
"Kenapa kau terlihat aneh sekali hari ini?" tanya Jordan ketika melihat William yang terus saja menatapnya sejak tadi.
Jordan sendiri terus saja berusaha untuk terlihat baik-baik saja dan tidak membuat William curiga bahwa dia adalah dalang dari apa yang telah terjadi antara William dan juga Sarah.
"Seharusnya aku yang bertanya kenapa kau terlihat aneh hari ini?"
"Me?" tanya Jordan yang masih berpura-pura tidak tahu apa yang dimaksud oleh William. Jordan harus terus bisa untuk menyembunyikan semua ini agar tidak ketahuan oleh William.
"Yes, that's you." jawab William dengan raut wajah datarnya ketika menatap Jordan.
"Why? kenapa harus aku?"
"Sudah aku katakan karena itu dirimu. Katakan apa yang telah kau lakukan Jordan. Aku tau kau, jadi katakan saja sebelum aku menemukan semua bukti tentang dirimu."
brak!
Jordan memukul meja kerjanya saat terus-terusan mendapat tuduhan dari William. Walau pada kenyataannya memang dia adalah tersangka di balik semua kejadian itu, tapi dia tidak ingin menyerah begitu saja karena dia tahu jika sudah seperti ini Jordan harus siap bertarung dengan William.
"Kenapa kau menuduhku atas apa yang tidak aku lakukan? aku makan tidak mengerti apa yang kau maksud dengan tuduhan mu itu." jawab Jordan dengan raut wajah datarnya.
Melihat Jordan yang sudah marah seperti ini membuat William hanya bisa menghela nafasnya saja. Dia pergi ke sofa untuk merebahkan tubuhnya dengan menutup kedua matanya dengan lengannya saat ini.
"Entahlah, aku hanya tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini. Pikiranku kacau dan aku merasa sedang di permainkan oleh takdir." ucap William yang membuat Jordan langsung memakai earphone miliknya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Dia tidak ingin mendengar apapun yang diam ceritakan karena dia akan berpura-pura marah pada pria itu.
Merasa tidak ada jawaban dari Jordan membuat William membuka matanya. Melihat saudara sepupunya yang sudah diam seperti itu membuat William lagi-lagi harus menghela nafasnya dengan berat. Dia tau bahwa saat ini Jordan tengah kecewa padanya.
"Baiklah, aku pulang. Aku izin libur hari ini." ucap William yang langsung pergi meninggalkan ruangan kerja Jordan.
__ADS_1
Entah mengapa rasanya dia terpikir dengan Sarah saat ini. Dia penasaran dengan apa yang wanita itu lakukan di rumahnya. Ingin menghubunginya William malu, karena dia bingung apa yang ingin ditanyakan yang pada Sarah.
Ya, sementara di rumahnya, Sarah masih merendam tubuhnya di dalam bathub yang berisikan air hangat yang sudah diberinya beberapa aroma terapi.
Sarah benar-benar telah menikmati kesendirian yang saat ini karena dia tidak bisa berpikir dengan jernih. Untuk saat ini, dia belum bisa memikirkan apa yang akan dilakukannya dengan William nanti.
"Aku yakin jika kamu tidak melakukan hal apapun. Bahkan saat berenang seperti ini pun aku tidak merasakan rasa sakit atau perih di areanya. Lalu apa yang telah terjadi pada kami berdua?" tanya Sarah yang masih saja penasaran dengan kejadian tadi malam.
Entah mengapa tiba-tiba saja salah terpikir bagaimana seksinya tubuh William, bahkan tangannya sendiri sudah memegang bongkahan otot di perutnya dan itu membuat pipi Sarah tiba-tiba terasa panas.
"Astaga Sarah, apa yang kau pikirkan?" tanya Sarah yang berusaha untuk menyadarkan dirinya. Bahkan dia juga menepuk-nepuk kedua pipinya agar tidak terasa panas lagi.
Pikirkan kotor mulai mengisi kepala Sarah dan tiba-tiba saja dia membayangkan bagaimana jika benar-benar terjadi adegan panas di antara dirinya dan juga William?
"Astaga Sarah, bisa-bisanya kau berpikiran seperti itu di saat genting seperti ini? ayolah Sarah, berpikir bagaimana cara menyelesaikan masalah ini. Bukan malah memikirkan adegan panasmu bersama William." ucapnya yang terus berusaha untuk menyadarkan dirinya dengan hal-hal seperti ini.
Awalnya Sarah cukup ragu untuk menghubungi William, namun tiba-tiba saja saat dia hendak meletakkan ponselnya jaringan tidak sengaja menyentuh panel hijau untuk menghubungi pria itu.
Sarah yang merasa panik dan tidak siap langsung mematikan sambungan telepon yang begitu saja sebelum pria itu menjawabnya.
Sementara William yang mendapatkan permintaan dari Sarah dan belum sempat dijawabnya sudah lebih dulu terputus membuatnya langsung kembali menghubungi wanita tersebut.
Cukup lama William menghubungi saranamu tidak juga dijawab oleh wanita tersebut hingga panggilan kedua langsung dijawab.
"Halo."
"Ada apa Sarah?" tanya William saat sambungan telepon mereka sudah tersambung.
Sarah yang mendapatkan pertanyaan seperti itu dari William benar-benar merasa bingung. Apa yang harus dijawab saat ini?
__ADS_1
"Tidak ada, aku ingin menghubungi asistenku lalu tiba-tiba saja aku menekan nomor ponselmu." alibinya karena dia tidak ingin ketahuan karena lebih dulu menghubungi pria itu dengan sengaja.
"Kau yakin ingin menghubungi asisten mu? bukankah kau bilang tidak mengetahui nomor ponsel ku, lalu bagaimana bisa kau mengatakan bahwa ini nomor ponsel milikku?"
deg!
Sarah benar-benar mati kutu saat ini. Dia bingung harus menjawab apa karena dia tidak tau apa yang harus di jawabnya. Lagi pula kenapa dia bisa salah bicara seperti ini?
"Astaga, aku benar-benar bingung saat ini." ucap Sarah yang berusaha untuk menjauhkan ponselnya namun telinga tajam William langsung menangkap apa yang di katakan Sarah walau terdengar sangat pelan.
"Kenapa bingung? katakan saja apa yang kau butuhkan saat ini maka aku akan melakukannya."
"Tidak ada. Sudahlah, aku harus membilas tubuhku lebih dulu." ucap Sarah tanpa sadar karena dia masih dalam keadaan mandi menghubungi William dan parahnya lagi dia mengatakan pada pria itu bahwa dia akan membilas tubuhnya lebih dulu?
"Kau sedang di kamar mandi dan menghubungiku? apa kau ingin mengajakku menjadi bersama setelah tadi malam kita tidur bersama?"
"Astaga, aku tidak menyangka jika kau semesum ini." ucap Sarah yang tidak habis pikir dengan apa yang William pikirkan tentangnya.
"Lalu apa lagi? tidak ada pria normal yang tidak menyukai wanita seksi dan menurutku kau itu cukup seksi. Jadi bisa aku mengalihkan panggilan ini menjadi panggilan video?"
"Kau gila!"
Tut!
Sarah langsung mematikan sambungan teleponnya setelah berhasil mengumpat William. Sementara yang mendapatkan umpatan hanya tersenyum saja setelah berhasil menggoda wanita itu.
Eits, tapi tunggu dulu. Kenapa dia tersenyum? ada apa ini?
"Astaga, aku tersenyum? tapi untuk apa aku tersenyum?" tanya William pada dirinya sendiri setelah sadar bahwa dia tersenyum tadi.
__ADS_1