Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Berkunjung


__ADS_3

Karena bingung tidak mendapatkan kabar dari Jeff, akhirnya Laura memilih untuk mencari tau di mana rumahnya Jeff dan dia mendapatkan semua aja dari teman-temannya. Entah mengapa laki-laki itu tidak ada kabarnya sana sekali hingga membuat Laura terpaksa datang ke rumahnya hati ini.


Laura memilih menghubungi salah satu temannya ketika dia sudah sampai di depan rumahnya Jeff. Dia sengaja menghubungi temannya seperti itu karena dia ingin tahu apakah benar ini rumahnya atau bukan.


"Kalian yakin jika ini memang rumahnya? bagaimana jika bukan?" tanyalah orang yang sengaja melakukan panggilan video bahkan dia sudah mengalihkan kameranya hingga membuat teman-temannya bisa melihat pemandangan rumah Jeff yang ada di depan matanya saat ini.



"Nah, iya bener itu rumahnya. Cus, masuk biasanya gak ada orang di rumahnya. Daddy Jeff juga jarang di rumah, maklum yang punya tambang emas, tambang batu bara di pulau K, jadi ya gitu deh," ucap temannya yang menjelaskan pada Laura tentang rumah besar itu.


Karena sudah mendapatkan berita valid jika rumah ini memang benar-benar rumah Jeff, akhirnya Laura memberanikan diri untuk masuk ke rumah besar itu.


Saat dia sampai di depan pintu dia sudah disambut dengan seorang wanita cantik dan tidak diketahuinya siapa. Tapi dari cara dia menyambut Laura dia yakin bahwa wanita itu adalah pemilik rumah ini atau mungkin memang mommy-nya Jeff.


"Hay, cari siapa?" tanya mom Veni ketika melihat ada gadis cantik yang masih memakai seragam sekolah yang sama persis dengan sekolah Jeff.


"Maaf, apa ini rumah Jeff? Saya Laura Tante, teman sekolah Jeff. Soalnya Jeff gak masuk sekolah hari ini," ucap Laura karena memang dia tahu jika Jeff tidak masuk sekolah. Dia berpikir bahwa laki-laki itu tidak sekolah karena masih marah dan kesal dengannya.


"Oh, iya pantesan seragamnya juga mirip kan ya. Yuk, masuk. Jeff ada di dalam, soalnya dia lagi sakit."


"Hah?" Laura kaget ketika mengetahui bahwa Jeff tidak masuk sekolah karena sedang sakit. Dia merasa menyesal karena tidak datang membawa apa-apa ke rumah ini dan andai saja dia tau jika Jeff sakit mungkin dia akan membawa buah atau makanan yang lainnya untuk anak itu.

__ADS_1


"Hahaha, iya Jeff sakit. Dia demam, makanya gak sekolah. Tapi malam dia sampai ngigau, jadi Tante bilang libur aja. Awalnya sih dia nolak, tapi Tante paksa karena badannya masih panas udah gitu gak mau minum obat pula, jadi ya gitu deh." mom Veni menceritakan bagaimana putranya yang tidak ingin minum obat itu karena memang sejak kecil Jeff memang sulit untuk melakukan hal itu. Banyak hal yang dikuasainya dan dia bisa melakukan semua itu dengan begitu baik tapi tidak dengan minum obat. Jeff paling benci dengan bau obat apalagi menelannya. Jika sakit, dia akan sembuh sendiri sampai sakit itu bosan berada di dekatnya karena dia tidak ingin meminum obat.


"Maaf Tante, saya kaget karena tidak tahu jika Jeff sedang sakit. Maaf, juga gak bawa apa-apa,"


"Gak apa-apa sayang, ayo masuk. Kali aja ngeliat kamu Jeff bisa sembuh, soalnya dari tadi terus aja ngelihat ponselnya nggak tahu liatin apa. Cuka kayak lagi nunggu seseorang gitu deh," jelas mom Veni pada Laura. Dia si bawa naik ke lantai dua dan sampai di depan pintu kamar berwarna putih. Laura juga ikut masuk ke dalam ruangan itu ketika mom Veni membukanya.


"Sayang, ada temen kamu yang datang nih," ucap mom Veni yang membawa Laura masuk ke dalam rumah.


Mendengar suara mom Veni membuat Jeff langsung mengalihkan pandangannya dan dia melihat bahwa ada Laura di sana.



"Udah, kamu tetep ganteng kok sayang, jadi bersikap biasa aja." bisik mom Veni pada Jeff karena dia tau kepanikan putranya ketika melihat ada tamu yang datang ke dalam kamarnya.


"Is, mom menyebalkan!" balasnya dengan kesal karena siapa yang tidak kesal jika dalam posisi sepertinya ini.


"Pintunya jangan di tutup ya, mom mau bawain makanan dulu," mom Veni pergi meninggalkan putranya dengan teman wanitanya di dalam kamar dengan keadaan pintu kamar yang terbuka lebar.


Baik Laura mau pun Jeff, keduanya sama-sama terdiam dan tidak tau harus bicara apa saat ini karena keduanya merasa bahwa ini terlalu canggung untuk mereka berdua.


"Maaf, aku tidak bawa apa-apa karena aku tidak tau jika kamu sakit."

__ADS_1


"Lalu apa kamu pikir aku meminta bingkisan? Aku hanya Demam saja. Lagi pula mom Veni saja yang terlalu berlebihan. Aku sudah mengatakan bahwa aku baik-baik saja tapi mom Veni yang tidak memperbolehkan aku untuk sekolah." jelas Jeff pada Laura yang duduk di kursi belajarnya.


"Kau ini, aku benar-benar tidak tau jika kamu sakit. Eh, tapi kata mommy kamu, kamu tidak mau minum obat ya?"


"Bukan urusan kamu!" jawab Jeff yang tiba-tiba saja kesal saat disinggung perihal obat-obatan. Dia paling benci dengan hal itu Dan dia tidak akan pernah mau minum obat sampai kapan pun.


"Eh, kenapa kau jadi marah padaku? aku juga cuma mengatakan hal seperti itu, lalu kenapa marah?" tanya Laura yang mulai tersulut emosi dengan apa yang Jeff katakan.


"Aku tidak marah, aku hanya kesal saja setiap kali di singgung tentang obat. Lagi pula apa enaknya minum obat?" mereka terus saja berdebat sampai mom Veni datang membawa makanan dan camilan untuk mereka.


"Jeff, makan dulu obatnya ya, nanti Daddy kamu marah."


"No!" jawab Jeff yang langsung mundur dan menutup mulutnya. Dia benar-benar sudah terlihat seperti anak kecil saat ini, karena mom Veni yang terus membujuknya untuk minum obatnya.


Merasa kesal melihat Jeff yang banyak drama hanya untuk minum obat seperti itu membuat Laura langsung maju ke arahnya dan mengambil obat di tangan mom Veni dan membuka mulut Jeff begitu saja dan memberikannya air mineral agar obatnya bisa tertelan olehnya dan berhasil.


"Akhirnya," ucap mom Veni yang merasa lega ketika Jeff sudah bisa minum obatnya berkat Laura walau di paksa dengan kasar seperti itu.


"Laura! Ini pahit!" pekik Jeff yang terlihat sangat kesal dengan gadis itu yang memaksanya minum obat hingga tertelan.


"Memang! Jika mau manis makan saja gula!"

__ADS_1


__ADS_2