Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Heran


__ADS_3

hari William dan Sarah terus saja seperti itu sampai kini kehamilan Sarah sudah menginjak usia 3 bulan, dan Dara sendiri memasuki 9 bulan.


Di rumah ini selalu saja terjadi keributan perkara ibu hamil dan itu membuat suasana rumah semakin ramai saja.


Seperti saat ini, Dara dan Sarah tengah berada di pinggir kolam renang karena merasa bahwa hari terlalu panas.


"Sarah," panggil Dara pada wanita yang juga sedang mengandung saat ini. Entah mengapa dia merasa iri dengan Sarah yang menjalani kehamilannya dengan begitu baik tanpa adanya gangguan apapun.


"Hem, apa?" jawab Sarah wanita yang juga mengandung itu memanggilnya.


"Kenapa kamu menjalani kehamilan dengan begitu mudah, sedangkan aku selalu saja mual dan tadi 3 bulan pertama lalu hingga saat ini pun aku lebih sering menginginkan hal-hal yang terbilang aneh. Tapi kamu, kamu menjalani kehamilan kamu dengan begitu mudah dan tidak terjadi apapun. Apa rahasianya?" tanya Dara karena jujur dia sangat penasaran dengan apa yang dijalani saudaranya itu.


"Aku tidak memiliki rahasia apapun yang aku jalani karena memang aku menjalani dengan begitu enjoy. Kamu harus tahu Dara, jika setiap kehamilan itu pasti berbeda. Kamu tidak bisa berpikir bahwa kehamilan ku itu mudah walau tidak seperti itu kenyataannya." jawab Sarah karena memang seperti itu adanya.


Dia sengaja mengatakan hal seperti itu agar Dara tidak memikirkan hal-hal aneh yang bisa membebani pikirannya karena sebentar lagi Dara akan menjalani proses kelahirannya.


"Sudahlah, ayo kita pergi masuk ke dalam. Sebentar lagi suami kita yang menyebalkan itu akan pulang jadi kita harus bersiap untuk menyambut kedatangan mereka. Aku yakin bahwa setelah ini akan ada hal lagi yang terjadi karena kedua pria menyebalkan itu pasti akan berbuat ulah lagi."


"Apa William juga seperti itu?" tanya Dara yang merasa tidak percaya bahwa William juga menyebalkan seperti suaminya.

__ADS_1


"Jangan tanyakan lagi jika kamu mengetahui nanti kamu akan tidak percaya. Jadi sudahlah, ayo masuk." mereka berdua masuk ke dalam rumah sampai saat mereka hendak pergi ke kamarnya para pria itu sudah sampai di rumah dan lihat mereka sudah mulai berulah lagi.


Ketika para pria itu menghampiri istri mereka masing-masing dengan segera para wanita itu menolaknya karena seperti yang sudah Sarah katakan bahwa tidak ada pelukan apapun ketika mereka pulang kerja atau dari luar sehabis aktivitas karena memang mereka pasti membawa kuman dan bakteri.


"Sorry," jawab keduanya serempak saat melihat istri mereka yang menolak pelukan dari mereka sendiri.


"Sekarang kami akan membersihkan diri baru memeluk kalian." William dan Jordan langsung pergi ke kamar mereka masing-masing karena memang mereka harus membersihkan diri mereka sebelum mereka melepaskan rasa rindu yang mereka tahan selama seharian ini.


Ketika di dalam kamar dan setelah membersihkan dirinya, William langsung menghampiri istrinya yang berada di atas tempat tidur saat ini.


Dia menghampiri Sarah dan memberikan kecupan di kening istrinya.


William memberikan kecupan manis untuk istrinya dan tak lupa juga untuk mengelus perut sang istri yang mulai terlihat membuncit saat ini.


"Apa sudah ada perkembangan?" tanya William pada istrinya.


Sarah sendiri langsung menggelengkan kepalanya karena sama seperti hari-hari sebelumnya bahwa hingga saat ini dia belum merasakan apapun, lebih tepatnya belum mengalami ngidam dan menginginkan sesuatu.


Melihat reaksi istrinya membuat William langsung naik ke atas tempat tidur dan memeluk tubuh istrinya. Tak lupa juga dia mengusap perut sang istri dan berbicara dengannya. Dia berharap bahwa Sarah akan mengalami apa yang di alami banyak orang karena dia ingin merasa direpotkan dengan keinginan ibu hamil tercintanya ini.

__ADS_1


"Sayang, papa selalu ada di sini untuk kamu loh. Tidak hanya untuk kamu saja papa juga selalu ada untuk mama kamu jadi tolong jika kamu menginginkan sesuatu katakan pada Mama kamu agar papa bisa mencarikannya. Papa juga ingin merasakan bagaimana rasanya mencari sesuatu yang kamu inginkan seperti papi Jordan. Ayo lekas katakan pada Mama apa yang kamu inginkan sayang." ucap William di depan perut sang istri berharap bahwa apa yang dilakukannya bisa membuat istrinya ini merasakan ngidam seperti banyak wanita rasakan di luar sana.


"Tenang, aku pasti akan merasakannya suatu saat. Sudahlah, jangan terlalu memikirkan semua ini hingga membuat pikiran kamu terganggu. Kamu sudahlah seharian bekerja di luar jadi jangan menambah beban pikiran kamu karena hal-hal seperti ini. Percayalah sayang, walaupun aku tidak mengalami ngidam seperti apa yang wanita hamil lagi di luar saudara sahabat tapi aku yakin bahwa anak kita pasti sangat mencintai kamu sebagai ayahnya. Tidak ada seorang anak yang tidak mencintai ayahnya hanya karena dia tidak mengalami masa itu ketika berada di dalam kandungan ibunya. Jadi aku harap kamu bisa mengerti dengan apa yang aku maksud ini oke," William melihat ke arah sang istri lalu menganggukkan kepalanya karena memang dia penasaran kenapa istrinya tidak mengalami hal itu sama sekali sementara dia sendiri ingin sekali istrinya mengalami hal seperti itu.


William ingin mencari makanan tertentu untuk istri dan calon anaknya seperti apa yang sering Jordan lakukan untuk Dara dan juga calon anak mereka.


"Sayang,"


"Aku baik-baik saja sayang, aku bersumpah bahwa aku baik-baik saja." jawab William yang sudah mengetahui apa yang di maksud istrinya ini.


Sarah sendiri begitu mengkhawatirkan keadaan suaminya yang terlihat bersedih karena hal seperti ini saja.


"Jika baik-baik saja kenapa harus diam seperti ini? jika kamu terus saja begini maka aku yang akan bersedih dan kamu tau bukan jika aku bersedih maka anak kita jug akan merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan juga?"


"Maaf sayang, demi Tuhan aku tidak bermaksud seperti itu. Sumpah demi tuhan aku tidak memikirkannya, hanya saja aku masih merasa heran kenapa kamu bisa tidak mengalami hal itu walau aku tau apa yang kamu katakan itu memang benar bahwa semua wanita mengandung itu tidak sama. Tapi tetap saja aku merasa heran." ujar William karena memang seperti itu kenyataannya.


Dia memikirkan semua hal yang terjadi pada istrinya dan menurut William ini tidak seperti biasanya.


"Sudahlah, jika kamu tidak bisa di beri tahu. Terserah kamu ingin melakukan apa!" jawab Sarah dengan ketus namun dengan cepat pula William menahan wanita itu agar tidak pergi meninggalkannya karena William sangat mencintai Sarah.

__ADS_1


"Ah, iya maafkan aku. Oke maafkan aku Sarah." ucap William dengan penuh permohonan karena memang dia tidak ingin istrinya itu meninggalkannya seperti sebelum-sebelumnya.


__ADS_2