuk menjaga dan merawat rumah milik maminya Lucas. Maaf, jika om lancang, tapi bapak kamu harus di bawa ke rumah sakit lebih dulu untuk mendapatkan perawatan terbaik." Fahri semakin menangis mendengar apa yang papinya Lucas katakan. Dia benar-benar tidak menyangka dengan semua ini.
Tangisan Fahri benar-benar sangat menegangkan dan begitu juga dengan ibunya Fahri saat ini. Dia tidak pernah berpikir bahwa anak laki-laki yang bisa berteman dengan orang kaya sebaik Lucas dan juga papinya.
"Fahri, kita ini teman dan teman harus saling membantu. Kamu itu anak yang pintar, hanya saja kamu kurang fokus. Jadi ayo mulai belajar lagi agar kita bisa mengejar cita-cita kita." ucap Lucas yang memegang lengan temannya.
Tanpa rasa risih sedikitpun, Lucas memeluk Fahri dengan erat agar temannya itu tidak menangis lagi dan tidak harus berusaha payah mencari barang bekas lagi.
"Sudah jangan menangis, kita ini teman bukan?" Fahri menganggukkan kepalanya dan membalas pelukan dari Lucas.
Di saat Lucas dan Fahri berpelukan, tiba-tiba saja datang dua orang temannya lagi dan itu ikut memeluk keduanya.
"Yee, Fahri pindah rumah ye..." ucap Arif yang biasanya diam kini malah dia yang terlihat sangat antusias dengan semua ini karena memang dia juga ikut merasakan bahagian yang luar biasa ketika mengetahui bahwa teman mereka bisa sekolah dengan tenang tanpa harus memikirkan lagi apa yang akan di carinya untuk di jual agar bisa makan dan membeli obat untuk bapaknya.
"Sudah, sekarang biar bapak kamu di bawa berobat lebih dulu agar bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit." ucap Jordan pada Fahri.
__ADS_1
Mereka melepaskan pelukan mereka dan membantu Fahri untuk membawa bapaknya ke rumah sakit dan mereka makan camilan yang di bawa Lucas untuk keluarga Fahri.