Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Ronde


__ADS_3

Mami Sofia masih memandangi putranya yang terlihat sangat kelaparan. Bahkan sangking laparnya, Jordan sudah seperti orang yang tidak makan berhari-hari.


Lihatlah, cara makannya saja sudah seperti orang yang beru menemukan makanan setelah sekian lama.


"Berapa lama efek samping dari jamu kuda Sumbawa itu?"


Uhuk...


Jordan tersedak saat Maminya membahas tentang jamu yang di minumnya tadi malam. Lebih tepatnya di paksa minum oleh Maminya.


"Katakan pada Jordan minuman apa itu? kenapa mami nekat memberikan itu pada Jordan. Mami seharusnya tidak perlu memberikan itu pada Jordan karena Jordan masih sangat kuat hanya untuk bertempur seperti itu."


Plak!


"Mami!" teriak Jordan saat kepalanya kembali di pukul. Entah mengapa maminya ini suka sekali memukul kepalanya.


"Kau menyalahkan mami karena mami memberikan mu jamu itu. Tadi malam kemana saja kau hah? berapa banyak yang kamu habiskan bersama Dara? lihat, bahkan hingga jam segini Dara belum juga bangun. Istri mu itu harus bangun dan makan." ucap mami Sofia.


Dia benar-benar tidak habis pikir dengan Jordan. Bagaimana bisa bermain hingga berulangkali dengan Dara hingga membuat menantunya tertidur panjang seperti itu.


"Mami please. Dara baik-baik saja dan dia sedang mandi. Dara mengatakan pada Jordan untuk makan lebih dulu karena dia akan menyusul nanti dan satu hal lagi."

__ADS_1


"Apa?" tantang mami Sofia pada putranya


"Jangan mengatakan apapun pada Dara tentang hal ini karena Jordan tidak ingin membuatnya merasa malu dengan kejadian ini." ucap Jordan pada maminya.


mami Sofia sendiri hanya bisa mengikuti apa yang putranya katakan karena dia juga tidak akan mungkin membicarakan hal segamblang itu dengan menantunya. Dara pasti akan sangat malu jika dia mengunggah tentang malam pertama mereka.


"Tapi ceritakan pada mami berapa banyak yang kamu habiskan. Maksudnya, ingin tahu efek samping dari jamu kuda Sumbawa tadi."


"Asal mami tahu saja, kamu selesai di jam 01.00 dini hari. Lalu pagi harinya Jordan kembali bermain dengan Dara jadi--"


"Diam! istri mu datang." sela mami Sofia.


Melihat Dara yang sarapan bersamanya membuat mami Sofia langsung pergi meninggalkan sepasang suami istri yang baru saja menikah kemarin itu.


Setidaknya dia sudah mengetahui apa yang putranya lakukan kemarin dan ternyata jamu keramat itu berhasiat juga. Efek juga sangat luar biasa dan mami Sofia berharap bahwa Jordan dan Dara bisa segera mendapatkan momongan lagi untuk menemani Lucas.


"Mami mau ke mana?" tanya Dara saat melihat ibu mertuanya yang ingin pergi meninggalkan mereka.


"Mami ingin melihat Lucas. Tadi mami meninggalkannya di tempat bermain, setelah ini kita semua akan kembali ke rumah." kedua anak dan menantunya itu langsung menganggukkan kepalanya mendengar perintah dari sang mami.


Dara langsung di persilahkan makan oleh Jordan karena memang ini sudah melewati jam sarapan pagi mereka bahkan sebentar lagi juga sudah masuk jam makan siang.

__ADS_1


Merasa bahwa suaminya terus saja menatapnya sejak tadi membuat Dara merasa malu. Apalagi Jordan menatapnya seolah tidak pernah melihat wanita saja.


"Jangan terus menatap ku seperti itu Jordan. Aku malu." Dara menundukkan wajahnya karena tidak berani menatap wajah tampan suaminya.


Lihat, betapa tampannya pria yang sudah sah menjadi suaminya itu. Tubuh kekarnya, tatonya, punggung lebarnya, Dara masih mengingat dengan jelas bagaimana tadi malam dan tadi pagi mereka bermain dengan begitu sangat luar biasa. Bermain tanpa lelah karena Jordan terus saja memberikannya sentuhan yang tidak pernah di dapatkannya dari mantan suaminya.


Jordan sangat berbeda dan dia memperlakukan Dara dengan sangat istimewa dan penuh kelembutan. Dara merasa bahwa dia benar-benar sangat di cintai oleh Jordan.


Jordan mengulurkan tangannya untuk merapikan rambut sang istri yang menutupi wajah cantiknya.


"Jangan malu sayang, karena jika kamu merasa malu seperti itu membuat ku semakin gemas dengan mu dan aku ingin terus menyentuh mu. Jadi--"


Plak!


Dara memukul lengan suaminya yang terus saja mengatakan hal tidak masuk akal seperti itu yang membuatnya merasa bahwa dirinya ini mengerikan.


"Kamu semakin cantik Dara. Kemana kamu ingin berbulan madu? katakan kemana kamu ingin pergi aku akan mengurusnya dan meminta cuti pada William." ucap Jordan. Dara sendiri langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin pergi berbulan madu keluar.


Selain dia tidak suka hal-hal seperti itu, dia juga tidak mungkin meninggalkan Lucas yang baru saja masuk sekolah. Itu alasan kenapa dia tidak ingin pergi berbulan madu bersama suaminya.


"Lebih baik di rumah saja. Lagi pula Lucas sekolah, kita juga tidak mungkin pergi berdua saja. Kasihan Lucas dan mami jika kita pergi. Jadi lebih baik di rumah saja dan memanfaatkan waktu yang ada."

__ADS_1


__ADS_2