
Malam harinya adalah waktu Jordan dan William untuk saling bercerita dan berbicara serta bertukar pikiran. Semenjak mereka tinggal satu atap, keduanya sering menghabiskan waktu berdua seperti ini.
"Apa ibu hamil itu sudah tidur?" tanya Jordan ketika dia melihat bahwa saudaranya sudah datang ke pinggir kolam renang tempat dimana mereka biasa bercerita.
"Jika dia tidak tidur aku tidak mungkin bisa kelayapan seperti ini karena kau tahu sendiri jawabannya." Jordan hanya bisa mengangkat kedua bahunya saja mendengar jawaban dari saudaranya.
"Kau terlihat sangat lemas dan kurang tidur apa yang membuatmu hingga memiliki mata panda seperti itu?" tanya Jordan yang penasaran dengan kehidupan saudaranya setelah menikah dan istrinya hamil.
"Entahlah, bisakah besok kita pergi ke salon? aku ingin melakukan perawatan karena kantung mataku semakin menghitam dan membesar. Jika begini terus menerus maka aku tidak bisa bekerja dengan baik."
"Oke." jawab Jordan karena memang dia pun membutuhkan hal itu saat ini.
Dia lebih sering bergadang menemani istrinya yang kerap kali bangun ketika putra mereka menangis di malam hari karena. Sebenarnya Dara kita tidak pernah membangunkannya untuk menemani wanita itu begadang hanya saja dia yang sudah terbiasa dan perasaannya semakin sensitif ketika mereka memiliki anak lagi jadi dengan sendiri Jordan akan bangun tanpa dibangun pengawasan istri.
"Apa istri masih semengerikan itu? maksudku, tadi Dara juga bertanya padaku apakah memang benar Sarah seperti itu atau tidak karena istrimu menceritakan apa yang dirasakannya selama masa kehamilan daripada istriku. Jadi aku memberikan jawaban pada Dara seperti apa engkau ceritakan padaku tadi." terlihat film yang menarik nafasnya dalam berlangsung menghembuskannya dengan berat.
Dia mengambil sebatang rokok lalu menghitam sebatang nikotin tersebut lalu menghisapnya dan menghembuskan asapnya ke atas hingga membuat gumpalan asap nikotin itu beterbangan di udara malam yang sedang mereka berdua nikmati saat ini.
Begitu juga dengan Jordan, dia ikut mengambil sebatang nikotin film ambil lalu melakukan hal yang sama dengan apa yang saudaranya lakukan.
__ADS_1
"Aku bukan tidak bernafsu dengannya hanya saja aku membuat hati diriku untuk kegiatan seperti itu karena menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Setidaknya istri dan anakku baik-baik saja. Tapi tetap saja, dia selalu berdalih dengan alasan kesehatan mental baginya karena dia lebih menginginkan hal tersebut daripada mengirim sesuatu makanan yang ada aneh mungkin. Kau tau, aku bahkan lebih sering mendapatkan godaan dan rayuan nakal darinya. Sulit di mengerti, dia yang tidak tertarik padaku saat kami melakukan kejahatan berdekatan ini malah berbalik arah menyerangku. Dia bisa melakukan hal seperti itu tanpa rasa takut sedikitpun." kata William dengan penuh frustasi.
Dia seperti apa lagi dia menjelaskan pada Jordan bahwa keadaannya sedang tidak baik-baik saja saat ini. Entah bagaimana caranya menghentikan keinginan istrinya yang semakin hari semakin diberikan itu. Bahkan jika mengingat kejadian di dalam kamar mandi tadi membuat William semakin merasa malu dengan dirinya sendiri karena Sarah terus saja melakukan hal seperti itu.
"Seharusnya kau bahagia bisa mendapatkan hak seperti itu. Bisa di katakan jika semua itu adalah berkah. Kau akan tau bagaimana rasanya menahan hasrat yang tersaji di depan kedua matamu. Kau akan merasakan bagaimana sakitnya menginginkan hal seperti itu tapi tidak bisa menyentuhnya sedikitpun."
"Maksudmu?" tanya William yang tidak ngerti ke mana arah pembicaraan saudaranya atau karena tidur saat ini hanya untuk berpikir saja rasanya William sangat malas. Jadi dia tidak bisa mencerna apa yang Jordan jelaskan padanya.
"Astaga, kau bilang tidak mengetahui apa yang ku maksud?" dengan polosnya William malah menggelengkan kepalanya karena dia benar-benar tidak mengetahui apa yang saudaranya maksud.
Melihat reaksi William yang seperti itu membuat Jordan semakin tidak habis pikir bahwa saudaranya itu bisa menjadi bodoh seperti ini hanya karena menghadapi kehamilan istrinya yang sangat ekstrem.
Mendengar apa yang Jordan jelaskan membuat William semakin tidak habis pikir dengan semua kejadian ini karena menurutnya sangat luar biasa sekali.
"Besok atur saja jadwalnya. Kita tidak perlu datang ke kantor dan langsung saja pergi ke salon. Pastikan bahwa salon itu melayani tamu pria dan yang melayaninya juga harus pria. Setidaknya untuk meminimalisir keadaan atau sesuatu yang tidak di inginkan." ujar Jordan yang memikirkan segalanya.
"Laki-laki pun bisa saja mereka penyiksa sesama terong kecap. Lalu bagaimana? apa kita harus pergi ke dokter kecantikan atau klinik kecantikan saja untuk melakukan perawatan? setidaknya jika di klinik kecantikan kita bisa melihat mereka bekerja dengan profesional, bukan hanya semata karena tips dari pengunjung." jawab William hingga membuat Jordan langsung menganggukkan kepalanya.
"Aku setuju. Ayo lakukan itu karena sebagai seorang pria kita juga membutuhkan perawatan. Apalagi memiliki istri cantik seperti mereka, kita harus bisa menjaga ketampanan kita agar tidak tergerus oleh jaman." ucap William yang menimpali percakapan mereka saat ini.
__ADS_1
Namun ketika mereka sedang berbicara kesana kemari, tiba-tiba senyum mami Sofyan datangi pun bergabung bersama mereka dan menjawab telinganya.
"Aahhkkk...Mami..." pekik kedua pria itu ketika mendapatkan jeweran di telinganya.
"Bukannya tidur kian malah enak-enakan di tempat ini. Kau!" tunjuknya pada Jordan karena memang dia jauh lebih tua dari William.
"Seharusnya kau berada di kamarmu bersama istri dan anakmu. Mereka membutuhkanmu sebagai ayahnya, lalu apa yang kau lakukan disini?" tanya mami Sofia yang mulai kesal dengan tingkah laku kedua anak laki-lakinya.
"Jordan hanya mencari udara segar di malam hari mi, kami juga membutuhkan waktu untuk me time hanya sekedar menghilangkan rasa jenuh kami." jelasnya pada sang mami hingga membuat wanita itu bisa menerima saran darinya.
"Lalu kau?" tunjuknya pada William karena dia juga ingin mendengar alasan jelasnya.
"Tidak ada karena William tidak memiliki alasan apapun. Hanya saja William memang membutuhkan waktu mom apalagi-"
"Astaga, apa ini William?" tanya mami Sofia dengan heboh ketika melihat bagian leher putranya yang ada bekas merah ruan hampir keunguan yang terlihat sangat jelas di matanya mami Sofia.
Begitu juga dengan Jordan karena dia baru menyadarinya jika William memiliki kissmark di bagian lehernya.
"Bukan hanya disini saja mom, tapi di sini juga banyak!" ucapnya sambil membuka kaosnya saat itu juga hingga membuat ibu dan anak itu langsung mengumpat tubuh William.
__ADS_1
"What the fvck?" umpat keduanya bersamaan ketika melihat bagian daa William yang di penuhi dengan bekas percintaannya dengan Sarah.